Ian Satya Abadi, anak SMA yang terdampar di dunia lain (?) dengan banyak nya hal-hal yang sulit dipahami manusia.
Dunia dimana kehidupan fantasi dengan latar kembali pada abad pertengahan??
Apakah Ian dan teman temannya dapat kembali ke dunia nyata...
Ian Satya Abadi, Laki-laki berusia 15 tahun dengan hobi menyanyi di kamar mandi. Bersekolah di SMAN Tanah Air 50, awal kelas 11 bagi nya di kelas XI B. Meski begitu, untungnya anggota kelas Ian masih sama seperti tahun pertama.
---𝐏𝐚𝐠𝐢 𝐇𝐚𝐫𝐢---
*Brak!!
Dobrak Ian ke pintu kelasnya itu
"Pagi dunia, pagi sekolah, dan selamat pagi Teman teman ku.. ~" Sorak semangat Ian dengan pose sok gantengnya.
"bro.. Gblk.. ituu" Bisik Indra dari meja dekat pintu Ian berdiri
"Hah? Apaan? " tanya Ian pada Indra yang sedang menatap cemas padanya.
Indra hanya memberi isyarat untuk melirik ke belakang pintu yang sudah di dobrak Ian. Bocah narsis itu lalu membuka sedikit pintu nya, dan melihat Pak Arya yang dahi nya merah karna terkena pintu dobrakan Ian.
"07.24, kamu telat 15 menit pelajaran saya Ian.. " Ujar Pak Arya sambil mulai berjalan ke papan tulis, lalu menulis soal untuk di kerjakan Ian sebagai hukuman.
-10 menit kemudian-
"..Jadi, koordinatnya adalah (-12, 7). " Ujar Ian pada teman temannya, menjelaskan soal dari Pak Arya.
"Huh, kamu pintar Ian, cuman banyak males aja. " Ujar Pak Arya pada Ian dengan nada lelah.
"Hehehe maaf ya Pak, ini saya udah boleh duduk Pak? " Tanya Ian dengan wajah menyeringai menutupi dosa nya.
---𝐉𝐚𝐦 𝐈𝐬𝐭𝐢𝐫𝐚𝐡𝐚𝐭---
"Kocak lu, baru dateng dah banyak gaya aja. " Ucap Indra sambil menepuk punggung Ian.
"Hehehe, Udah kangen bat gw soalnya sama temen-temen. "
"Bayangin aje kagak ada gw di sekolah ini seharian.. Beuhhh, itu tuh keran air bisa bisa keluarnya es batu gegara gw penghangat nya kagak datengg. " Canda Ian pada Indra. Dilanjut dengan tawa dan candaan lain sambil berjalan menuju kantin.
"Eh iya Yan, lu udah tau blom bakal ada murid pindahan ke sekolah kita hari ini? " Sela Indra di akhir candaan.
"Wah? Kaga tuh, btw di bocorannya cantik kagak? " Tanggap Ian dengan semangat.
"Hmm.. Gw kurang tau, cuman katanya cewe nya dulu.. Maaf ya, 'Korban'.. " Bisik Indra
"Hmm oke oke. " jawab Ian dengan nada yang lumayan serius.
Karena kebetulan kantin tempatnya terbuka dan dekat dengan ruang guru, sesampainya di kantin mereka berdua melihat datangnya seorang gadis cantik diantar ayahnya menuju ruang guru.
"Anjinggg.... Cantik bat cukk.. " Ujar Indra pada Ian dengan semangat.
"Bjir cakep juga si.. Tapi keknya gabakal mau juga si sama si Indra. " gumam Ian.
"Hah? Lu ngomong sesuatu? " tanya Indra dengan wajah kebingungan.
"Gaa, Kita tunggu aja nanti pas dia masuk ke kelas. " Jawab Ian lalu berbalik mulai memilih gorengan.
---𝐃𝐢 𝐊𝐞𝐥𝐚𝐬---
"Oke anak anak, hari ini kita kedatangan murid baru di kelas! Silakan sinii. " Semangat Bu Ratna memperkenalkan siswi baru itu.
"Halo semuanya, nama aku Mia Giandinaka, pindahan SMA Kerak Bumi 12. Terimakasih. " Salam siswi itu dengan senyum kecil dengan tatapan sedikit was-was.
"Semoga kalian semua bisa akrab ya sama Mia. " Tambah dari Bu Ratna pada kami semua.
Kebetulan meja kosong hanya ada di sebelah Ian, membuat Mia berjalan menuju meja itu lalu duduk.
Ian bisa melihat tatapan Indra yang menangis kecewa dan iri lebay pada Ian.
Hp Ian berbunyi, menampilkan notifikasi WA dari Indra
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
---𝐒𝐞𝐩𝐮𝐥𝐚𝐧𝐠 𝐒𝐞𝐤𝐨𝐥𝐚𝐡---
♪Apa mungkin cara ku berkata~~ apa mungkin cara ku terbahak ~....♪
Seperti biasa, mie instan yang sedang di rebus dengan telur, ditambah nyanyian merdu Ian selalu menjadi kombo di dalam rumah yang sepi itu.
♪Apa mungkin kamu yang gaaa... Gak lagi pintar... ♪
*brakk
Sesuatu seperti benda yang agak berat jatuh di gudang rumahnya. Bergegas Ian menuju gudang untuk mengecek.
"Huh.. Debu anjing. " Latah nya dengan nada malas, melihat tas dengan banyak debu bertebaran. Sepertinya jatuh dari atas lemari gudang.
Ian bisa saja mengabaikannya, namun mungkin itu akan membuat masalah baru dengan ayahnya nanti. Segera, ia mengambil sapu dan pengki untuk membersihkan debu yang bertebaran itu.
"Beres~"
"Hmm tas apaan ni. " gumam Ian sambil melihat tas yang tadi jatuh.
Ian membuka dan melihat lihat isi tas itu. Terdapat banyak buku-buku jadul, seperti nya itu adalah barang lama milik ayah Ian. Di sela-sela buku itu ada yang menarik perhatiannya, yaitu buku berjudul
"Ratu dan Pahlawan"
"Hmm gw baca dikit deh, dah lama juga ga baca dongeng. " pikir Ian sambil membuka lembar awal buku tersebut.
Baru membuka sampul, tiba-tiba seperti ada setruman kecil dari belakang leher nya.
Seketika, Ian terjatuh kelantai tak sadarkan diri.
---Dunia.. lain..?---
"duh... "
*Menggosok wajah dan mengkerutkan kening, berusaha membuka mata.
"Wataf-" Ian kaget melihat sekeliling nya.
Bukan di gudang ataupun rumah Ian, tapi seperti di kamar seseorang yang terasa jadul.
"Anjing.. gw dimana.. " Ian mengamati sekelilingnya dengan cermat
"𝐎𝐈𝐘𝐀 𝐉𝐈𝐑 𝐌𝐈𝐄 𝐊𝐔𝐀𝐇 𝐆𝐔𝐀𝐀!!"
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.