Pada tanggal 25 November 2025, di suatu rumah suara hembusan nafas yang terus terusan tak karuan terdengar hampir di semua telinga.
*GEDUBRAK!!* Bunyi bantingan pintu tersebut.
"Mau sampai kapan sih Glan??? Hidup bergantungan begini terus?!?!" Bentak sang ibu atau mama yang biasa ia panggil. Sang mama berbentak sangat kencang di luar pintu kamar tersebut.
"Aku tau mah! Sudah aku coba cari semua pekerjaan, telah ku lamar, tapi apa??? Hasilnya nihil!!! Kenapa sih ngak ngerti banget?!?" Jawaban bentakan tersebut dari sang anak Glan yg sedang berdiri di kamar membelakangi pintu.
Detak jantung glan berdebar sangat kencang menahan emosi yang meluap, sampai akhirnya membuka pintu kamarnya, berjalan keluar dengan tergesa gesa. Selalu si mama tak bisa tenang dan berhenti, omongan terus selalu harus mengomentari tanpa henti sampai akhirnya glan berkata.
"Pergi saja terus, seperti biasa kabur dari masalah menuju perpustakaan itu kan!!!" Ucap mama dengan emosi yang tinggi, namun papa Glan menenangkan sang istrinya tercinta.
"Sayang sudahh ada jalannya nanti, bersabarlah.." tenang sang ayah yang memegang bahu sang mama dari belakang.
Selalu saja berulang kali pertengkaran terjadi, Glan tentu selalu menutup telinganya berjalan keluar hingga suara tersebut terdengar samar.
Berjalan sekitar sepuluh menit membawa glan sampai di perpustakaan tempat biasanya ia menenangkan diri, suasana yang sunyi penuh buku yang dapat glan baca, menginspirasi pikiran serta membuat khayalan dari isi dari buku yang telah dibaca.
Saat glan berada tepat didepan perpustakaan perlahan pintu perpustakaan itu terbuka otomatis, angin dari pendingin ruangan tersebut telah berhembus hingga membawa tubuh glan sampai dan masuk ke perpustakaan tersebut, mulailah tangannya memilih buku di rak rak tersebut.
Telah banyak buku yang ia baca namun sebagian hanya untuk menghilangkan emosinya dari mama atau papa, mereka terkadang menyebalkan namun glan masih sangat menyayangi mereka.
Glan kembali mencari tempat duduk yang menyendirikan dirinya, di sudut ruangan saat hendaklah glan membaca buku membuka halaman yang ke tiga puluh tujuh *slet* bunyi kertas itu, tiba tiba terdengar suara hentakan kaki yang pelan namun glan tidak memperhatikannya karena fokus pada buku yang di baca.
"Dik, dik!" Panggil seorang kakek yang tiba tiba muncul dan mengagetkan Glan.
"Ah!, maaf kakek ada apa?" Jawab Glan dengan kaget sambil berdiri dari kursi yang ia duduki serta berbalik badan memerhatikan kakek tersebut.
"Ini saya ingin memberi jam tangan ini" ucap sang kakek sambil mengulurkan tangannya dengan jam yang digenggam olehnya.
"Ti-tidak perlu kek" tolak glan dengan pelan, namun sayangnya kakek tersebut terlalu memaksa.
"Ambillah, kakek ingin kau mengambilnya dan merawatnya dengan baik. Namun, nak kau hanya dapat ke masa depan sebanyak dua kali dan masa lalu dua kali" paksa kakek itu secara tidak langsung, karena Glan berada di perpustakaan dan tidak mau terlalu banyak bicara ia langsung mengambil jam tersebut lalu berbalik kembali duduk, saat melihat jam tersebut ia hendak menanyakan sesuatu mengenai masa depan dan masa lalu yang telah diucapkan kakek itu.
"Tapi kek maksudnya ke masa dep-" omongan Glan terhenti saat ia menengok kebelakang, kakek itu sudah menghilang pergi entah kemana.
Dalam benak Glan ia berkata *serius ini?? Kakeknya gak gila kan??*.
Glan sangat heran serta kebingungan karena itu niat untuk membacanya langsung menghilang, akhirnya ia pun mengembalikan buku dan menuju keluar dari gedung perpustakaan tersebut sambil memandangi Jam itu dengan heran. Melewati cafe lalu tiba lah aku berhenti yang di sampingnya toko jam.
Glan hendak terfikir perkataan kakek itu dan memutar jam tersebut kebelakang sebanyak satu kali, ia terheran saat berbalik badan mengapa cafe yang berada di sebelah toko jam tersebut hanyalah rumah seperti kos kosan. Lalu ia kembali menengok kesamping yaitu toko jam Glan melihat kalender yang jelas bertulisan tanggal 25 bulan november tahun 2000 dan saat itu ia juga baru berumur satu tahun, betapa kagetnya glan jantungnya berdebar seakan ingin meledak.
"Aku gak minus kan??" Ucap Glan dengan terkejut dan sedikit panik, serta berusaha berfikiran jernih.
Glan hendak memasuki toko jam tersebut, pintu telah ia mendorong pintu itu melangkahkan kakinya, pintu itu terdapat lonceng yang berbunyi "kling..*. Seorang perempuan yang tampak seumuran memberikan sambutan sambil membelai rambutnya sendiri.
"Selamat datang, cari apa??" Tanya perempuan itu dengan senyum, ia tersenyum bagai malaikat yang sedang melayang, senyumnya begitu manis seperti gula yang terdapat di kue bolu.
Betapa terkejutnya Glan mendengar suaranya yang lembut dan ia tidak bisa berhenti terpesona akan ke cantikan perempuan tersebut.
*Cantik.. bangett* ucap benak Glan dengan tiba tiba, mukanya terlihat begitu merah dan mulai melangkah satu persatu mendekati perempuan tersebut.
BERSAMBUNG...
أنت تقرأ
If Only Time With You
عاطفيةDi tahun 2025 ini, di suasana rumah yang berantakan penuh dengan amarah dan emosi yang meluap membawa sang Glan ke tempat penenangannya yaitu perpustakaan, di tengah membaca buku ia di kagetkan oleh seorang kakek yang memanggilnya, kakek itu memberi...
