Kegiatan upacara mungkin menjadi salah satu hal yang paling dibenci oleh para murid sekolah. Apalagi jika didukung dengan cuaca panas dan pidato dari pembina upacara yang panjang, sungguh kombinasi yang mengerikan bagi Ziva. Kelasnya sekarang berada dibarisan paling pojok dekat dengan barisan para murid yang datang terlambat.
Ziva menatapi barisan para murid terlambat dimana disitu terdapat Annisa yang terlihat matanya sedang fokus pada kak Juan selaku pemimpin upacara. Temannya itu memang dari kelas sepuluh selalu sengaja datang terlambat ketika upacara jika kakak kelas tersebut mendapat tugas menjadi pemimpin upacara. Karena dengan berada dibarisan murid terlambat, Annisa bisa melihat kak Juan dengan jelas.
"Ziv, udah ngerjain tugas sejarah belum?" tanya Bhaskara yang berada disebelah cewek tersebut.
"Kenapa, kamu mau nyontek?" tebak Ziva yang sudah paham dengan kelakuan temannya itu. "Makanya kalau dapat tugas segera dikerjain bukan malah main gitar melulu."
"Seminggu terakhir aku sibuk bikin lirik lagu Ziv, makanya aku jadi enggak punya waktu buat ngerjain tugas."
"Kamu buat apa bikin lirik lagu?" tanya Ziva penasaran.
"Orang yang hobi main musik kan pasti tujuan utamanya bikin lagu Ziv, makanya aku juga mau buat lagu sendiri biar bisa kuupload diinternet." jawab Bhaskara dengan bangga.
Ziva cukup kagum mendengar jawaban cowok disebelahnya itu. "Terus gimana sudah selesai?"
"Belum, baru juga kemarin aku mulai nulisnya."
"Lah, tadi kamu bilang sudah seminggu bikin lirik lagunya?"
"Seminggu itu ngumpulin niatnya, tapi mulai nulis liriknya baru kemarin lima menit sebelum tidur." jawab Bhaskara berusaha mengingat.
"Kalau aku boleh kasih saran, kamu bikin aja lirik tentang murid sekolah yang selalu dimarahi sama guru matematika. Menurutku bakal banyak yang relate sama lagu itu." usul Ziva dengan nada mengejek.
"Dih, ngapain aku harus bikin lirik lagu tentang guru galak kayak bu Susi."
"Semua guru juga pasti bakal jadi galak kalau lagi jelasin materi tapi muridnya malah main gitar." ejek Ziva yang masih mengingat penyebab bu Susi sangat kesal dengan Bhaskara. Dimana saat kelas sepuluh ketika bu Susi pertama kali mengajar dikelasnya, cowok tersebut justru asik main gitar saat guru itu sedang menerangkan materi.
Bhaskara tersenyum kecil sambil menggelengkan pelan kepalanya. "Hidup itu harus balance Ziv, karena aku selalu rajin dipelajaran bahasa inggris jadi dipelajaran lain harus malas biar imbang."
Tiba - tiba ada yang memegang bahu Bhaskara dari belakang.
"Wah, biasanya di film horor kalau ada yang menepuk dari belakang gini pertanda buruk." keluh Bhaskara yang kemudian menoleh kebelakang dimana ternyata yang memegang bahunya adalah guru BK.
"Kamu itu sudah berdiri paling depan tapi malah ngobrol." kata guru BK yang segera menjewer Bhaskara dan menghukumnya dengan menyeretnya ke barisan murid terlambat.
"Kok cuma saya doang yang diseret pak? kan Ziva juga ikut ngobrol." keluh Bhaskara yang tidak mau dihukum sendirian, namun guru BK itu terlihat tidak peduli dan tetap membawa Bhaskara ke barisan murid terlambat.
Saat jam istirahat, Ziva dan Annisa yang membawa bekal menikmati makananannya itu didalam kelas sambil membahas episode terbaru drakor kesukaan mereka. Annisa lalu menirukan dialog favoritnya di episode tersebut dengan sangat lancar yang membuat Ziva kagum.
"Kamu fasih banget pake bahasa koreanya Nis." puji Ziva sambil bertepuk tangan.
"Mungkin dipelajaran bahasa inggris aku bodoh, tapi kalau urusan bahasa korea aku jagonya." jawab Annisa dengan nada pamer.
Dibelakang mereka yaitu Bhaskara yang baru selesai makan bekalnya segera maju untuk duduk dimeja guru sambil memegang gitarnya. Semua murid yang masih ada di kelas sudah tidak kaget dengan tingkah cowok tersebut, karena sekarang waktunya sesi karaoke berasama Bhaskara.
Sejak kelas sepuluh setiap jam istirahat pertama, Bhaskara terkadang melakukan sesi karaoke dimana teman- temannya di kelas boleh request lagu yang nantinya akan dinyanyikan cowok tersebut. Awalnya banyak yang menganggap hal tersebut aneh, tapi karena suara Bhaskara merdu didukung dengan skill gitarnya yang hebat membuat teman - temannya jadi ketagihan. Mereka lalu menyebut kegiatan itu dengan 'Sesi Karaoke bersama Bhaskara'.
"Ada yang mau request lagu untuk kunyanyikan?" tanya Bhaskara sambil memandangi sepuluh anak yang masih berada dikelas. "Atau mungkin ada yang mau nyanyi didepan nanti bakal kuiringi dengan gitar."
Annisa dengan cepat mengangkat tangannya. "Aku mau nyanyi Bhas!"
Sebagian murid segera protes karena tahu jika Annisa pasti akan menyanyikan lagu korea yang tidak mereka pahami, hal ini juga diperparah dengan suara cewek tersebut yang fals. Sayangnya Annisa tidak peduli dengan protes teman - temannya itu dan tetap maju kedepan.
"Ini chord gitarnya Bhas." kata Annisa sambil menunjukkan layar hpnya.
Bhaskara memandangi chord gitar yang ada dilayar hp Annisa, setelah melihat satu menit cowok tersebut mengatakan sudah hafal. Terdengar aneh tapi Bhaskara memang punya bakat menghafal chord lagu dengan cepat. Bahkan sekarang ia berhasil membawakan lagu tersebut dengan lancar melalui gitarnya.
"Tuh anak ngehafalin chord lagu bisa secepat itu, tapi rumus lingkaran aja dia enggak hafal." keluh Ziva yang bersiap menutup telinga agar terlindung dari suara temannya yang fals itu.
Tiba - tiba ada yang mengetuk meja Ziva dari samping.
"Boleh minta tolong ajari aku materi akutansi buat ulangan ekonomi nanti enggak?" minta Nathan yang telah membawa kursi dan duduk disebelah Ziva.
"Boleh, kamu enggak paham yang bagian apa?" tanya balik Ziva sambil mengeluarkan bolpoin dari tepaknya.
"Semuanya."
"Hah!? Ini dua jam lagi kita ulangan dan kamu enggak paham sama sekali sama materinya?"
Nathan mengangggukkan kepalanya dengan santai. Ziva menghela napas pelan dan mengambil buku tulisnya untuk mulai mengajari cowok tersebut. Bhaskara yang lagi asik main gitar langsung terfokus memandangi mereka berdua, begitu juga Annisa yang berhenti nyanyi ketika tahu cowok disebelahnya sedang memandangi Ziva.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tangga Impian (TAMAT)
RomanceSpin off dari cerita Skenario Cinta. (Kalau belum baca Skenario Cinta maka tidak masalah)
