WARNING AU
LACRIMOSA
Songfic inspired by Kalafina – Lacrimosa
Agar lebih terasa feelnya, dengarkah lagu di atas sembari membaca!
~~~
Langit menganga, memuntahkan derai air mata menuju pangkuan bumi. Bulan merintih dingin mengadu di ambang nestapa. Masa depan enggan menampakkan diri, bersembunyi dalam bayang mimpi, tak sudi menyentuh hati yang mati.
~~~
暗闇の中で睦み合う
絶望と未来を
哀しみを暴く月灯り
冷たく照らしてた
Keputusasaan dan masa depan
menyatu dalam kegelapan
temaram bulan mengungkap kesedihan
berbinar dingin
~~~
Derai hujan turut lebat membasahi bumi sedari siang, mencelupkan surai biru langit dalam warna kelam, di hampiri lampu-lampu jalan membiaskan cahaya di atas aspal basah.
Deidara mendengus kecil, kegiatan kampusnya sudah selesai sedari sore. Meski begitu, keinginan bersantai di rumah selepas kuliah harus musnah karena langit menangis cukup deras, dan ia lupa membawa payung. Deidara juga bukan tipe pemuda yang percaya ramalan cuaca-selayaknya orang lain lakukan ketika hendak berkegiatan di luar.
Waktu berdetak menuju jam 8 malam, derap langkah penghuni kampus telah menguap-segala kegiatan belajar mengajar sudah berakhir sejak sore, tak heran jika hanya sosok Deidara yang masih tertinggal disini. Awalnya ia hanya berniat menunggu hujan reda lalu bergegas pulang, entah bagaimana langkahnya menuntunnya menuju ruang pameran seni kampus-sebuah galeri kecil di dalam universitas yang menampilkan karya-karya seni mahasiswa tingkat atas.
Keheningan menjalar mengerayangi tubuhnya, mencekam erat napasnya, derap kaki Deidara menggema menerobos telinga. Ditemani temaram bulan mengintip masuk melalui sela-sela serta rintihan hujan mengetuk lembut kaca jendela.
Bisa dikatakan suasana saat ini sedikit mencekam-mampu membangkitan bulu roma, namun Deidara tak ambil pusing, ia tak percaya namanya hantu-atau apalah-Deidara tak peduli. Baginya hantu itu fana, dan fana adalah seni yang ia puja.
~~~
Deidara tidak terlalu akrab dengan seni pahat atau ukiran, tetapi matanya selalu bisa menangkap keindahan seni dalam bentuk apapun. Baginya seni merupakan bahasa tanpa kata, gema sunyi yang berdendang dari lubuk jiwa seorang seniman.
Ia berjalan di antara patung, lukisan dan instalasi seni, menikmati keindahan tersembunyi dari setiap detail yang ditawarkan. Tanpa terasa waktu berjalan lebih cepat, sudah 3 jam tubuhnya bertaut disini, raganya masih meronta untuk tinggal. Tetapi sang waktu tak sudi berhenti disisinya. Ia harus pulang.
Namun sebelum pergi, matanya terpaku pada satu karya di sudut ruangan.
Sebuah Kugutsu (boneka kayu) setinggi setengah badan manusia, diukir dengan nyaris sempurna-bahkan tanpa cela. Wajahnya tidak memiliki ekspresi-tidak tersenyum, tidak sedih, tidak gembira-hanya kosong. Kedua tangan Kugutsu itu terangkat ke udara, seolah meraih sesuatu yang tak kasat mata. Ada sesuatu yang ganjil dalam keheningan pahatan itu. Kehampaan mengalir begitu nyata. Mata kayunya dalam dan gelap, seolah menyimpan sesuatu yang tidak bisa terucap oleh untaian kata.
YOU ARE READING
Kumpulan ONE SHOT SASORIxDEIDARA (sasodei)
FanfictionDEIDARA Birthday Fanfic!!! Selamat Ulang Tahun, DEIDARA Bad Summary Please Read!!!
