【PROLOG】

522 31 0
                                        


Di sebuah keluarga kecil yang penuh luka, hubungan tak pernah terasa hangat. Ayah dan ibu adalah dua jiwa yang terikat oleh keadaan, bukan cinta. Pernikahan mereka hanyalah bayangan dari kesalahan yang ingin mereka lupakan.Sebuah pernikahan tanpa cinta, dipaksakan oleh keadaan karena kehadiran seorang anak yang tak direncanakan.
Anak pertama mereka tumbuh dengan rasa hampa, selalu merasa tak diinginkan. Rumah bukanlah tempat yang nyaman, melainkan ladang pertikaian tanpa akhir. Ayah dan ibu sibuk dengan dunia mereka sendiri, tak saling peduli, tak saling mendukung, dan bahkan tak saling berbicara kecuali dalam nada tinggi.
Adik-adiknya pun merasakan kehampaan yang sama. Mereka saling menjauh, hidup dalam dinding-dinding yang mereka bangun sendiri. Tak ada pelukan, tak ada kata-kata manis. Setiap sudut rumah dipenuhi bayangan gelap yang semakin lama semakin menyesakkan.
Namun, di tengah gelapnya kehidupan itu, ada satu anak yang berbeda. Ia tak ingin hidupnya terus-menerus dibayangi kebencian dan kesedihan. Ia percaya bahwa keluarga adalah tentang kasih sayang, bukan luka. Ia memutuskan untuk menjadi cahaya di tengah gelap.
Dengan keberanian yang luar biasa, ia mulai mengajak keluarganya untuk berbicara, meski awalnya hanya disambut dengan dingin. Ia berusaha memahami setiap luka yang tersembunyi di balik sikap dingin orangtuanya. Ia mencoba mendekati kakaknya yang sering merasa terabaikan, serta adik-adiknya yang mulai kehilangan harapan.
Hari demi hari, perlahan-lahan, retakan itu mulai menyembuhkan dirinya. Tangis pertama yang ia lihat dari ibunya bukan lagi karena pertengkaran, melainkan karena rasa sesal yang selama ini terpendam. Ayah, meski kaku, mulai mencoba menunjukkan perhatian kecil yang selama ini tak pernah ada.
Keluarga itu memang tak akan pernah sempurna. Namun, berkat keberanian satu anak, mereka mulai belajar bahwa cinta bisa tumbuh bahkan dari kegelapan.
"Cahaya tak pernah memusuhi gelap, ia selalu berjuang untuk mengubahnya. Dan dalam keluarga ini, cahaya itu adalah kamu."

LIGHTWhere stories live. Discover now