Sean selalu membenci Laura, gadis egois yang terobsesi padanya.
Laura yang menjengkelkan, posesif, dan selalu menyakiti Sara, gadis yang ingin Sean lindungi.
"Kau selalu bilang ingin menyingkirkanku."
"Jika aku pergi sekarang, maka... semuanya akan...
(n.) saudade was once described as "the love that remains" after someone is gone.
***
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
***
22 Desember 20xx.
Malam itu, Sean benar-benar berniat memberi pelajaran pada Laura.
Gadis itu terlalu seenaknya. Memperlakukan orang lain seperti pelayan. Pembully yang hanya mengandalkan wajah dan kekuasaan orang tuanya.
Sean yang merencanakan hukuman itu. Mengunci Laura di rooftop sekolah dan membiarkan gadis itu berdiri kedinginan sepanjang malam.
Semua ini sepadan dengan apa yang Laura lakukan pada Sara. Gadis itu menampar keras Sara dan mendorongnya ke kolam, hampir membuat Sara jatuh tercebur jika saja Sean tidak sigap menangkap tangan Sara.
Ini bukan yang pertama kalinya Laura membuat masalah. Selalu ada perkataan dan kelakuan gadis itu yang membuat Sara menangis dan tertekan.
Benar-benar troublemaker yang menyusahkan dan membuat Sean muak.
Laura perlu merasakan konsekuensi dari sikapnya itu.
Sean tidak perduli lagi, bahkan walaupun dia dan Laura pernah mengenal dan berteman sangat lama. Tidak perduli jika mereka pernah dekat selama 10 tahun.
Laura terlalu berubah, tidak seperti Laura yang ia kenal.
Gadis itu seperti maniak yang terobsesi dengannya. Sebanyak apapun Sean menolaknya, Laura akan terus mengejarnya lagi dan lagi.
Dia selalu bertingkah posesif dan membuat masalah dengan gadis-gadis yang dekat dengan Sean. Laura seakan mengklaim Sean sebagai miliknya dan siapapun tidak boleh merebut Sean darinya.
Benar-benar merepotkan.
Sean ingat, kejadian malam itu dimana mereka tanpa sengaja melakukan seks yang membuat Laura menjadi seberani ini.
Itu hanya seks. Sean bahkan berada di bawah pengaruh alkohol.
Tapi Laura selalu mengungkit kejadian malam itu, dan bertingkah seolah mereka telah menjadi sepasang kekasih sejak saat itu.
Egois dan selalu bertindak semaunya.
"Kalian berdua. Keluar." Sean melirik sekilas 2 pria berjaket hitam di sebelahnya. Kedua pria ini adalah orang suruhannya yang ia perintahkan untuk mengunci Laura di rooftop.
Di depan Sean, Laura menunduk dengan tangan gemetar. Tidak melawan ataupun mengatakan apapun. Mungkin dikunci selama 8 jam di rooftop hingga dini hari membuatnya jera.
Setelah kedua pria suruhannya keluar, manik kelam Sean kembali beralih pada Laura.
"Aku sudah memperingatkan mu, jangan ganggu Sara. Tapi kau tidak mendengarku." Jika Laura mengindahkan peringatannya dari awal, Sean tidak akan melakukan hal semacam ini.