1

1K 121 42
                                        

Selamat Membaca...
.
.
.
Tes gelombang dulu...

***

Senyum smrik kemenangan terpancar dari bibir mungil Hinata, dimana dia mampu menjerat mantan kekasihnya yang dua tahun lalu mengkhianati tali cinta mereka. Sebenarnya, tidak ada niatan Hinata untuk menjerat Naruto. Harusnya dirinya berterimakasih pada mantan kekasihnya itu karena sudah menyelamatkannya dari peristiwa nahas semalam. Ya, dirinya hampir saja menjadi korban pemerkosaan oleh kekasihnya sendiri. Uchiha Sasuke. Namun setelah tau jika Naruto lah yang menolongnya maka ide gila langsung hinggap begitu saja diotaknya. Kebetulan yang sangat menguntungkan.

Hinata berniat untuk membalas dendam atas sakit hatinya dua tahun lalu. Lihat saja, Hinata akan buat Naruto merasakan sakit hati beribu lebih sakit dari penghianatan kemarin.

Disamping Hinata, Naruto menatap datar semua orang diruangan ini. Rasanya sungguh amat mual sekali melihat mereka semua menatapnya dengan tatapan jijik, seakan dirinya adalah seorang penjahat kelamin. Mengapa mereka tidak percaya dengan penjelasannya dan malah percaya pada Hinata. Apa karna Hinata terlihat seperti korban dan dirinya pelaku?

"Kami tidak sudi jika harus menikahkan Hinata dengan pria bajingan macam dia...!!!" tunjuk Neji pada Naruto dengan suara yang menggelegar diikuti tatapan kebencian.

"Lalu bagaimana solusinya?" tanya Kepala desa pada Neji.

"Kami akan mengambil jalur hukum..!" Neji masih dengan intonasi tinggi.

Naruto menghela nafas kasar. Sungguh ia sangat muak dengan semua ini.

"Apa-apan kau membuang nafas kasar seperti itu?! Kau meremehkan kami?!"

Naruto tetap diam tidak terusik sama sekali dengan penuturan Neji yang seperti orang kerasukan setan.

"Naruto...!" Shikamaru masuk kedalam balai desa. Naruto adalah manusia yang hidup sebatangkara. Sedari kecil ia hidup dipanti asuhan. Jadi Naruto menghubungi Shikamaru, sahabatnya, untuk menemaninya menyelesaikan kasus sialan yang membelenggunya.

"Kau kenapa?" tanya Shikamaru menatap Naruto sebentar lalu mengedarkan pandangannya ke ruangan. Alis Shikamaru bertaut ketika mendapati Hyuuga Hinata berserta para keluarganya. Setau Shikamaru, Hyuuga Hinata adalah mantan kekasih Naruto.

"Baru kali ini aku menyesal menolong orang," ujar Naruto pada Shikamaru yang sudah menatapnya dengan tatapan bertanya.

"Bajingan...! Kau yang melecehkan adikku...!" sentak Neji. Pria itu sedari tadi terus saja berteriak.

"Aku tidak melakukan apa yang kau tuduhkan padaku, Tuan Hyuuga yang terhormat. Sudah aku jelaskan berkali-kali jika aku hanya menolong adikmu. Bukan aku yang ingin memperkosa adikmu," entah sudah keberapa kali Naruto menjelaskan seperti ini. Bahkan Naruto sendiri hafal kata-kata yang keluar dari mulutnya saking seringnya terulang-ulang.

"Omong kosong...! Kau masih mencintai adikku kan?! Dasar tidak tau malu...! Urusi saja wanita yang kau hamili itu...! Dan jangan berani-beraninya menyentuh adikku...!"

Shikamaru menatap Naruto lagi, namun hanya tatapan datar yang ia temukan dari wajah tampan sahabatnya. Jelas, Shikamaru dapat membaca raut wajah Naruto yang berkata jujur. Selama ini dirinya tidak pernah melihat Naruto dekat gadis manapun kecuali Sakura Haruno.

"Terserah," pada akhirnya Naruto menyerah. Jika memang harus dipenjara ya sudah, jalani saja.

"Nii-san, maaf tapi aku memilih untuk dinikahkan dengan Naruto-san," perkataan Hinata itu membuahkan delikan tajam dari Naruto untuknya.

 E L E G IStories to obsess over. Discover now