Bab 1: Salju Pertama dan Anak Cerewet

6 1 2
                                        

Musim dingin datang lebih awal di kota kecil Finlandia tempat Sekolah Aurinkoinen berdiri. Salju turun perlahan sejak subuh, melapisi jalanan dengan selimut putih yang dingin dan tenang. Udara menusuk sampai ke tulang, membuat napas terlihat seperti asap tipis di udara pagi.

Tapi bagi Arka, hari itu terasa istimewa. Ia mengenakan sweater biru tua yang sudah agak usang, tas ransel melintang di bahunya. Suara langkah sepatunya menggores salju tipis di trotoar, menambah ritme pagi yang dingin.

“Kenapa ya, salju ini jatuh kayak perasaan aku tiap kali lihat nilai matematika,” gumamnya sambil tersenyum sendiri, suaranya agak cempreng tapi penuh semangat.

Arka berjalan menuju tangga depan sekolah, tempat favoritnya untuk duduk dan melepaskan pikiran di pagi hari. Dia duduk, mengeluarkan roti lapis buatannya sendiri dari tas, dan mulai mengunyah sambil mulutnya tak berhenti bergerak.

“Tangga ini tempat paling nyaman buat mikir. Udah kelas 12, harus mulai mikirin masa depan. Tapi jujur aja, kadang aku mikir, kok hidup sekolah ini gitu-gitu aja, ya? Nggak ada yang bikin deg-degan, nggak ada yang bikin jantung kerja lembur kayak lagi nonton drama korea...”

Dia tertawa sendiri, lalu menatap jalan depan sekolah yang masih sepi.

Saat itu, pintu sekolah terbuka dan seorang gadis melangkah masuk. Dia mengenakan sweater biru muda yang bersih, syal abu-abu melilit lehernya dengan rapi. Rambut hitam panjangnya tergerai sempurna di bahu. Matanya menatap lurus ke depan, tenang seperti salju yang menutupi seluruh kota.

Tatapan mereka bertemu sekejap saja, tapi cukup membuat jantung Arka berdetak lebih kencang dari biasanya.

Gadis itu lewat tanpa menoleh ke belakang.

Arka masih duduk, menatap pintu masuk yang kini kosong, berharap dia akan kembali. Tapi hanya ada salju yang terus turun perlahan.

“Siapa dia? Kelas berapa? Kenapa dia terlihat beda?” gumamnya dengan rasa penasaran yang tumbuh perlahan.

Senyum kecil muncul di wajahnya. Untuk pertama kalinya dalam waktu lama, Arka merasa hari sekolahnya tidak membosankan. Ada sesuatu yang baru, sesuatu yang membuat musim dingin ini berbeda.

Dan itu semua karena seorang gadis dengan sweater biru muda.

---

"NOT IN LOVE... UNTIL YOU"Stories to obsess over. Discover now