The shattered pieces

11 3 0
                                        

Halo . . Nama saya Liam Nathlyn Verdict ya bisa di biasa panggil Nat, liam. Aku hanya seorang lelaki biasa di kala Chemiry lee High school atau SMA. Bisa di bilang saya sering di bully di karenakan terlalu pintar atau mereka sebut "Nerd, Smartass" Tetapi selalu ada yang untukku yaitu Clerviena Myler Lunaric, singkatanya clerv, atau viena.. Dia selalu ada untukku.. Dan bisa ku bilang dia jauh lebih hebat daripadaku yang hanya menang ilmu, dia pintar, popular, cantik, ahli bela diri.. Depsite if she protects me at all cost.. i'm an people's pleaser jadi gak terlalu melarang kalau semisal mereka membullyku

viena: Bisa gak sih kalian sekali ga ngebully dia!!?

Oh ya.. lupa sesuatu sebelum kita lanjut.. kenalin Alvaro Zen Xander biasa dia di panggil Alv, Zen, Ander .. pembullyku.. Tapi berkat kepopuleran dia selalu tidak di hukum untuk membullyku.. Yang aku herankan mengapa dia sering membullyku? Sedangkan seberapa temannya juga nerd.. Sudahlah tidak usah di pikirkan lagi.. Ayo kita lanjut..

Zen: Selalu kamu dan kamu clervie.. Mengapa kamu membela dia terus menerus? Dia hanyalah nerd yang tidak bisa apa-apa.

Viena: Halah banyak bacot ! Dia itu temanku.

Zen: Sudah ke seratus kali aku mendengar bullshit kamu.

Viena: Anak kontol kamu ya !! Nilai aja enol mulu!

Zen: Heh tai. Masih mendingan dari pada kamu yang membela nerd seperti ini.

Viena: Ayo pergi Nat, sudahlah kamu sama dia lagi.

Dan ya aku dan Viena berpergian ke tempat loker untuk mengisi buku-buku yang saat jam kedua dan tas meninggalkan Zen di belakang.

Pada saat selesai sekolah saya berpaling ke Viena untuk pergi pulang dan Viena melambaikan tangannya. Saat malam hari, pergi ke dapur untuk mengambil segelas air tiba-tiba terjadi kasus perampokan!.. Aku bergegas ke ruangan mama dan papa tapi saat membuka pintu.. terlihat mereka sudah m3n1ngg4l pada tempat.. dengan 0r94n terlihat fresh dri dalam.. Dengan cepat aku berlari ke kamar dengan langkah kaki yang tidak bersuara dan diam-diam menelpon polisi setelah sekian lama polisi pun datang dan menangkap tersangka tersebut.. Aku yang di tinggalkan di rumah langsung bergegas ke kamar orang tua dan menangisi mayat kedua orang tuaku.. Dengan sisa uang dari kedua orang tuaku, keesokan harinya adalah hari pemakaman makanya aku tidak sekolah.. Setelah selesai pemakaman orang tua.. Aku tidak tahu mau ke makan apa lagi.. untungnya orang tuaku selalu menjaga stock di kulkas dan aku membuat empat buah sushi saja untuk menghemat stock makanan walaupun rasa kelaparan masih berada di dalam perut.. Keesokan harinya aku masuk sekolah dengan muka yang memiliki red puffy eyes karena menangis dan pucat..

Viena: Turut berduka ya, nat.. dan jangan patah semangat !

Nat: I..iya, viena.. makasih supportmu..

Viena terasa seperti embusan angin yang mencoba untuk menghapus air mata dan kedukaanku aku tak mau dia pergi dari padaku..

Viena: Ayo makan di kantin, semoga ga ketemuan sama Zen..

Saat sedang asyik makan dan ngobrol sebentar tiba-tiba ada langkah kaki yang menghampiri meja kita yaitu Zen..

Zen: Waduh.. kayaknya ada yang yatim-piatu nih.

Dia mengatakan buruk kepadaku tetapi..

Viena: ZEN. SUDAH CUKUP YA. KAMU SELALU DEH. DAN SELALU NGEJEK DIA COBA SEKALI SADAR KEK DIA SEKARANG GAK ADA ORANG TUA TAU! GAK ADA BIMBINGAN CAHAYA UNTUK MENERUSKAN DIA KE JALAN YANG BENAR!!

Zen: Udah bacotnya, si paling cantik?

Viena: BELUM LAH BANGSAT. AYO BERANTEM. DARI PADA OMONGAN LO YANG SELALU NYAKITIN HATINYA, NAT.

Jujur itu baru pertama kali melihat Viena snapped angry at Zen.. Dan aku hanya bisa terdiam melihat mereka berdua pun bertengkar. Dan guru pun datang untuk memberehentikan mereka berdua.

Guru: Kalian bisa gak sih gak kayak anak kecil? Debat mulu. Udah ke ruang kepsek sekarang !!

Aku melihat mereka berduapun terdiam dan hanya menundukkan kepala ke lantai dan pergi keruangan kepsek saat selesai kasus mereka berdua aku pun melihat mereka berdua berpelukkan dan berdamai walau secara body language mereka aslinya tidak ingin berdamai setelah selesai berdamai, Viena pun pergi dari ruang kepsek dan memelukku secara erat..

Viena(bisik): Aku tidak ingin berdamai dengan brengsek yang satu itu.. Dia terlalu kejam untukmu.

Nat: Cup-cup-cup.. jangan marah lagi yaa.. Kan udah kelar kamu udah keluar dari ruang kepsek..

Viena: Makasih, nat..

Pada saat beberapa minggu aku mendengar bahwa Viena menderita sakit kanker.. Jujur saat aku mendegarnya sakit. Sakit hatiku.. Viena adalah piece tersisa dari dalam lubuk hatiku.. Sakit.. Saat aku memasuki ruangannya aku langsung berlari kepadanya lalu memeluknya erat.. sembari air mata menetes di bawah mataku..

Nat: Vien.. VIEN!! Tolong.. jangan tinggalkan aku!! Vien..

Aku mengatakan itu dengan penuh kesedihan yang sedang menguasai hatiku yang lemah lembut ini..

Viena: Maafkan aku, Liam Nathlyn Virdect.. Sisa hariku hanya bertahan sedikit saja.. Terima kasih sudah menjadi temanku saat aku kesepi-..

Dengan cepat dan penuh kesedihan aku memotong perkataan viena

Nat: ENGGAK, VIENA !! ENGGAK !! AKU YANG SEHARUSNYA BERTERIMAKASIH SUDAH MELINDUNGI AKU DISAAT ZEN SELALU MEMBULLYKU, KAMULAH YANG MENJADI TEMAN SEJATIKU SAAT SEMUANYA PERGI MENINGGALKANKU, Ka..kamulah-.. *hiks-hiks*

Viena: Sudah-sudah.. jaga dirimu baik-baik oke?.. Dan ya semua aku terima.. aku bertanggung jawab hanya umtukmu, Nat..

Nat: V..viena.. *hiks* J..jangan tinggalkan ak..aku..

Suaraku begitu kecil dan membujuk viena untuk stay tetapi.. takdir berkata lain.. Viena m3n1ingg4l pada hari itu juga.. Setelah kehilangan kedua orang tua dan satu-satunya teman sejatiku.. my heart shattered into pieces. Hatiku remuk.. sakit. Dan... lelah.. Tetapi aku harus berjuang demi keingina viena dan orang tuaku untuk aku sukses no matter what are the cost.. Setelah seharian menemani makam Viena aku pulang dengan sedih lalu mengeluarkan semua kesedihanku saat memasukki kamar.. lalu memeluk erat guling yang saat itu bersebelahan denganku. Semua.. emosi kesedihan kulepaskan dan akupun tertidur lelap.. Saat keesokan hari aku bangun dengan mengkucek-kucek mataku sambil mengumpul nyawa untuk bangkit dari tempat tidur dan pergi ke sekolah lagi.. Saat di sekolah aku mempelajari pelajaran yang diberikan guru lalu mengejarkannya semua tapi pada saat ingin berkeja kelompok aku tidak di ajak oleh siapapun. Sakit hatiku tetapi seiring berjalannya waktu pasti akan terbiasa sendiri.. Selang beberapa saat aku lulus dan mendapatkan pekerjaan..
-The end-.

Tenang kok gaes author ada alternatif ending ciaoo!! (≧∇≦)/

Has llegado al final de las partes publicadas.

⏰ Última actualización: Mar 28, 2025 ⏰

¡Añade esta historia a tu biblioteca para recibir notificaciones sobre nuevas partes!

The shattered piece's~ (Oneshoot) Historias para obsesionarse. Descúbrelo ahora