Chap. 1 : Hajimari

463 32 9
                                        


Sasuke pov~

"Huft.."

Aku menghela nafas, menatap kalender digital pada ponselku yang menunjukkan tanggal 20 di pertengahan bulan Oktober ini. Aku menoleh, menatap jendela kelas yang memperlihatkan langit gelap sebab awan tebal.

Sudah tanggal segini dan aku belum memiliki cukup uang untuk membayar sewa apartemen? Mungkinkah aku akan diusir nantinya?

Aku sudah lelah mencari pekerjaan kemana-mana, membantu nelayan menangkap ikan pernah kulakukan, awalnya ku jalani dengan baik, tapi bodohnya aku tak sengaja menangkap dan memasukkan belut listrik pula ke dalam kotak tangkapan, bosku tersetrum dan akupun dipecat.

Menjadi kurir pengantar pizza juga pernah, tapi aku akhirnya dipecat karena melakukan hal tidak sopan pada seorang pelanggan tidak tahu diri, dia tidak mau membayar pizzanya hanya karena topingnya yang tidak sesuai pesanannya. Mana aku tahu yang seperti itu bukan? Tugasku hanya mengantar dan dia malah menyalahkan segalanya padaku, aku yang memang bukan orang yang sabaran melemparkan pizza tepat didepan mukanya hingga kotor oleh pizza pepperoni itu.

Pernah juga, aku melamar menjadi seorang penagih hutang, rentenir begitu. Aku mendatangi rumah orang-orang dengan seorang senior, yang pada kunjungan pertama itu sukses membuatku memukulinya, dan berakhir aku dikeluarkan, lagi.

Habisnya dia memaki dan mendorong si nenek yang ditinggal cucunya yang berhutang pada perusahaan ini. Nenek itu tidak salah tapi dia memperlakukannya dengan kasar, tentu saja aku tidak terima!

Karena itu, sampai saat inipun aku belum menemukan pekerjaan lagi. Ah.. mungkin bekerja untuk orang lain bukan gayaku, aku lebih senang bekerja untuk diriku sendiri, lebih tepatnya aku tidak suka diperintah sih..

Aku yang duduk di bangku kelas dua sekolah menengah atas ini memiliki mimpi sederhana, yaitu aku hanya ingin hidup seperti orang biasa yang tidak serba berkecukupan sepertiku saat ini. Setelah lulus tidak perlu kuliah, mungkin menjadi pria kantoran yang memiliki gaji tetap, pangkat yang menjanjikan, rumah kecil yang dibeli lunas dengan gajiku, memiliki istri cantik dan anak yang lucu, menjalani hari tua dengan bahagia sambil melihat perkembangan cucuku, sederhana bukan? Lupakan tentang orang tuaku, mereka yang seenaknya meninggalkanku disini dan tidak pernah menjenguk maupun menghubungiku. Mungkin saja sudah mati, dan aku tidak peduli.

Baiklah.. untuk mewujudkan mimpi sederhana itu, aku akan berjuang mulai dari sekarang, aku tidak akan menyerah. Aku pasti bisa!

Sasuke pov end~





Sore waktu pulang sekolah, hujan telah turun dari awan-awan mendung di langit. Sasuke seperti biasa berjalan santai di sepanjang trotoar menuju apartemennya, tak dipedulikannya tatapan mata orang-orang yang menatapnya penuh kagum maupun sinis, yah.. Sasuke hanya punya satu payung berwarna hitam yang kini membuatnya tampak seperti orang yang berduka sebab gakuran hitam juga syal hitam di leher dan auranya yang suram.

Ditengah perjalanan, tanpa sengaja Sasuke melihat seekor anak kucing dengan tubuh kurus yang berjalan lemah dipinggir semak-semak hijau. Hujan deras membuat bulunya basah berikut pula ekornya yang terkulai lesu ke bawah.

'Kucing itu.. tidak takut air?'

Alis Sasuke bertaut, heran. Sejauh ini ia tidak pernah melihat seekor kucing yang benar-benar patuh saat dimandikan, tapi bagaimana dengan kucing didepannya? Hujan-hujan begini bukannya bersembunyi ditempat yang hangat, kucing berbulu oranye itu malah berkeliaran ditengah hujan begini.

Karena kasihan, Sasuke melangkah cepat menghampiri, berjongkok kemudian memayungi kucing kecil itu dari rintik hujan deras, "Hei, sebentar chibi," Sasuke berkata, tak peduli kalau dirinya tampak gila sebab berbicara dengan hewan, dirinya terlanjur kesal melihat kucing chibi ini tetap berjalan loyo menghiraukannya.

Boku to Manekineko?! (Slow Up)Stories to obsess over. Discover now