•~| Prolog |~•

33 3 1
                                        

Once upon a time-
(Ehem author sok inggris)

Pada suatu hari di kota Eruditio, hiduplah seorang dokter yang Bisa dibilang terkenal dikalangan atas, bernama Natan Walker.

Ya mungkin kamu berpikir, Natan itu ganteng mungkin aja soft boy... Well you're wrong.

Natan Walker, dikenal sebagai orang yang dingin... Dingin seperti kulkas 2 pintu yang dinginnya minta ampun, dia sangat jarang bicara kecuali saat bekerja atau mendiaknosa... Jika bicarapun dia hanya berbicara dengan sahabat-sahabatnya Dan teman-temannya.

Awalnya dia hanya menikmati hari-harinya yang santai, bekerja seperti biasa, mendiaknosa, bla BLA BLA doctor stuff, tetapi saat suatu pasien menginjakkan kakinya ke dalam ruangan Natan, Jantung Natan langsung berdegup kencang...

"Ada apa ini... Kenapa... Kok aku gugup Gini..." Pikirnya

Dia pun terpaku ditempat duduknya tanpa sadar pasien tersebut memanggili dia.

"Halo? Dok?" Ucap pria itu kepada natan sambil melambaikan tangganya didepan wajah Natan.

Natan, langsung tersadar.

"Ah, maaf saya tadi melamun, ya apa keluhan anda?" Ucap natan sambil dia membenarkan cara duduknya.

"Uhm, saya akhir-akhir ini sering sekali pushing tiba-tiba dok Dan jidat saya panas" -Aamon

" Hm... Silahkan duduk, biar saya periksa dulu" ucap Natan, dia bangkit Dari tempat duduknya Dan berjalan kearah tempat tidur pasien.

Time skip saat pemeriksaan selesai.
(Author malas ges T-T)

"Omong-omong nama anda siapa?" Tanya Natan dengan nada yang bergetar sedikit karena gugup,soalnya dia sedang melihat perut pria ramping itu dengan stetoskop.

"Nama ku? Nama saya Aamon Paxley dok" ucap Aamon tertawa sedikit karena Natan memperiksa perutnya itu terasa geli.

"Aamon Paxley...seperti kenal.... Sepertinya teman Melissa" Batin natan

"Kamu Kuliah di Land of down university?" Tanya Natan

"Iya, kok dokter Tau?" Tanya Aamon dengan nada yang sedikit heran.

"First of all, panggil saja saya Natan tidak perlu formal dengan saya...Dan saya Tau karena saya pernah melihat kamu dengan Adik saya Melissa" ucap Natan sambil senyum.

(Gini nih kalo didekat crushnya :v)

"Oh anda abangnya Melissa?" Tanya Aamon terkejut.

"Ya, saya abangnya" -Natan

" Kok ganteng bange- maksudnya kok sifatnya beda sama adeknya sih..." Ucap Aamon.

" Hampir saja" batin Aamon

" Saya juga tidak tahu dia dapat sifat bobrok itu Dari mana, tapi yasudahlah" ucap Natan tersenyum.

" Dia bilang aku ganteng, berarti ada kesempatan" batin natan

Tanpa sadar pemeriksaannya telah selesai.

"Sepertinya kamu hanya dehidrasi, jarang minum ya?" Tanya Natan dengan nada yang santai.

"Ya... Saya tidak terlalu suka minum air putih" ucap Aamon malu.

"Sebaiknya banyak minum, jika anda tidak ingin gagal ginjal, sementara itu saya akan memberi kamu obat" -Natan

Natan pergi ke mejanya untuk menulis resep dokter.

Natan kembali ke Aamon Dan memberikan resepnya.

"Ini, oh Dan, biasalah saya meminta nomor kamu?" Ucap natan, dengan nada biasanya tapi... Bisa terdengar sedikit nada malu di suaranya.

"Untuk apa?" Tanya Aamon penasaran.

"Ya... Siapa Tau nanti mau jalan-jalan atau makan bareng di kafe, atau jika kamu sakit Bisa Telefon aku" ucap Natan sedikit gugup.

"Oh, okedeh" ucap Aamon lalu memberikan nomor telefonnya.

Setelah itu, Aamon pun mengucapkan sampai jumpa lain Kali, lalu pergi.

"Sepertinya aku jatuh cinta... Tunggu... AKU DAPAT NOMORNYA YIPPIE!"  -batin natan senang

Bersambung...

Segitu aja dulu ges, otak author butuh istirahat 🗿







You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Apr 05, 2025 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

When April Meets October [BL!]Where stories live. Discover now