Michel, Michel, dan Michel

20 3 0
                                        

      Michel membunuhnya, Michel merebut gebetan nya, Michel menghancurkan segalanya, Michel menjatuhkan tokoh protagonisnya. Semua novel yang di baca Michel tak jarang terdapat tokoh antagonis yang namanya sama dengannya. Namun saat Michel membaca novel novel itu, ia menyikapinya dengan tertawa.

    "Lo gila ya? Novel novel itu seolah olah mengatakan bahwa semua yang bernama Michel di dunia ini itu jahat termasuk elu, tapi kamu kok ketawa? " Tanya Randy adiknya Michel dengan kebingungan.

    " Eh deks, jadi selama ini lo gak kenal gue? "

" Ya... kenallah, orang gue liat tampang lo tiap hari, bosan tau." Jawab adiknya.

"Maksudnya itu sifat gue. Gue suka tau kalo gue dibilang jahat, kejam, brutal karena perbuatan gue. Rasanya seperti kebanggaan ketika gue melakukan kenakalan." Balas Michel dengan terus terang.

   " Kebanggaan apa sih berbuat jahat? Hormon  apa yang ada padamu? Bertobatlah. " Seru Randy dengan bercanda.

  "Ah... udah deh, kamu diem aja. " Michel lalu pergi mengambil handuknya dan masuk ke kamar mandi. Setibanya di kamar mandi, Michel lalu membanting pintu kamar mandi itu dengan keras.

    Keesokan harinya, dia dan adiknya pergi kesekolah dengan naik bus.
Bus berjalan kecepatan yang netral, para siswa yang berasa di bus itu menikmati perjalanan mereka ke sekolah.

Tetapi tiba-tiba seorang siswa laki-laki menyuruh Michel dan adiknya untuk pindah tempat duduk, supaya orang itu bisa duduk dengan santai.Karena sebelumnya, siswa laki-laki itu sedang berdiri karena terlambat mendapatkan tempat duduk.

    "Siapa lu, nyuruh nyuruh gua pindah tempat duduk?"

  Tanya Michel dengan muka penuh marah. Ditambah lagi Michel tidak pernah melihat siswa itu karena siswa itu adalah siswa pindahan dari sekolah lain.

   " Lu gak tahu siapa gue? Gue itu ketua genk dari sekolah lain. Dan sekarang gue suruh lo buat pindah tempat duduk. " Jawab siswa itu.

Seketika semua siswa menoleh kepada siswa pindahan itu seraya berpikir kalau siswa itu bekalan mampus karena gak tahu siapa yang dilawannya itu.

    "Seharusnya gue yang tanya sama lo, lo gak kenal sama gue? Sadar diri lu! Lo itu siswa pindahan baru, jadi jangan sok jagoan." Balas Michel yang tak kenal takut.

  "Kak, udah deh kak, kita pindah aja. Biarin aja dia disini.Gak enak baru pagi pagi udah  ribut"

   "Ya...gak boleh gitu dong, kan kita udah kesini duluan. Kecuali kalau kita yang merebut tempat duduk ini dari dia." Balas Michel kepada adiknya dan merasa seperti haknya diambil orang lain.

    "Ohh, jadi lo mau ngelawan gue?"

"Iya emang, kenapa?" Michel berdiri dan menatap mata siswa itu.

  "Lo tau, lo itu kayak cewek murahan." Jawab siswa itu dengan sedikit tertawa.

   Michel pun marah mendengar ucapannya,  dan langsung memberinya pukulan pertama.

Semua orang terkejut melihatnya, namun pak supir tak mengetahui apa apa dan tetap fokus mengendarai busnya.

Siswa itu pun membalas perbuatan Michel, namun Michel berhasil menahan serangannya dan langsung menendang perut siswa itu hingga ia terdorong ke luar bus melalui jendela bus yang pecah karenanya.

  Seketika pak supir menginjak rem dadakan untuk menghentikan bus. Siswa laki-laki yang jatuh dari bus itu pun segera dilarikan ke rumah sakit.

      "Apa lo liat?!" Michel menggertak orang orang yang memandangnya.

Waduhhh, sampai segitunya ya si Michel.
Sekian dulu ya buat bab yang pertama 😄😄.
(dihati para readers "ceritanya kok enggak banget")

Jangan lupa vote ya 😄👍
Maaf kalau kurang bagus ceritanya 😁

Gue Bukan ProtagonistStories to obsess over. Discover now