Mantan| 1

83 2 2
                                        

"Delapan belas, Sembilan belas, dua puluh, dua.. pu..luhh satuu. " Teriak gadis berambut pendek sebahu dengan napas yang mulai tersenggal-senggal karena aktivitas yang sedang dilakukannya.


"Anjir, Na. Gue rasanya kaya lagi sakaratul maut!" keluhnya berbisik pada Namira sahabatnya yang juga tengah menjalani hukuman sama seperti dengan nya.

"Iya, Rose sama. Udah diujung tenggorokan nih, tinggal cabut dikit keluar dah nyawa gue." Namira menimpali.

"Apa pura-pura pingsan aja ya?" Secercah ide tiba-tiba muncul di otak gadis berambut sebahu itu.

"Yakin lu?" Namira menatap sahabatnya.

Gadis yang dipanggil Rose itu mengangguk mantap.

"Kalo ketauan gimana? Ntar tambah double njir hukuman kita." Namira bergidik ngeri. Dia tidak bisa membayangkan harus melakukan squat 100 kali. 50 kali ini saja rasanya sudah mau mati apalagi 100 kali. Ditambah lagi dia tidak yakin apakah dia mampu mengelabui seniornya itu.

"Yaudah kalo lu nggak mau, biar gue aja yang lakuin. Tapi awas lu sampe cepu!"
Rose memperingati.

"Ros lu-"

"YANG BELAKANG MANA SUARANYA?" teriakan dari Jeno, menginterupsi Namira.

"DUA PULUH TIGA, DUA PULUH EMPAT, YANG KOMPAK NGITUNGNYA! ATAU KALIAN MAU SAYA MINTA MENGHITUNG DARI AWAL?"
lanjut Jeno diakhiri decakan penuh kekesalan melihat banyak sekali juniornya yang melanggar aturan siang ini.

"Sing sabar Jen iki sek hari pertama lo!" (Yang sabar Jen ini masih hari pertama). Pemuda dengan nametag yang melingkar di lehernya mencoba menenangkan Baskara Jeno Adiwibawa, ketua umum UKM MAPALA, Universitas Bunga Bangsa.

Jeno melirik Arjuna Danu Perwira dengan tatapan kurang bersahabat. "Justru karena ini hari pertama harus nya mereka bisa mikir untuk datang lebih awal!" Ketusnya.

"Emang dasar aja, pada nggak punya otak!"

"Gini mau ikut UKM MAPALA!" Sungut Jeno.

Sebenarnya tidak ada yang salah dari ucapan Jeno yang memang terdengar sedikit tidak ramah di telinga. Namun itu semua ia lakukan sebagai bentuk tanggung jawab nya menjadi seorang ketua umum UKM MAPALA di kampus ini. Toh peraturan ini dibuat juga atas persetujuan mereka. Karena sebelum melakukan kegiatan pada hari ini. Mereka telah melakukan technical meeting, dimana dalam kegiatan tersebut Jeno tidak hanya memaparkan secara singkat profil UKM ini, namun juga mengajak mereka untuk membuat aturan yang harus disepakati setiap anggota UKM MAPALA angkatan 16 beserta konsekuensi nya dengan cara terbuka tanpa ada paksaan.

"Wes, Jun meneng o wae, tiwas dikepruk ndas mu mbi Jeno." (Udah Jun, diam aja, daripada nanti kepalamu yang kena hantam Jeno) Ratna Galih Pratiwi, satu-satunya senior perempuan di UKM MAPALA ini mencoba menengahi.

Arjuna menurut dan memilih diam tidak jadi mengutarakan opininya untuk membantah Jeno. Dia tau bagaimana sifat Jeno dan lagipula dia masih sayang dengan kepalanya meskipun nggak ada isinya.

"Gue udah nggak kuat, Na. Gue mau pura-pura pingsan aja sekarang! " Ujar Rose tanpa menunggu persetujuan dari Namira, dia langsung menjalankan aksi liciknya.

Bugh

Rose menjatuhkan tubuhnya ke lantai marmer yang sontak membuat seluruh orang yang berada di sana memberikan atensi padanya.

"Eh anjir, ada yang pingsan." Kaget Jaemin Sadewa Putra, senior UKM MAPALA yang dari tadi sibuk melakukan dokumentasi kegiatan.

Dengan sigap pemuda yang sedari tadi diam di belakang barisan junior yang sedang menjalankan hukuman menghampiri Ros dan langsung mengendongnya untuk di bawa ke dalam basecamp.

Mantan | Lee HaechanTahanan ng mga kuwento. Tumuklas ngayon