Belenggu api telah membara di dalam diri.
Berdiri tegak namun telah di gertakan oleh sunyi.
Kehancuran dan penderitaan meronta-ronta di dalam hati.
Bisa saja aku pecahkan kaca itu supaya tidak terasa sepi.
Namun akankah aku dapat kembali pulih.
Mengapa semuanya begitu sunyi.
Hanyalah gelap yang dapat dilihat oleh mata ini.
Tak ada cahaya ataupun sinaran yang dapat diselubungi.
Kelaraan itu tiada arti.
Dan penderitaan itu tak memiliki hati nurani.
Sampai-sampai melumpuhkan raga dan jiwa yang sesak ini.
Harap semua yang telah terjadi.
Semata hanya sekedar manipulasi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rangkaian Kata
PoetryKumpulan puisi serta sajak yang dapat diartikan sesuai dengan pandangan perspektif dari setiap pembacanya. Namun juga dapat diartikan sebagai pesan tentang empati, doa tentang kelembutan, dan refleksi tentang hubungan ataupun kehidupan.
