Tentang seorang gadis yang bernama Bentala Laut, sama seperti arti dari namanya, yaitu badai laut. Hidupnya dipenuhi kekacauan dan badai terus terjadi tanpa henti.
Hidupnya hancur, tempat pulangnya telah hilang. Rumahnya terbawa badai yang menerjang...
Hei! Terimakasih karena sudah menyempatkan diri untuk mengunjungi ataupun tertarik membaca cerita ini...
Diharapkan semoga para pembaca menikmatinya dan menyukai cerita Laut Juga Manusia karya pertama milik calmocean hingga jemarinya tak segan untuk memencet tombol vote di bawah yaaa!
Baik, ini cerita hasil pikiran rumit calmon sendiri, tidak ada plagiat dari karya orang lain! Mohon untuk dihargai, ya readers!
Yuk terus dukung, dan ramaikan cerita baru ini, ikuti juga akun calmocean, biar kalian punya koleksi cerita keren di perpustakaan Wattpad nya!
Happy Reading!
Oups ! Cette image n'est pas conforme à nos directives de contenu. Afin de continuer la publication, veuillez la retirer ou mettre en ligne une autre image.
Laut terus menghapus sampah di pesisirnya, tak pernah lelah. Dia juga terus mendengarkan cerita orang-orang yang datang membutuhkannya untuk mencari ketenangan, tak pernah bosan. Tapi, apakah laut tidak pernah merasa lelah? Apakah dia tidak pernah ingin menangis?
Tapi, kepada siapa dia bisa menangis? Memangnya dia punya tempat untuk pulang? Mengadukan semua yang terjadi di kehidupannya kepada orang yang ingin mendengar semua cerita yang dia pendam? Sayangnya, tidak ada yang memahami kehidupannya.
Laut memiliki cerita sendiri, yang tidak pernah didengarkan oleh siapa pun. Dia memiliki perasaan yang tidak pernah dipahami oleh manusia manapun. Buih di permukaannya tidak bisa menutupi sakitnya. Laut merasa sakit karena tidak pernah dipahami.
Dia hanya berkomunikasi dengan manusia saat mereka membutuhkannya. Tapi, apakah itu cukup? Apakah laut tidak berhak untuk memiliki kebahagiaan sendiri? Berapa lama lagi laut harus di perlakukan tak adil oleh mereka?
Hidupnya penuh dengan orang-orang tak tau diri. Laut terus menyelam dalam ke dasar dirinya, mencari kebahagiaan yang tidak pernah ditemukannya. Tapi, apakah itu mungkin? Apakah laut bisa menemukan kebahagiaan jika tidak ada yang memahaminya?
Apa Laut salah jika dia terkadang menunjukkan gelombang tinggi kepada mereka karena perasaannya yang tak pernah di dengarkan? Mencari kebahagiaan adalah hal mudah untuk dilakukan seseorang. Berbeda dengan Bentala Laut.
Mereka hanya menatap dirinya lama, lalu diam-diam meludah karena melihat misteriusnya dia. Matanya menyorot sedalam samudera, tak ada yang bisa mengartikan tatapan itu.
Sekarang, apa yang ingin dia lakukan dengan hidupnya yang penuh luka? Mencoba mengobatinya perlahan-lahan atau hanya akan memberikan lukanya mengering dengan sendirinya? Tangannya selalu menengadah, menyentuh butiran air hujan yang turun membasahi bumi. Tangannya terus meraup butiran-butiran kecil pasir putih.
Matanya tetap terfokus, menatap hamparan luas lautan dalam dengan cerita yang tak bisa dia mengerti. Apa yang dia cari di sini? Hanya duduk di atas pesisir dan tak menyingkir saat ombak kecil dengan deburan tenangnya itu datang menghampirinya? Tentu saja tidak.
Laut hanya menumpang istirahat, duduk diam dengan isi hatinya yang terus berbicara. Semua lukanya membekas, dia mencurahkan semua isi hatinya kepada air bening berwarna biru itu. Tidak ada yang peduli dengan kesedihannya, tapi itu tidak penting. Yang terpenting, dia bisa menumpahkan semua kesedihannya.