hai guys kembali lagi di WP MAKLORMARKLEE karena saya sayang marklee tapi marklee sayangnya sama lee haechan, eaakk... tertampar duluan.
.
.
.
.
" woi...Riku, minta contekan dong" panggil yushi dengan suara pelan meminta contekan pada Riku yang duduk di meja sebrang.
" ck belajar mangkanya biar gak bego"
ujar Riku, tangan nya meremas kertas yang berisi jawaban, ia celingukan memastikan pengawas yang berada di depan. setelah merasa aman ia langsung melempar kertas itu kearah yushi
yushi ingin menangkap kertas yang di lempar Riku tadi sialnya kertas itu mengenai wajah sang pengawas.
" kalian berdua membawa contekan, habis ujian selesai kalian keruang BK!. udah tau lagi ujian! malah nyontek"
ahrgg... kenapa harus ketauan sih.
" aih.. yushi... pokoknya ini salah Lo " sewot Riku pada yushi hanya karena meminta contekan mereka berdua masuk ruang BK.
.
.
.
.
.
" kalian berdua tuh ya! gak ada diem nya! ada aja ulah kalian tuh. liat! nama kalian udah tertulis tinta merah! kalian jangan dulu pulang, bersihin halaman belakang sekolah dulu" marah Bu Marta
" Sion, jaehee, tolong kalian awasin mereka saat menjalani hukuman" suruh Bu Marta pada Sion dan jaehee yang duduk di kursi depan ruangan itu.
Sion menatap yushi malas, karena dia juga capek selalu menghadapi segala permasalahan yang yushi perbuat, sebenarnya yushi itu pintar tapi karena rasa malasnya itu membuat yushi menjadi seperti ini.
bel jam pulang sudah terlewat beberapa menit yang lalu, seluruh siswa sudah pulang kerumah mereka masing-masing, sedangkan 2 orang ini masih menjalani hukuman dengan di awasi ketos dan mantan OSIS.
" itu masih ada sampah, di ambil masukin tong sampah" ujar Sion yang duduk di bawah pohon yang lumayan rindang.
" berisik lu, bantu kek Jan santai aja, capek cok" yushi membanting sapu lidi yang ia pegang ke tanah.
" dih ogah, orang tugas gue cuma ngawasin lu doang "
" semoga gue gak dapet jodoh kaya Lu" ucap yushi lalu ikut duduk di pohon itu.
najis gue kalo punya istri kaya lu yang suka bikin masalah batin Sion .
setelah semuanya beres yushi segera berjalan menuju mobilnya yang ia parkiran di depan lapangan voli, sementara Riku pulang dengan kekasihnya jaehee jadi ia pulang sendirian.
.
.
.
.
.
setelah beberapa menit mengendarai mobil akhirnya yushi sampai di rumah nya, halaman nya lumayan luas di tanami pohon dan bunga mawar yang indah.
" buna... yushi pulang" yushi melangkah menuju ruang keluarga dimana ada seorang pria cantik yang sedang duduk di sana.
" ah... sayang, tumben pulangnya jam segini?" tanya jaemin pada sang anak bungsunya itu.
" tadi Yuyu di hukum dulu jadi pulang nya jam segini deh" jawab yushi.
jaemin hanya tersenyum lalu membelai lembut rambut yushi yang berwarna hitam kecoklatan," yaudah sana Yuyu mandi terus istirahat ya" suruh jaemin pada sang anak.
yushi mengangguk lalu berjalan menuju kamarnya yang berada di lantai atas sesampainya di dalam kamar ia merebahkan tubuhnya di atas kasur menatap atap langit-langit kamar tidur nya.
sial banget gue hari ini
batin yushi lalu berdiri melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan badan nya yang terasa lengket karena keringat.
" seger banget badan gue " ucap yushi lalu duduk di depan meja riasnya yang tertata rapi skincare miliknya.
setelah beres dengan skincare nya yushi langsung keluar dari kamar nya untuk turun menuju ruang keluarga.
" cantik nya anak ayah, tapi Yuyu gak kedinginan pake baju kaya gitu?" tanya Jeno melihat yushi hanya memakai celana pendek dan kaos oblong polos berwarna hitam.
" gak kok,yah, Yuyu udah biasa pake baju kaya gini" jawab yushi lalu duduk di pinggir jaemin.
" anak buna seminggu lagi lulus SMA, udah besar ya sekarang, pasti udah punya pacar" ucap jaemin dengan menaik turunkan alis nya.
" gak, Yuyu masih single"
" ya bagus kalo kamu masih single kan kamu mau di jodohin"
mata yushi membulat sempurna saat mendengar ucapan Ji-Sung tadi," di jodohin? gak ah, yushi mau cari sendiri aja" tolaknya.
" ya~ yushi, jangan nolak, ini juga buat merubah sikap kamu, biar jadi mandiri dan gak ketergantungan sama ayah,buna,dan Abang kamu"
yushi bungkam ia tidak bisa lagi melawan jika Jeno sudah berbicara, " ayah jangan kayak gitu, nanti aku jelasin ke Yuyu" tegur jaemin " udah sayang kita ke kamar kamu aja ya, buna jelasin" lanjut jaemin lalu mengajak yushi untuk naik ke atas menuju kamarnya.
.
.
.
.
.
.
.
" buna Yuyu gak mau di jodohin " rengek nya memeluk tubuh jaemin dengan erat.
" sayang dengerin buna. Yuyu buna jodohin biar Yuyu tau gimana rasanya menjalani pernikahan dan gimana rasanya mengurus suami nanti, apalagi kalo punya baby, jadi ini itu biar Yuyu bisa mandiri dan bisa rasakan apa yang buna rasakan sekarang" jelas jaemin pada yushi yang masih setia memeluk nya dengan sesenggukan.
" tapi Yuyu belum siap buna"
" mau Yuyu udah siap mau Yuyu belum siap, tapi Yuyu harus siap, Yuyu sayang gak sama ayah"
" sayang"
" nah kalo Yuyu sayang sama ayah, Yuyu harus siap ya"
yushi hanya diam menenggelamkan wajahnya di ceruk leher jaemin. ia pasrah dengan keadaan, apapun yang akan terjadi ia harus siap menjalaninya.
♣~♪~♪~♣~♪~♣
jika ada typo mohon di maafkan, karena typo itu jiwa saya,jika tidak typo berarti bukan jiwa saya, bercanda~ bercanda~
segini dulu nanti lanjut lagi nanti malam bay, malming sish dan Alhamdulillah ulangan udah selesai yay seneng aku tuh jadi Jan lupa pencet bintang sama komen nya ya bay bay gys much 💋
kecup bibirnya dari Riku 💋
YOU ARE READING
♥ TERPAKSA? ♥ [ SIYU ]
Fanfictionketerpaksaan namun bisa mengubah semuanya.Dari situlah kehidupan dua remaja berubah 180° ❗baca dulu baru skip, kalo gak dibaca gak tau isinya makanya dibaca dulu sayang, cantik ganteng ❗wet Jan jadi silent reader kasihlah kritik sama bintang nya...
![♥ TERPAKSA? ♥ [ SIYU ]](https://img.wattpad.com/cover/396075029-64-k864332.jpg)