1.

301 24 1
                                        

"jadi namamu Jung Jaehyun?" tanya Renjun saat melihat berkas dan mencocokannya secara langsung dengan orang di depannya

"benar nona" jawabnya dengan wajah menunduk

"kamu pelayan yang ke 5 di bulan ini"

"saya bodyguard nona, bukan pelayan" ucap Jaehyun menerangkan posisinya

"ya ya sama saja"

Renjun bangun dari sofa menatap pria di depannya yang mengenakan pakaian lengkap layaknya bodyguard lain di rumahnya, pada berkas yang dibaca Renjun usia pria itu sudah 30 tahun berarti beda 5 tahun dengannya. Tubuh mungil Renjun hanya sampai pada bahu Jaehyun, di rumah besar itu terlihat lenggang karena beberapa pelayan sibuk menyiapkan makan siang dan sisanya membersihkan rumah.

"ku dengar kau bekerja bukan karena uang?" tanya Renjun berjalan meninggalkan Jaehyun menuju kamarnya

"benar nona" Jaehyun masih mengikuti langkah puan nya yang baru

"lalu? Apa yang membuatmu bekerja di sini?" Renjun menoleh sejenak sebelum melanjutkan langkah menaiki tangga

"keluarga nona banyak berjasa pada kami"

Ada dua tangga yang menjadi pemisah diantara mereka berdua, Renjun hanya menganggukan kepala sebagai tanda ia mengerti akan apa yang di sampaikan oleh bodyguard barunya, sekarang jika ia bertingkah pun Jaehyun pasti tidak akan di pecat oleh babanya. Bagaimana ia akan lolos dari pengawasan bodyguardnya kali ini, alasan apa yang akan diberikannya nanti.

Renjun terus melangkah sembari memikirkan bebagai banyak rencana yang akan ia gunakan nantinya, tapi karena ia tidak fokus pada tangga selanjutnya kaki Renjun hanya sampai ujung yang tak mampu menopang berat badannya hingga ia terjatuh kebelakang, nyaris ia berteriak kencang saat menyadari bahwa jarak antara tempatnya berdiri cukup tinggi untuk sampai pada dasar lantai.

"hati-hati nona" ucap Jaehyun sembari membantu nonanya kembali berdiri normal setelah kepala balakang Renjun bersandar pada dadanya

"aku sedang berpikir sejenak, apa kau mau bekerja sama denganku?" tanya Renjun kini berbalik dan menatap bodyguardnya dari tangga yang lebih tinggi

"tidak, jangan dijawab sekarang, aku sudah memikirkan apa yang cocok untukmu nanti" ucapnya lagi sembari berlari menaiki tangga untuk segera tiba di kamarnya

"pantas tuan Huang memintaku menjaganya, ia terlalu aktif dan ceroboh" Jaehyun bergumam dengan langkah masih mengikuti nonanya

Ketika Jaehyun baru tiba di depan pintu kamar Renjun sudah terdengar gaduh di dalamnya, pintu dengan warna berbeda serta banyak gambar kudanil putih menempel di depannya membuat Jaehyun yakin bahwa itu adalah milik nonanya.

"ohh kau sudah tiba, bagaimana kau tahu ini kamarku?" tanya Renjun polos dengan kening yang mengerut

"hanya feeling saja nona" jawab Jaehyun sembari menunduk

"ayo masuk, ada yang perlu kita bahas" ajak Renjun sembari membuka pintu kamarnya lebih lebar

"tidak nona, saya akan tetap berdiri di sini"

"dia keras kepala dan menyebalkan" ucap Renjun dalam hatinya

"aku tidak akan melukai atau menodaimu tenang saja"

Kalimat Renjun sepertinya terbalik, harusnya ia takut jika ada yang masuk ke dalam kamarnya tapi ia malah mengajaknya dengan santai dan berkata seolah tidak akan terjadi apa-apa.

Karena lama menunggu akhirnya Renjun menarik tangan Jaehyun dan menyeretnya masuk, terlihat luas dan rapi kamar itu membuat Jaehyun penasaran dengan apa yang di lakukan nonanya tadi hingga terdengar berisik, apa kamar ini tidak kedap suara? Tapi itu lebih baik sebab Jaehyun yakin ia perlu meminta berteriak tolong suatu hari.

How if i love u? Where stories live. Discover now