Dimalam yang sepi dan gelap, angin yang berhembus dengan tenang, kabut yang menebali jalanan yang sepi, dan terdengar suara langkah kaki seseorang malam itu, seseorang itu bernama wren Siska, panggil saja wren atau Siska. Ia merupakan perempuan yang tomboy, kini ia sedang berjalan-jalan dimalam itu dengan santai meskipun terasa dingin.
"Hiih.. Dingin banget dah ini jalanan, perasaan gak akan hujan juga kali" ucap wren sambil menatap ke langit, dan yang benar saja awan gelap mulai menutupi langit malam.
Wren yang melihat itu mulai mengambil payung dari sakunya untuk berjaga-jaga kalau tiba-tiba hujan, dan benar apa yang ia rasakan, tiba-tiba hujan begitu saja.
Untung saja wren sudah sedia payung duluan, kalau tidak ia sudah kebasahan. "Tuh kan bener, Huh~ untung gua sudah nyediain payung duluan, kalau gak gua basah kuyup gara-gara hujan" ucap wren sambil menghela nafas lega, lalu ia mulai melanjutkan perjalanannya.
Di tengah jalan, ia berhenti sebentar karena ada seorang laki-laki yang berteduh dari hujan dibawah pohon, lantas hal itu disadari oleh wren lalu wren mulai menghampiri laki-laki itu dengan langkah kecil, dan ia memperhatikan sekilas pakaian laki-laki itu, ia tercengang bahwa pakaian yang laki-laki itu pakai adalah pakaian perempuan, wren mulai menebak bahwa laki-laki itu adalah seorang femboy.
Setelah sampai disampingnya, lalu wren mulai memayungi nya dan memberikan jaketnya untuk dia agar tidak kedinginan. "Hei.. Lu pasti kedinginan, nih pakai jaket gua dulu.. " ucap wren sambil memasangkan jaketnya ke tubuh laki-laki itu.
Laki-laki itu hanya menunduk malu dan menerima yang wren berikan padanya.
"M-ma-makasih banyak... ~" jawab laki-laki itu dengan suara pelan. Mendengar itu, wren tersenyum kecil padanya dan mulai mengajak nya berjalan sambil memayungi nya dibawah hujan, wren mulai menanyakan sesuatu.
"Oh ya, kenapa lu sendirian disini? Lu gak sama temen? " tanya wren dengan penasaran.
"Aku... Aku gak punya temen, aku sendirian, tadi... Aku ke cafe sebentar, tapi saat aku mau pulang, malah hujan. Mana rumahku jauh lagi dari sini~" jawab laki-laki itu yang terus menundukkan kepalanya.
"Oh gitu ya, jadi nama lu siapa? " tanya wren lagi padanya. "Namaku Tanaka imura, panggil aja Tanaka~" jawab Tanaka dengan malu. "Ka-kalau kamu~?.. " tanya Tanaka dengan suara pelan.
"Gua wren siska, panggil aja wren atau Siska, oh ya lagian kenapa lu sendirian malam-malam gini, bahaya tau, apalagi saat hujan gini" ucap wren sambil menepuk-nepuk pundak Tanaka dengan pelan. Tanaka hanya bisa menundukkan kepalanya di sepanjang perjalanan.
Wren mulai menoleh ke arah Tanaka yang terus menundukkan kepalanya terus. "Lu kenapa? Masuk angin ya? Ntar gua buatin teh hangat nanti" tanya wren sambil memperhatikan keadaan Tanaka.
"Eh.. Ak-aku... Aku hanya... Eh... Cuman... Eh... Malu.. Malu doang~" jawab tanaka yang semakin malu dan memerah.
"Kenapa lu malu sama gua, gua gak ngapa-ngapain lu juga, gua gak gigit kok" ucap wren sambil bercanda.
"Eehh kamu gak gigit kan, jangan gigit aku!~ " ucap Tanaka sambil gemetar.
"Hehe sudah gua bilang, gua bercanda doang kok, lu ini.. " jelas wren sambil mengacak-acak rambut Tanaka.
Tanaka hanya tertunduk malu dan kesal dengan kelakukan wren yang nyebelin, tapi ia juga tidak masalah kalau wren terus bercanda padanya disetiap jalan, disaat wren berhenti bercanda dan terus berjalan bersama Tanaka, Tanaka melihat wren yang berjalan dengan lurus disampingnya sambil menatap lurus jalanan dengan tatapan yang dingin.
Sontak hal itu membuat Tanaka menjadi gugup karena tatapan wren terlalu dingin baginya. "( waduh... Tatapan nya dingin banget deh, duh... Merinding aku sih ~)" ucap Tanaka didalam hati sambil terus berjalan mengikutinya pada cuaca sekitar hujan dan hanya wren yang memayungi nya di bawah hujan dan memberikan jaket agar tidak kedinginan.
Tanaka merasa wren adalah seorang wanita tomboy yang pertama kali ia lihat saat ini, dan Tanaka juga merasa wren orangnya terlalu perhatian padanya, padahal baru pertama kali bertemu dengannya, pada malam itu.
Wren yang tadinya fokus pada jalanan mulai menoleh ke arah Tanaka yang melamun dan merasa bingung. "Hei.. Tanaka, kenapa lu dari tadi melamun? Ada apa ya? " tanya wren sambil memiringkan kepalanya sedikit.
Tanaka yang mendengar wren bertanya mulai sadar dari lamunan nya tadi. "Eh.. E-e-e-ehh.. A.. A-anu... Aku tadi eh... Lagi..
Ehh... Hanya melamun doang sih~" jawab Tanaka sambil gugup.
Mendengar jawaban itu, wren hanya bisa mengangguk pelan dan melanjutkan perjalanannya. Tanaka yang penasaran mau dibawa kemana mulai bertanya pada wren.
"Ehh nyonya wren.. ~" panggil Tanaka pada wren.
"Panggil aja gua tuan wren ya, mau nanya apa? " tanya wren dengan senyum.
"Eh, jadi... Kita ini ingin kemana ya? ~aku penasaran banget deh~" tanya Tanaka dengan penasaran.
"Oh... Gua ingin membawa lu ke rumah gua, gua ingin lu menghangatkan diri dirumah gua, jadi gua gak ingin lu sakit, mending lu menginap dirumah gua dulu, mau gak? " tawar wren pada Tanaka.
Tanaka mulai berpikir sebentar sebelum mengambil keputusan, tapi tiba-tiba Tanaka mulai bersin dan wajahnya tampak pucat, ia terlihat terkena pilek, wren yang melihat Tanaka bersin langsung menempelkan punggung tangannya ke dahi tanaka, dan wren merasakan panas pada dahi Tanaka, dengan itu wren langsung menggandeng tangan Tanaka dan berjalan dengan cepat.
Tanaka hanya mengikutinya dengan langkah kecilnya, tapi Tanaka mencoba menyembunyikan dirinya kalau ia terkena pilek, tapi wren sudah mengetahui Tanaka terlebih dahulu bahwa Tanaka terkena pilek dan flu, wren terus berjalan sambil menggandeng tangan tanaka, wren membawa kerumah untuk mengobatinya dan berteduh dari hujan yang terus semakin deras, dan cuaca yang semakin memburuk.
Oke lanjut ya ges tapi ditunggu🤗
YOU ARE READING
Femboy x Tomboy
Romancecerita ini menentukan cinta antara laki-laki yang femboy dan perempuan yang tomboy, mereka bagaikan sahabat padahal saling mencintai satu sama lain, meskipun agak nyebelin, tapi mereka tetap bersama, setiap waktu, setiap hari, dan setiap masa.
