Hemos actualizado nuestras Pautas de Contenido.
Consulta las pautas más recientes para seguir compartiendo historias de forma segura.

Pertemuan di Halte Hujan

13 2 2
                                        

Hujan turun dengan derasnya, membasahi kota kecil yang biasanya sepi. Naya berlari kecil mencari tempat berteduh. Jubah hijau yang dikenakannya basah kuyup. Nafasnya memburu saat akhirnya dia menemukan sebuah halte tua di sudut jalan.

Di sana, sudah berdiri seorang remaja laki-laki dengan jaket hitamnya dan tatapan jauh. Matanya menatap ke arah jalan yang basah, seolah menunggu sesuatu yang tak kunjung datang.

Naya menghela napas, mencoba menenangkan diri. "Boleh aku ikut berteduh?" tanya nya dengan suara pelan.

Arka menoleh, menatapnya sejenak lalu mengangguk. "Silakan."

Diam-diam Naya memperhatikan Arka, Ada sesuatu yang berbeda dari dirinya. Bukan hanya karena jaket hitam dan wajah serius itu, tetapi ada kesedihan dibalik matanya.

"Hujan ini seperti hidup, ya". Naya memulai percakapan, "Kadang deras, kadang rintik, tapi selalu membersihkan. "

Arka mengalihkan pandangannya ke Naya. "Aku pernah takut hujan, karena hujan mengingatkanku pada hal-hal yang ingin aku lupakan."

Naya tersenyum kecil "Tapi kita nggak bisa lari dari hujan, kan? Sama seperti kita nggak bisa lari dari perasaan."

Arka mengangguk pelan "Mungkin hujan ini bukan membuat kita basah, tapi untuk mengajarkan kita bagaimana caranya bertahan dan percaya."

Hujan terus turun, tetapi di halte tua itu, dua hati yang berbeda mulai menemukan titik temu.





Hi guys! support aku terus yaa buat update kelanjutannyaa.. jangan lupa vote! thank u🤗💗

Ketika Hujan Menghapus JarakHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora