Pertama

5 0 0
                                        

Kalau disuruh milih untuk melanjutkan atau mencari, mungkin pilihan tersebut akan sulit dilakukan oleh Eriza. Karna pada saat ini, detik ini juga diantara kedua pilihan tersebut bukanlah sesuatu hal yang mudah dilakukannya. Mengingat pilihan tersebut tidak berlaku untuknya alias gak ada pilihan selain mengambil jalan lain yaitu "Bekerja"

Suara klakson di hiruk pikuknya Jakarta selatan malam itu cukup membuat Eriza sedikit kelelahan. Karna rasa Lelah yang paling besar adalah saat bekerja. Namun hal tersebut merupakan hal yang dia idam-idamkan beberapa tahun lalu saat masih menjadi mahasiswi di salah satu universitas swasta daerah Jakarta. Bekerja merupakan cita-cita simple yang dia punya. Bahkan dia pernah bersumpah dibawah derasnya hujan pada senin pagi di tahun 2015.

"Kebangetan sih kalo gue gak bisa langsung dapet kerja. Liat aja perjuangan gue buat berangkat kuliah." Ucapnya sambil menggerutu serta menahan nangis karna hanya payungnya lah yang melindungi baju dan kerudungnya supaya tidak basah. Untuk nasib rok dan sepatu flat shoesnya tentu sudah basah sejadi-jadi.

Kalau mengingat momen tersebut, rasanya sungkan untuk mengeluh Lelah bekerja, karna itu merupakan hal yang harus disyukuri olehnya.

Eriza berjalan dengan langkah yang sedikit cepat karna mengejar bis yang akan datang. Dia tak sendiri, masih banyak puluhan orang kantoran yang berjalan cepat seperti dirinya supaya tidak larut malam pulang kerumah.

"Hai." Sapanya kepada kucing yang ada dirumah Eyang nya, kucing tersebut menggoyangkan ekornya yang berwarna kelabu dan mengitari kaki Eriza, berharap akan mendapatkan belaian lembut darinya. Mengikuti Eriza sampai ke depan pintu kamarnya, yang dibalas Eriza dengan sedikit candaan "Jangan masuk, kita bukan muhrim. Kamu di belakang aja."

Eriza menaruh tas jinjingnya diatas Kasur, lalu ia melepaskan beberapa pakaian dan segera mengambil daster andalannya dan membersihkan wajahnya persis di depan cermin. Dilihat nya beberapa foto yang tersusun rapih di cermin kecilnya. Ia tersebyum mengingat setiap momen-momen yang ada di dalam foto tersebut. Hingga akhirnya dia menjatuhkan memori indahnya di salah satu foto pada saat masa SMA nya. Ia mengambil nya dan dilihatnya satu persatu orang yang ada di foto tersebut. Tidak banyak memori yang masih diingatnya karna pikirannya penuh dengan cicilan yang harus dia bayar di saat gajian nanti, tapi salah satu orang sukses mencuri pikirannya saat itu

"Lo apa kabarnya ya?" ucapnya pelan sambil menunduk dan kemudia ditaruhnya lagi foto tersebut di tempat semula. Lalu ia melakukan kegiatan rutinnya yaitu mandi dan sholat sebelum tidur. Mungkin memang belum waktu tidurnya, namun kegiatan istirahat diatas kasur sambil main handphone menjadi aktifitas paling menyenangkan yang dilakukannya.
"Eriza Dhianita..."

Suara lantang itu menembus pikirannya di pagi hari pada awal tahun 2012. Ia memelototkan matanya namun langkahnya sungguh pasti. Ia maju ke depan lapangan bersama beberapa teman lainnya yang namanya sudah disebut sebelum dirinya. Untunglah dari 18 nama yang disebutkan oleh kepala sekolah pagi itu, sebagian besar ia kenal. Namun Nampak asing baginya ada sekitar 3-4 nama. Mungkin karna waktu semester awal mereka tidak saling mengenal.

"Yang paling ujung, itu mantan gue." Ucap Olivia, sahabat baiknya sejak SMP. Berdiri persis di sebelahnya sambil menunjuk kearah yang di maksudnya. "Kalo yang di depannya?" tanya Eriza pelan, karna saat ini ada satu orang guru perempuan sedang absen nama-nama yang disebutkan kepala sekolah. "Ih, itu kan kemarin sekelas sama gue. Lo lupa?" jawab Olivia heran

"Lebih ke gak kenal sih..." Eriza masih berbisik, yang kini ditimpal oleh Lusy "Kalo gue, lo kenal kan?" ia tertawa kecil, kemudian Eriza mencubit lengan Lusy. Disebelah Lusy, persis salah satu kenalan mereka pada awal masuk SMA. Namanya Azizah. Perawakannya kurus, tidak terlalu tinggi, sedikit pendiam kalau baru kenal, namun orangnya ceria. "Kalo lo mah, se antero sekolah ini juga kenal. Kapan lagi kita temenan sama orang Arab-Maklum."

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Feb 26, 2025 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Next To YouWhere stories live. Discover now