Prolog

25 2 0
                                        

"Haha sialan, kukira kita akan mendapatkan lebih dari ini."
Ucap pria itu yang melihat isi tasnya

"Ha brengsek sia sia saja."
Ucap salah satu pria disana

"Tapi dia lumayan cantik lho.."
Ucap salah satu pria disana

Lalu salah satu dari mereka mendekat dan meraih dagu ku dengan cengkeraman yang kuat.

"Bagaimana manis hmhmhm.. mau luangin waktunya."
Ucap pria itu dengan tatapan menjijikan

Aku tanpa banyak mikir langsung menarik genggaman pasir dan melemparkannya membuat matanya perih dan meronta sakit.

"Ahkk! Sialan! Mata ku!."

Aku lalu dengan cepat berlari dari sana dengan tenaga yang tersisa sambil tersenyum engah engah.

'Sialan, kemana semua orang lalu lalang disini??.'
Tanya ku dengan penuh kebingungan

"Sialan! Jangan lari kau jalang brengsek!."
Teriak mereka yang mengejar ku

Aku kaget karena mereka mengejar lalu aku menambahkan kecepatan sebisa mungkin dan saat berlari aku melihat sekilas ada seseorang dengan aura biru laut yang indah menatap dari atas bangunan, Namun aku tidak tahu apa itu.

Karena itu aku tersandung jatuh dan mereka menemukan ku.

"Sialan kau jalang, kau membuat ku kesal!."

Lalu salah satu dari mereka memukul ku dengan kayu dan mereka semua pun akhirnya memukuliku sampai darah mengalir di kepala dan tubuh ku.

"Haa sia sia saja, ayo pergi."

Mereka pergi meninggalkanku dengan keadaan ku sudah hancur.

'Haa.. Setidaknya penderitaan ku didunia telah berakhir.'

Saat kukira ini semua berakhir ada sesosok pria yang ku lihat sekilas tadi muncul dengan sekelilingnya ada air yang mengalir?

"............................."

Aku tidak mendengar nya serta melihat sosok itu dengan jelas, Namun suaranya seakan seperti menemukanku.

'Kamu.. siapa?.'

Lalu aku menghembuskan nafas untuk terahir kalinya didunia ini. Dunia kejam yah, Padahal sedari kecil aku berusaha menjadi lebih baik untuk mendapat kasih sayang.

Yah.. lebih baik begini dari pada aku harus berurusan dengan mereka.

***

Aku tiba-tiba merasakan seperti tempat yang empuk, tapi perut ku rasanya sangat sakit. Apa itu karena ditendang kak reza yah?. Ah tidak mungkin, kan aku sudah mati.

Cahaya yang tiba-tiba menusuk mata ku membuat ku terbangun dan aku sangat terkejut.

'A- apa ini surga??'

Banyak sekali pertanyaan yang muncul di kepalaku dan aku melihat ke sekeliling dan melihat seperti boneka dengan rambut putih yang bersih, matanya seperti lautan yang bersinar terpantul matahari dan kulitnya yang putih mulus.

'wahhh...'
Saut kagum ku

'Boneka yang sangat indah..'

Saat aku menempelkan tangan ku aku menyadari yang ku pegang adalah kaca.

"Aaaaaa..."


[Coming Soon]

To Bad Ending?Where stories live. Discover now