prolog

78 10 14
                                        

Di tengah pesta yang mewah. Ornamen kristal menggantung, alunan piano klasik mengalun lembut dari sudut ruangan menyatu dengan suara tawa dan percakapan para tamu yang saling berlomba menampilkan pakaian terbaik dan kesan paling sempurna. Para anak yang berdiri anggun, memamerkan senyum terlatih mereka yang berusaha tampil terbaik dari harapan keluarga.

Namun di antara gemerlap itu seorang anak lelaki berdiri dengan kepala tertunduk. Lucien kecil. Ia tak mengenakan senyum seperti yang lain. Dunia ini terlalu bising untuknya, terlalu asing. Tapi ia harus berada di sana karena ibunya memintanya, karena keadaan menuntutnya.

Sementara di sisi lain ruangan, Evelyn kecil berdiri di sisi ibunya, selalu tersenyum kepada siapa pun yang menyapanya. Senyum itu tampak sempurna. Tapi di baliknya tersembunyi kebosanan yang menyesakkan. Saat ibunya masih sibuk berbicara, Evelyn memutuskan untuk melangkah pergi.

Di antara keramaian yang gemerlap Evelyn melihat seorang anak lelaki berdiri menyendiri di pojok ruangan. Matanya tak menatap siapa pun, melainkan seolah menatap ke luar dunia. Tatapan itu terasa seperti tatapan seseorang yang ingin pergi.

Evelyn tak tau apa yang mendorongnya untuk menghampiri anak lelaki itu. Hatinya bergerak lebih cepat dari logikanya. Mungkin karena di balik semua kepalsuan malam itu, hanya anak itu yang terlihat jujur.

"Dari seluruh tempat dan semua orang di sini... maukah kau pergi bersamaku mencari tempat dimana kita bisa bebas."

Ia mengulurkan tangan dengan senyum yang berbeda, bukan senyum yang ia tunjukkan kepada dunia, melainkan senyum yang berasal dari dalam hatinya.

Lucien menoleh, terkejut dengan suara lembut itu. Tapi saat matanya bertemu dengan mata Evelyn, dan melihat senyum itu, untuk pertama kalinya hari itu, Lucien tersenyum. Bukan karena dia harus, tapi karena ia merasa ingin. Mencari tempat dimana ia bebas dari tatapan semua orang, bebas dari pengawasan ibunya.

Ia menyambut uluran tangan kecil Evelyn, dan bersama-sama mereka berlari keluar dari ruangan megah itu, menuju taman hotel yang sunyi dan sejuk.

Sejak saat itu, Evelyn dan Lucien diam-diam selalu mencari waktu dari dunia yang terus menuntut mereka. Persahabatan mereka tumbuh dalam diam, menjadi tempat mereka saling menyembuhkan tanpa kata.

Dan dari sinilah kisah mereka berdua dimulai.




































Dan dari sinilah kisah mereka berdua dimulai

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Lucien Vale

Evelyn Moreau

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

Evelyn Moreau

Harus di baca!!!

Enggak ada sangkut paut dengan kehidupan asli sang idol.

Ide cerita dari otak sendiri jadi kalau ada kesamaan mungkin karena ketidaksengajaan.

Jadi selamat menikmati ceritanya. Ini cerita pertamaku, mohon maaf kalau masih ada yang kurang😊

Crown of Silence || Sunghoon x WinterStories to obsess over. Discover now