#1

3 1 0
                                        

Dulu, semua terasa sangat sederhana. Kita hanyalah dua anak kecil yang hidup didalam dunia kecil yang kita buat sendiri.

Aku ga terlalu inget gimana kita bisa ketemu satu sama lain. Yang aku tau, kita berada disatu kelas yang sama.

Kita ga pernah interaksi, ga pernah tau satu sama lain walau sekelas. Sampai ada waktu dimana mama ngajak aku ke rumah besar diseberang rumah.

Ternyata itu rumah kamu ya, Gal.

Dan akhirnya untuk pertama kalinya garis interaksi itu tercipta dengan jelas, dan terus berlanjut hingga waktu yang ga pernah aku bayangin sebelumnya.

_____

Aku suka main sama kamu.

Aku menikmati soreku disaat aku duduk di pinggir teras rumah kamu sambil ngeliat kamu dan temen-temen yang lain bermain bola di halaman rumahmu yang besar. Menertawakan kekonyolan kalian disaat bermain dan menyimak pertengkaran kecil yang ada.

Aku juga selalu suka disaat kamu istirahat ke pinggir dan bergabung duduk disebelah ku sambil menceritakan hal random khas anak kecil.

Duniaku terasa indah dan ringan saat itu.

Aku suka dimana kita bermain dan bernyanyi ampar-ampar pisang bersama. Merasa kesal ketika kamu menepuk dengan ketukan yang salah, dan bahagia ketika kita berhasil menyelesaikan lagu dengan ketukan yang tepat.

Aku juga suka dimana aku ngerasa canggung sama kamu sebelum memulai bermain. Dulu seinget ku, aku selalu minta maaf ke kamu sebelum main. Aku juga ga inget kenapa aku begitu.

Aku selalu nunggu sore setiap harinya biar bisa pergi ke rumah kamu. Aku suka rumah kamu. Dan kamu.

Tapi sayangnya, itu dulu.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jun 03, 2025 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

PathsWhere stories live. Discover now