Prolog

10 2 0
                                        


Selamat membaca!





***



Siang ini matahari terasa sangat menyengat.
Biru, gadis pemilik mata coklat terang dan berambut hitam pekat itu tengah sibuk membersihkan kamarnya, kata ibunya supaya kamarnya tak kotor dan menjadi sarang kecoa.

Biru menata ulang isi lemarinya, melipat baju baju yang sering dia gunakan itu dengan rapi. Gadis itu sadar, gaun berwarna putih dengan aksesoris pita berwarna pink itu tidak ada di lemarinya. Dia sudah mencarinya diberbagai sudut kamar, berharap baju itu jatuh atau terselip diantara selimut yang ada di lemarinya, namun sayangnya, baju itu tidak ada dimanapun.


"Bundaa! Bunda liat baju Biru yang warna putih nggak?" Tanya Biru sedikit berteriak,

"Kemarin bunda liat ada di lemari bunda! Coba kamu cari."

Gadis berusia 15 tahun itu berlari menuju kamar sebelah, kamar milik ibunya. Di dalam rumah yang terbilang besar ini hanya ditempati oleh tiga orang, ia, ibunya, dan neneknya, art nya selalu pulang saat menjelang malam dan datang saat jam 5 pagi.


"Ketemu!!" Teriaknya saat ia berhasil menemukan baju kesayangannya.

Dia melihat rak buku yang ada disamping kasur ibunya, ada banyak sekali buku buku milik ibunya itu. Namun, ia hanya tertarik pada salah satu buku diantara banyaknya buku yang tersimpan. Buku berwarna cokelat bermotif hitam itu berhasil menarik perhatiannya.

Buku tersebut memiliki tali untuk mengikat buku itu agar tidak terbuka. Gadis itu penasaran, kenapa ibunya masih memiliki buku dengan motif kuno ini? Bukankah ibunya itu tidak suka membaca?

Entahlah, hanya ibunya saja yang tau.




***




Hawa dingin mulai terasa, jam sudah menunjukkan pukul 10 malam. Biru sedang sibuk membaca buku yang ia ambil tadi, dia tak meminta izin dulu pada ibunya, pikirnya "untuk apa aku bilang? Ibu juga tidak akan sadar walaupun aku mengambilnya".

Jujur saja, Biru sangat kaget saat membaca buku itu, memang benar bahwa buku ini memang buku cerita, namun itu bukan sebuah dongeng, buku itu diary milik ibunya.

Buku itu menceritakan kisah keseharian ibunya, hal hal yang membuat ibunya marah, kisah konyol ibunya, dan juga pria yang memiliki nama Madeva sepertinya juga ada disetiap lembarnya.

Nadira, perempuan berusia 40 tahun dengan rambut hitam pekat bergelombang serta mata berwarna cokelat pekat itu tersenyum sambil melihat ke arah setumpuk buku. Ia tidak menyangka anaknya akan mengambil buku hariannya, namun ia tak memiliki keinginan untuk meminta kembali bukunya itu, biarlah anaknya itu tahu kisah remajanya yang sangat berharga itu.



- Bersambung

Bernaung Di Langit BiruStories to obsess over. Discover now