"...di kehidupan selanjutnya hingga seterusnya kau akan selalu kembali padaku...'
"Mingyu! Bangun!"
Mingyu tersentak. Mata obsidiannya terbuka. Pemandangan pertama yang ia lihat adalah seorang pemuda manis bertubuh mungil dan seorang pria berwajah tegas. Minghao dan Eric. Mingyu menatap mereka datar.
"Tumben sekali kau ketiduran seperti itu," gumam Eric, bersedekap.
Mingyu diam saja, ingatannya samar-samar tentang mimpi anehnya barusan. Aneh. Benar-benar aneh jika dia rela mati demi orang lain. Mimpi bodoh.
"Mana The royals yang lain?" tanya Minghao, melirik sekitar.
The royals adalah sebuah kelompok yang dipimpin oleh Mingyu, yang mengatur seluruh kegiatan dan aturan di sekolah ini. Terdiri dari keturunan keluarga yang memiliki pengaruh di bidang ekonomi dan kekuasaan. Anak-anak di sekolah ini dibuat pasrah dan tak berkutik pada mereka. Kepala sekolah juga kesulitan menghadapi mereka dan terpaksa sebisa mungkin tidak bersinggungan dengan mereka. Kepala sekolah menjaga batasan yang sudah ditetapkan dan tidak boleh melewati batas itu.
Walaupun terkadang kepala sekolah menggunakan kekuasaannya untuk sedikit menahan The royals yang menurutnya sudah sangat kelewatan. The royals menetapkan kegiatan sehari-hari yang akan dilakukan oleh para siswa dari tingkat terbawah sampai teratas. Para senior juga tak bisa membantah walaupun ada anggota The royals yang umurnya lebih muda dari mereka. Peraturan yang mereka tetapkan, wajib diikuti. Jika tidak, mereka bisa memberi hukuman baik berupa pengurangan poin atau pembatasan lain.
Setiap tingkat dipimpin oleh satu orang anggota The royals dengan poin tertinggi. Pun tiap kelas memiliki satu orang yang bertugas mengawasi dan melapor pada ketua tingkat. Hanya ada tiga jenis kelas berbeda. Kelas bawah, tengah dan atas. The royals akan berada di kelas atas, tapi mereka memiliki akses lebih banyak dibandingkan siswa non- royals. Akses ruangan dan fasilitas akan berbeda-beda di tiap kelas. Tentu saja kelas rendah mendapatkan akses paling sedikit.
"Ada siswa baru di kelas bawah," kata Eric. "Dia berada di tingkat yang sama dengan kita."
Walaupun Mingyu adalah pemimpin tertinggi The royals, tapi untuk tingkatnya sendiri, Mingyu memberikannya pada Eric. "Lalu kenapa?"
"Pengawas kelas bawah memberitahuku bahwa anak itu menantangnya untuk mengambil posisinya sebagai pengawas," jelas Eric.
Dahi Mingyu berkerut. Pengawas kelas biasanya adalah pemilik poin tertinggi, tapi bisa juga dibawah itu jika lebih bisa diajak bekerjasama dan memiliki kemampuan tertentu. Mereka juga perpanjangan tangan The royals untuk mengatur sistem yang berada di kelas. Mereka akan melakukan apapun yang diperintah, sekaligus memastikan perintah itu dilaksanakan. Mereka bertanggung jawab penuh terhadap tugas itu.
"Apa dia memiliki poin yang tinggi?" tanya Minghao, melihat Mingyu yang tak begitu tertarik pada bahasan ini.
"Hanya rata-rata. Itulah anehnya. Dia hanya murid pindahan dan tiba-tiba dia mencoba menentang sistem yang sudah kita tetapkan. Karena itu dia menantang pengawas kelas. Padahal latar belakangnya biasa saja," jelas Eric.
"Dia murid pindahan, hmm," gumam Minghao sembari berpikir. "Bukankah aneh jika kepala sekolah menerima murid pindahan?"
"Tidak aneh jika di kelas bawah," sahut Mingyu. Ia menekan sebuah tombol di kursinya untuk membuat nampan gelas teh di meja mendekat ke arahnya. Mingyu mengambil teh itu dan menyesapnya. "Kecuali jika alasannya karena dia dikeluarkan dari sekolah sebelumnya, itu tidak aneh. Karena ada saja anak-anak yang pindah karena alasan tertentu."
"Bahkan jika poinnya tinggi?" tanya Minghao.
"Iya, jika dia bisa membuktikan bahwa dia pantas maka dia bisa naik. Tapi itu kasus yang jarang terjadi. Pada dasarnya sekolah ini menjadi tujuan utama anak-anak yang memiliki latar belakang bagus," jawab Mingyu.
"Jadi bagaimana dengan anak ini?" tanya Eric, kembali ke topik.
"Buat dia diam dan paksa dia mengikuti sistem. Aku benci pembangkang," kata Mingyu pendek. Ia menekan tombol untuk mengembalikan nampan ke meja. Lalu beranjak pergi dan meletakkan tangannya ke dinding. Dinding itu terbelah, menampakkan sebuah lift.
"Mingyu!" pekik Minghao, sebelum Mingyu menekan tombol. "Mau ke atas? Aku ikut!"
"Aku ingin sendiri," kata Mingyu dan menekan sebuah tombol untuk memunculkan layar sentuh di kaca. Ia memencet tempat tujuannya. Lalu, ruangan itu beranjak naik untuk menuju bagian teratas deck.
Minghao berdecak kecewa, padahal pasti menyenangkan berduaan dengan Mingyu di atas sambil menikmati pepohonan dan sinar matahari langsung.
"Sudahlah, lagipula masih ada aku," kekeh Eric. "Kau tidak menarik," sungut Minghao. "Hanya di ruangan ini aku tidak harus bersaing dengan Siyeon."
Hampir tiap perempuan atau lelaki manis di kelas atas akan mencoba menarik perhatian Mingyu. Baik anggota The royals atau non. Akses Mingyu adalah keseluruhan sekolah dan menjadi kekasih Mingyu artinya mereka juga bisa pergi ke tempat-tempat yang belum pernah mereka akses. Walaupun Mingyu beberapa kali mengajak anggota The royals menggunakan aksesnya, tapi itu cukup jarang.
Sejak lahir, baik sidik jari maupun pupil mata mereka sudah didaftarkan ke sistem. Artinya, sidik jari dan pupil itulah yang dipakai untuk mengakses tempat-tempat tertentu. Atau bahkan di rumah mereka sendiri. Rumah masa depan sudah menggunakan sistem canggih, walaupun dengan ekonomi bawah rata-rata. Minimal akses masuk mereka sudah menggunakan sistem ini. Fasilitas umum juga memakai ini, misalkan di transportasi yang digunakan secara umum.
Transportasi masa depan berupa kapal selam besar yang bisa menampung sekitar empat puluh manusia beserta sopir. Mereka cukup menaruh tangan di alat penindai, maka saldo mereka sudah langsung terpotong otomatis. Untuk berbelanja atau melakukan pembayaranpun sama. Manusia tak lagi repot membawa semacam kartu atau alat, jaman kuno itu sudah lewat. Jadinya setiap transaksi bersifat transparan dan diawasi secara ketat oleh lembaga keuangan.
Berkat hal ini, sistem korupsi pejabat juga diminimalkan. Karena setiap adanya penambahan saldo dalam jumlah tak wajar, pasti akan dilakukan pemeriksaan. Semua transaksi hanya bisa dilakukan di mesin transaksi resmi. Jika orangtua ingin memberikan saldo kepada keluarganya, mereka bisa langsung mengirimkannya asalkan di sistem orang itu memang tercatat sebagai anggota keluarganya. Semuanya sudah diatur sedemikian rupa demi meminimalisir kriminalitas.
Kini Mingyu sedang berada di atas deck. Jika diibarakan dengan masa lalu, tempat ini bisa disebuat sebagai pulau pribadi miliknya. Keluarganya yang membangun fasilitas ini, ditambah dengan fasilitas-fasilitas yang lain. Pemerintah menerima saja bantuan ini karena keluarga Mingyu memang tercatat sebagai investor terbesar di sekolah. Saldo itu memang murni kekayaan milik keluarga mereka, yang angkanya nyaris tak terbatas.
Ayah Mingyu adalah pemimpin perusahaan real estate skala besar. Hampir seluruh pembangunan deck atau fasilitas umum yang lain dilakukan oleh perusahaan mereka. Ditambah anak perusahaannya memproduksi kapal selam yang biasa dipakai untuk transportasi masa kini. Sekarang ini perusahaan mereka sedang memproduksi alat transportasi yang bisa dipakai untuk transportasi lintas udara. Orang-orang sudah bosan dengan pemandangan bawah laut serta ikan-ikannya. Mereka ingin melihat awan dan bagian atas lautan yang jarang mereka lihat.
Tapi untuk itu, diperlukan lokasi mendarat yang sesuai. Mungkin untuk awalnya, itu hanya akan dibuat untuk transportasi umum saja. Sambil membangun stasiun-stasiun pendaratan di atas air. Karena untuk keperluan pribadi, maka sang pemilik harus membangun tempat pendaratan sendiri di rumahnya. Itu bisnis yang menguntungkan. Karena sudah pasti perusahaan ayah Mingyu yang akan mengerjakannya.
Mingyu memperhatikan air laut yang hari ini terlihat lebih tenang. Itu juga membuatnya lebih tenang. Akhir-akhir ini ia sering mendapat mimpi aneh dan itu membuatnya agak kesal. Ia pergi ke tengah pulau untuk mendapatkan suasana berbeda. Pulau ini memiliki luas 200 x 160 meter. Ada sebuah bangunan di tengah-tengah untuk beristirahat. Di sekitar bangunan juga ada taman yang penuh bunga-bunga. Hanya ada beberapa pohon. Agak sulit membuat pohon ditanam disini, tapi seorang ahli berhasil mengatur agar akar pohon tak merusak deck dan pohon bisa tetap berdiri kokoh.
Mingyu menghela nafas, jenuh dengan teknologi. Suasana alam seperti ini benar-benar berbeda. Bahkan oksigennya terasa berbeda walaupun lebih sesak. Di deck, oksigen yang dihasilkan oleh ganggang bisa disimpan dan jumlahnya bisa diatur sesuai keinginan. Tapi sensasi sinar matahari menyentuh kulit terasa lebih istimewa. Yah, walaupun Mingyu tak suka terlalu lama juga. Dan sensasi seperti ini tak bisa didapatkan oleh semua orang.
VOCÊ ESTÁ LENDO
The Royals & Centres - Minwon (END)
Fanfic[Remake] Ini dunia masa depan, saat semua daratan tenggelam dan manusia hidup di laut dengan tempat tinggal buatan yang canggih dan penuh teknologi © Remake version for Minwon, originally titled 'The centers' by Eech31.
