Hai, Para Pembaca!
Sebelum kalian menyelami dunia "Jala-Samudra", izinkan kami memberi sedikit warning!
INGAT!! INI CERITA GILA!
Jika tidak kuat bisa tinggalkan cerita ini
Cerita ini memiliki alur yang kompleks dan intens dengan sistem politik dystopian berbasis teknologi pengontrol ingatan, manipulasi sejarah, dan pertarungan kekuasaan yang dirancang secara detail, sehingga membutuhkan pembacaan yang lebih perlahan dan fokus untuk sepenuhnya menghayati dunia fiksi yang dibangun dan semua konsekuensi gelapnya.
Di jantung Jakarta tahun 2150 yang telah berubah menjadi Kerajaan Neo Jaya yang dystopian, di mana sejarah dan ingatan manusia direkayasa oleh rezim otoriter melalui teknologi canggih, seorang teknisi cyborg bernama Galih Prawira secara tidak sengaja menemukan kebenaran mengerikan tentang identitasnya sendiri dan dunia tempat ia hidup. Ketika chip neural di lehernya mulai gagal menghapus ingatan-ingatan terlarang tentang masa lalunya yang sebenarnya, ia terseret ke dalam perlawanan bawah tanah melawan sistem yang telah membohongi seluruh populasi selama puluhan tahun.
Tujuan utama cerita ini adalah mengikuti perjalanan Galih saat ia berusaha mempertahankan kemanusiaannya di tengah dunia yang penuh pengkhianatan, sambil berjuang untuk, Membongkar kebenaran tentang Proyek Jala-Samudra yang sengaja menghapus jejak kekejaman rezim, Memulihkan ingatan asli rakyat Jakarta yang telah dimanipulasi, Menghentikan rencana Raja Arjuna untuk menjadi penguasa abadi dalam wujud AI, Menemukan jati dirinya yang sebenarnya di antara lapisan-lapisan ingatan palsu yang ditanamkan padanya
Pada dasarnya, ini adalah cerita tentang perlawanan terhadap kontrol pikiran, pencarian identitas di dunia yang penuh kebohongan, dan harga yang harus dibayar untuk kebebasan mengetahui kebenaran - sekalipun kebenaran itu menyakitkan. Melalui konflik antara teknologi pengendali pikiran dan ketahanan ingatan manusia, cerita ini mempertanyakan: sampai sejauh mana kita bisa mempercayai ingatan kita sendiri? Dan apa artinya menjadi manusia ketika kenangan kita bisa diubah seperti data digital?
Cerita ini pada akhirnya adalah perlawanan seorang manusia biasa melawan mesin propaganda raksasa, di mana senjata terkuatnya justru adalah ingatan-ingatan yang seharusnya sudah terhapus.
Jadi, baca beberapa bab terlebih dahulu, jika suka bisa di lanjutkan, jika tidak suka maka segera tinggalkan. Maklum saya hanya author pemula.
"salam dari para pemberontak Underlayer!"
YOU ARE READING
NEOCRACY: Tahta, Darah & Data ( End )
Science Fiction"Di Jakarta tahun 2150, tahta bukan diwariskan dengan darah-tapi dengan kode." Galih "Vanguard" Prawira, prajurit elite Hantupati selalu setia pada Kerajaan Neo-Jaya-sampai suatu malam, ia menemukan rahasia terlarang, Ratu Shinta bukan manusia, mela...
