Ketika jam kosong maka akan ada beberapa kegiatan yang biasanya dilakukan murid sekolah saat di kelasnya. Seperti yang terjadi di kelas XI - C SMA 2 Matahari yang begitu mendapatkan informasi jika pelajaran terakhir hari ini jam kosong, para murid langsung senang dan melakukan aktivitasnya masing - masing.
Terlihat ada empat murid yang mulai melakukan kegiatan favoritnya saat jam kosong. Ziva dan Annisa yang mulai menonton drama korea melalui laptop, lalu dibelakangnya ada Bhaskara yang mengambil gitar untuk dimainkan bersama yang lain, serta Nathan yang duduk dipaling belakang dengan cepat membentangkan koran dilantai untuk tidur dengan tasnya sebagai bantal.
"Bisa enggak sih kalian main gitarnya dipojok belakang aja!" keluh Annisa yang duduk disebelah Ziva. Dirinya merasa terganggu dengan Bhaskara dan temannya yang sedang bernyanyi.
Bhaskara yang hobi mengganggu Annisa bukannya memelankan genjrengan gitar namun justru makin mengencangkan suaranya. Dia baru berhenti ketika melihat cewek didepannya berniat melemparinya tepak pensil.
"Padahal Nathan kalau lagi menjalani kehidupan koala aja enggak pernah keganggu sama kita." kata Bhaskara yang kecewa.
"Nathan sih kalau lagi tidur ibaratnya sudah kayak cosplay jadi mayat, susah banget buat dibangunin." komentar Ziva. Semua murid kelas XI - C paham betul dengan kebiasaan Nathan tersebut ketika tidur. Karena itulah mereka menyamakan cowok tersebut dengan hewan koala yang juga suka tidur.
"Gimana kalau kalian main gitarnya disebelah Nathan aja, jadi kami berdua bisa nonton drakor dengan tenang." usul Annisa sambil memberikan gestur mengusir.
"Tapi aku maunya main disini gimana dong?" tanya Bhaskara yang mulai memainkan gitarnya kembali.
"SHIBAL!" bentak Annisa dengan kesal.
Bhaskara yang mendengar itu langsung mengeluarkan ekspresi bingung. "Kamu nyiptain bahasa gaul baru?"
"Itu kata umpatan dalam bahasa korea Bhas." jawab Ziva yang sedikit tertawa dengan respon Bhaskara tadi.
"Wah, jadi ini rasanya diumpat sama orang korea." kata Bhaskara yang kemudian lanjut main gitar bersama temannya.
"Yaudah kamu boleh lanjut main gitar disini tapi kedepannya enggak bakal kukasih contekan tugas matematika lagi." ancam Ziva selaku murid paling pintar di kelas.
"Astaga jahat banget, kamu lupa kalau aku jadi anak kesayangannya bu Susi yang selalu diincar buat diperiksa tugasnya." kata Bhaskara selaku murid yang cuma pintar dipelajaran bahasa inggris. Cowok tersebut selalu menjadi murid pertama yang diperiksa oleh guru matematika yaitu bu Susi terkait tugas, jika ketahuan belum selesai maka Bhaskara akan dihukum buat mengerjakannya di kantor guru. Dimana hukuman ini hanya berlaku untuk cowok tersebut.
"Makanya cepat pergi sana, gangguin kami nonton drakor aja." protes Annisa.
"Sudah Bhas ayo main disebelahnya Nathan aja. Kita nyanyi pake mic juga tuh anak enggak bakal bangun." ajak Radit yang duduk disebalah Bhaskara.
"Tangan dia apa enggak bosan main gitar terus setiap hari." keluh Ziva sambil memandangi Bhaskara dan Radit yang pergi kebelakang.
"Tuh anak kan emang hobi main musik Ziv, impiannya aja jadi penyanyi." kata Annisa.
"Hobi ya.."
"Kenapa?"
Ziva menggelengkan kepalanya pelan dan mengajak Annisa untuk lanjut menonton drakor. Membicarakan hobi adalah topik yang memang jarang dibahas oleh cewek tersebut, karena dia selalu iri dengan orang - orang yang bisa percaya diri menjalankan hobinya seperti yang dilakukan Bhaskara.
Berbeda dengan Ziva yang sekarang tidak punya lagi keberanian untuk menjalankan hobinya lagi. Dirinya takut hatinya akan terluka kembali seperti yang pernah dialaminya saat SMP.
Ilustrasi karakter :
1. Ziva
¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.
2. Nathan
¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.
3. Annisa
¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.
4. Bhaskara
¡Ay! Esta imagen no sigue nuestras pautas de contenido. Para continuar la publicación, intente quitarla o subir otra.