Prolog

12 1 0
                                        

Jika memang ada kutukan terkejam di dunia ini, bukankah itu berarti tentangku yang bertemu denganmu?
Segalanya menjadi tampak asing,
Sejak kapan semuanya berubah menjadi salah?




Sreet Sreet

Seorang remaja laki-laki tengah terduduk di lantai. Disekitarnya penuh dengan kertas yang berserakan. Kertas-kertas yang berserakan itu penuh dengan sandi-sandi rumit.

Sreet Sreet Sreet

Di ruangan itu hanya terdengar suara goresan pena yang semakin lama semakin cepat. Tidak ada suara lain yang mengisi kekosongan disana.

Remaja itu terlalu fokus menulis hingga tidak menyadari darah mulai mengalir dari hidungnya.

"Ah..."

Remaja itu tersentak kecil. Setetes darah yang jatuh mengenai kertas menyadarkannya, sesaat. Setelahnya Ia hanya menutup hidungnya dengan punggung tangannya dan kembali fokus menulis. Tatapan matanya sarat akan keputusasaan, ketakutan, kesedihan dan emosi lain yang tidak bisa dijelaskan.

'Ini sungguh menyebalkan..' pikir remaja itu. Beranjak dari sana Ia berjalan menuju balkon dengan pelan. Sedikit terhuyung karena sakit kepala yang menggangu.

"Haaahhh... Aku merasa sudah cukup dengan semua ini."

Ucapannya itu terdengar datar dan acuh tak acuh dengan wajah tenang. Namun, pupil matanya yang bergetar hebat sudah cukup menjelaskan berbagai emosi yang bergejolak didalam dirinya.

Dirinya merasa cukup dengan segalanya.

Sudah cukup.

Dirinya berkata jujur, untuk kali ini. Ia lelah. Lelah dengan segala hal yang ada. Bahkan Ia lelah dengan dirinya sendiri.

Remaja itu menatap ujung lengan piyamanya yang awalnya bersih kini ternoda oleh darah. Menatap dengan bosan dan lelah. Hingga ingatan itu muncul kembali dan menghantuinya.

Remaja itu berusaha mengenyahkan ingatan yang muncul. Menggelengkan kepala yang berakhir dengan sakit kepala yang makin parah membuatnya berhenti.

Dia membenci ingatan itu.

Benci

Benci

Benci

BENCI

Matanya mulai berkaca-kaca. Tapi tidak ada air mata disana. Dirinya terlalu lelah menangis dengan sia-sia.

Rasanya menghilang terasa lebih baik.


























































"Hei nak, apa kau ingin ■■■■■ denganku?"




Holaa~ reader-nim 👋🏻👋🏻
Bagaimanakah kabar kalian wahai penghuni aplikasi orange?? 👀

Setelah sekian purnama akhirnya author muncul kembali di aplikasi orange ini dengan cerita baru muehehe :v

Untuk cerita yang pertama, tenang saja, masih akan tetap dilanjut tapi masih belum tahu kapan akan upload chapter selanjutnya. Para reader-nim yang terhormat, dimohon untuk bersabar 😃✌🏻 (tenang nggak ngebadut kok)

Lalu, cerita ini author publish supaya tidak lupa dan terlupakan di belakang kepala karena kesibukan 🗿🗿

Okay, sekian dan terima gaji 🙇🏻‍♀️🙇🏻‍♀️🙇🏻‍♀️

Same But DifferentМесто, где живут истории. Откройте их для себя