1

119 10 1
                                        

Taufan Zein Anemo

Kaisar sekaligus guardian kerajaan Elemental. Orang yang mendapat gelar terkuat setelah mantan putra mahkota terdahulu itu. Ia juga merupakan satu satunya orang yang memiliki keseluruhan elemen dalam dirinya dengan semuanya berada pada tahap ketiga. Ia benar benar kaisar yang dicintai rakyatnya, benar benar orang yang beruntung dan paling bahagia.

Setidaknya begitulah gambaran diri Taufan dimata rakyatnya. Tidak ada yang tau seberapa besar kebahagiaan yang telah direnggut dari dirinya selama 22 tahun hidupnya. 

.............

"Salam matahari kerajaan elemental" Seorang pria menunduk memberikan salam hormat kepada putra mahkota kedua itu.

"Yang mulia, pangeran ketiga Gempa Revelus Adrian ingin mengunjungi  Anda" Lanjut pria yang tidak lain adalah tangan kanan putra mahkota itu.

"Biarkan dia masuk" titahnya

"Salam kepada matahari kerajaan elemental" Gempa memberikan salam penghormatan.

"Ada apa gempa?" 

"Yang Mulia,  saya ingin__"

"Tidak perlu formal"

"...kak Taufan, ada keanehan yang terjadi di daerah Xarux. Ada gejala elemen petir merah yang muncul" Gempa menatap kakak keduanya itu dengan serius. 

Taufan yang mendengar itu langsung menatap gempa dengan tatapan yang mematikan. Gempa yang melihat itu merasa tertekan, aura anemo yang dikeluarkan kakaknya begitu membuatnya sesak.

"Duduk, ceritakan detailnya" titah Taufan. 

Benar benar, aura kegembiraan penuh semangat yang selama ini melekat pada Taufan telah menghilang dari dalam dirinya.

Gempa menjadi benar benar kaku. Taufan yang menyadari hal itu menenangkan dirinya, ia mengatur mana nya agar tidak lepas kendali dan memberikan tekanan yang besar di penjuru istana.

"Duduklah gempa" 

Gempa bisa merasakan suasana disekitarnya kembali ringan. Ia lantas mulai berjalan untuk duduk di sofa, berdekatan dengan Taufan. 

"Ceritakan padaku" tanya Taufan tenang.

"Desa xirux yang dikenal dengan pendidikannya yang paling maju memiliki perpustakaan terbesar di wilayah kerajaan kita. Disuatu pagi, tepatnya pukul 02.30 pagi terjadi ledakan yang begitu besar di perpustakaan itu. Setelah di selidiki oleh pihak keamanan setempat, didapatkan bahwa beberapa dokumen penting dan berbahaya dicuri oleh seseorang" gempa menjelaskan dengan seksama.

"Apakah itu berkaitan dengan kebangkitan jiwa?" Taufan berusaha menebak arah pembicaraan ini.

"Benar kak, dokumen itu dicuri dan ketika tempat kejadian perkara di selidiki, beberapa barang yang dapat menjadi konduktor listrik mengeluarkan Sambaran kecil dari petir petir berwarna merah..." Gempa menahan ceritanya sejenak, merasakan sesak didadanya ketika mengingat petir merah.

" Petir itu..."

"Identik dengan punya kak hali" Taufan melanjutkan.

Hening

Tidak satupun dari mereka yang berbicara. Pikiran mereka melayang pada kejadian 4 tahun lalu.

Taufan bangkit dari duduknya, menatap sebuah lukisan potret besar yang terpajang gagah di depannya.

" Pembunuhan putra mahkota adalah tindak kejahatan tingkat atas...gempa, pergilah ke Xirux bersama air dan solar. Bawa beberapa prajurit. Selidiki tempat itu, dapatkan petunjuk kasus itu, tangkap pelakunya, serta bawa dia kehdapanku hidup hidup!"  Udara disekitar mereka kembali terasa berat. 

Tanpa basa basi Gempa berdiri

"Sesuai perintah Anda, Yang Mulia. Salam kepada matahari kerajaan elemental" Gempa menunduk memberikan salam hormat lalu berjalan keluar ruangan Taufan. 



Guide Us To The LightWhere stories live. Discover now