Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Chapter 1

209 10 1
                                        

Jimmy menatap lembut wajah kecil yang sedang tertidur pulas di pangkuannya. Avocean, anak mereka yang baru berusia tiga tahun, tampak begitu damai meskipun dunia di luar sana penuh ketidakpastian. Senyuman kecilnya membuat semua kelelahan dan beban Jimmy hilang seketika. Di sudut ruangan yang sederhana, terdapat tumpukan mainan, foto keluarga kecil mereka, dan secangkir kopi yang sudah mulai dingin.

Sea duduk di sofa, menatap Jimmy dan Avocean dengan mata yang penuh cinta dan kebanggaan. Suasana pagi itu begitu hangat, suara tawa kecil Avocean yang menyambut hari baru membuat rumah mungil mereka terasa lengkap.

“Jimmy,” Sea memecah keheningan. “Kamu tahu, aku nggak pernah nyesel kita punya anak seperti Avocean. Dia... cahaya hidup kita.”

Jimmy mengangguk, matanya tak pernah lepas dari anaknya. “Aku juga nggak nyesel, Sea. Kita sudah berjuang bareng selama ini. Aku yakin kita bisa terus kuat bersama.”

Namun, di balik tatapan penuh kasih sayang itu, Sea menyimpan sebuah rahasia yang mulai menggerogoti hatinya. Mimpi besar yang selama ini dia pendam, ingin menjadi aktor terbaik, ingin menggapai bintang di langit yang tampak begitu jauh, semakin memanggilnya. Tapi apakah mimpi itu harus mengorbankan keluarga kecil yang dia cintai?

“Sea, ada sesuatu yang ingin kau bicarakan...” Jimmy mencuba berbicara, tapi Sea dengan pantas menggeleng pelan.

“Nanti saja, Jimmy. Aku cuma ingin kita nikmati waktu ini dulu. Nggak semua hal bisa langsung berubah,” jawab Sea dengan senyum yang sedikit dipaksakan.

Hari itu, Jimmy merasa ada sesuatu yang berbeda di mata Sea, sebuah kegelisahan yang tak bisa dia jelaskan. Namun dia memilih percaya dan berharap bahwa mereka akan selalu bersama, apapun yang terjadi.

Luka buat ku , Papa..Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang