"ARTHUR AYO NONGKI"teriakan melengking dari pemuda pendek yang sedang berada didepan rumah salah satu teman dekatnya.
"Iyaa bentar"jawaban dengan nada tinggi terdengar didalam rumah seseorang pemuda yang bernama Arthur.
Tak berselang lama keluar Arthur yang sudah rapi dengan kaos hitam andalannya dan celana pendek berwarna cream.
"Bentar ambil motor dulu di garasi"ucap Arthur lalu segera menuju kesebelah kanan rumahnya.
"Okeyy"jawab aeron, teman Arthur yang mengajaknya untuk pergi nongkrong.
Tak lama keluar Arthur yang sudah menaiki motor beat andalannya yang berwarna hitam.
"Bawa helm nggak?"tanya Arthur.
"Udah gak usah, nggak ada polisi paling"jawab aeron dengan percaya diri, dikarenakan mereka sering ke tempat nongkrong yang biasanya ia datangi dan jarang sekali ada polisi.
"Ohh yaudah ayok naik"suruh Arthur pada aeron yang langsung di angguki oleh aeron.
Sepanjang perjalanan mereka berbincang dan sesekali tertawa kecil dikarenakan lelucon yang mereka buat.
Hingga akhirnya ia sampai di cafe yang biasanya mereka datangi atau bisa dibilang basecamp mereka dan teman temannya.
Setelah sampai mereka langsung disambut oleh kedua temannya hazle dan kairi.
"Baru dateng nih berdua"sambut kairi lalu mereka ber tosan ria.
Setelah itu, mereka langsung memesan menu yang mereka inginkan lalu berbincang sembari menunggu pesanan mereka sampai.
Seringkali mereka tertawa keras tak peduli akan keadaan sekitar, menggosipkan orang orang yang berada di kampusnya dikarenakan mereka berkuliah dikampus yang berbeda.
__________
Tak terasa waktu sudah hampir gelap akhirnya mereka memutuskan untuk pulang kerumah masing masing.
Arthur dan aeron sudah menancapkan gasnya menuju ke rumah ia dan aeron yang notabene nya satu komplek perumahan.
Seperti biasa mereka melanjutkan perjalanannya dengan penuh pembicaraan dan tawa.
Namun itu semuanya sirna dikarenakan......
ADA POLISI DIDEPAN!?!?!!.
Jarak polisi dan mereka benar benar dekat hanya berkisar 50 meter, membuat mereka berdua pucat pasi.
"anjir ada polisi ron"ucap seseorang yang menggunakan kacamata sedang mengendarai motor beatnya.
"mampus kita thur, gw nggak punya SIM trus kita nggak pake helm"jawab aeron dengan panik.
"aduh gimana nih, duit gw sisa 10 ribu"jawab Arthur dengan lebih panik.
ditengah kepanikannya mereka berdua, tanpa sadar mereka sudah diberhentikan dengan dua polisi yang sedang bertugas.
"selamat siang, haduh berkendara kok nggak pakai helm"ucap salah satu polisi dengan nametag nnael.
"boleh dilihat surat suratnya?" timpal polisi yang berada disebelah nnael dengan nametag hajirin.
"nggak ada mas, adanya surat cinta buat mas"entah apa yang merasuki Arthur saat itu hingga mengucap kalimat seperti itu.
Aeron yang berada di jok belakang hanya membelakkan matanya dan menutup mulutnya yang terbuka dikarenakan shock.
Sedangkan hajirin yang mendengar perkataan tersebut sempat kaget lalu tertawa kecil.
"Lucu sekali" batin hajirin.
Sedangkan nnael sudah tertawa terbahak bahak hingga terduduk di pinggir trotoar, lucu sekali jawaban pemuda yang sedang ia tilang.
"Nggak ada ya surat suratnya?"tanya hajirin dengan lembut dan dijawab gelengan dari kedua bocah itu.
"SIM, nggak ada?"tanya nnael yg sudah selesai tertawa.
"Nggak ada, lagian bikin SIM sampe 500 ribu"kesal aeron yang disetujui oleh sutsujin.
"HAH"kaget kedua polisi itu.
"Bikin SIM cuman 100 ribu, kok bisa sampe 500 ribu"heran hajirin.
"Iya, emang cuman 100 ribu tapi gagal Mulu"jawab Arthur dengan senyuman manisnya.
Hajirin yang menatap Arthur yang sempat tersenyum manis sempet terpaku, rasanya ingin sekali ia cubit pipi gembul itu yang sedikit memerah dikarenakan panasnya cuaca hari itu.
Sedangkan nnael sudah tertawa namun tak separah tadi ia hanya tertawa kecil sambil sesekali melirik aeron.
"Yaudahh jadinya di tilang ya"ucap hajirin dengan sedikit rasa jail untuk menakuti dua makhluk mungil itu. Lagi pula ia ingin membebaskan mereka, dikarenakan ada daya tarik tersendiri dari Arthur yang mendorongnya untuk membebaskan mereka dari tilang.
"Jangan mas, pliss kita ngga ada duit lagi cuman sisa 10 ribu"jawab Arthur dengan panik sambil merayu hajirin dengan puppy eyes dan bibirnya yang melengkung ke bawah.
"Anjirt lucu banget"batin hajirin sambil bersorak.
"Yaudah, tapi lain kali kalo pergi pake helm sama coba bikin SIM lagi ya"ucap hajirin sambil mencubit pipi Arthur.
"ALHAMDULILLAH"
"PUJI TUHAN"
kedua makhluk itu bersorak senang dikarenakan terbebas dari denda yang disebabkan oleh tilang.
"Eits, ada syaratnya tapi"ucap hajirin dengan tiba tiba.
"Apa syaratnya mas?"tanya Arthur dengan wajah herannya.
"Kasih nomor kamu"perintah hajirin yang membuat nnael tersadar.
"Anj mau modus ternyata"
Namun bukan nnael namanya kalo tidak memanfaatkan kesempatan, dengan segera ia menuju kearah aeron yang sedang tersenyum senang sambil memandang Arthur yang sedang memberikan nomor teleponnya.
"Kalo kamu kasih nomornya ke aku ya"ucap nnael sambil tersenyum kecil.
Aeron yang masih bingung hanya menurut yang penting ia terbebas dari kejadian sial ini.
"Udah ya mas, makasih"ucap Arthur lalu menancapkan gas meninggalkan hajirin dan nnael yang tersenyum puas.
Setelah menjauh dari kedua polisi tersebut Arthur berucap.
"Mantap kan pelet gw, bebas jadinya kita"ucap Arthur sambil tersenyum puas.
"Iya mantap juga punya temen kayak lu, nggak sia sia gw"jawab aeron.
TBC
lucu nggak sih aku bikin karakter sutsujin rada centil, wkwkwkwk.
Jangan lupa vote sama komen🤍
ESTÁS LEYENDO
POLICE | RINJIN [END]✓
Novela Juvenil"anjir ada polisi ron"ucap seseorang yang menggunakan kacamata sedang mengendarai motor beatnya. "mampus kita thur, gw nggak punya SIM trus kita nggak pake helm"jawab aeron dengan panik. "aduh gimana nih, duit gw sisa 10 ribu"jawab Arthur dengan leb...
![POLICE | RINJIN [END]✓](https://img.wattpad.com/cover/387623023-64-k22072.jpg)