Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

bab 1:bayangan yang tak terhapuskan

3 2 0
                                        

Suara hujan yang mengguyur atap terasa seperti ribuan jarum yang menghujam permukaan bumi. Alia duduk membeku di sudut kamarnya, memeluk lutut sambil menatap kosong ke arah jendela. Cahaya petir sesekali menerangi wajahnya yang pucat, sementara bayangan samar-samar di dinding seolah menertawakannya.

Luka di dalam dirinya tidak pernah benar-benar sembuh. Mimpi buruk itu terus datang, menghancurkan sisa-sisa ketenangan yang coba ia bangun. Dalam gelap, ia kembali mendengar suara itu—jeritan yang mengiris malam, wajah penuh darah, dan tangannya yang bergetar memegang pisau.

“Ini hanya mimpi,” bisiknya, mencoba meyakinkan diri sendiri. Tapi bayangan itu terasa nyata, begitu nyata hingga ia tak bisa membedakan antara kenyataan dan ingatan.

Telepon di meja kecilnya tiba-tiba berdering, mengejutkan Alia hingga ia tersentak. Dengan tangan gemetar, ia meraih gagang telepon dan mendekatkannya ke telinga.

“Alia?” Suara di ujung sana terdengar berat dan parau. Itu suara Andi, sahabat masa kecil yang kini seperti orang asing baginya. “Kamu baik-baik saja? Aku dengar kamu pindah ke sini.”

“Aku... aku baik-baik saja,” jawab Alia dengan suara pelan, meski jantungnya berdetak kencang.

“Aku tahu kamu tidak baik-baik saja.” Andi terdiam sejenak, lalu melanjutkan, “Aku menemukan sesuatu yang mungkin ingin kamu lihat. Ada hubungannya dengan... malam itu.”

Mata Alia membelalak. Tubuhnya membeku. “Andi, jangan mulai lagi,” ujarnya, berusaha tegas meski suaranya bergetar.

“Tapi ini penting. Datanglah ke kafe dekat stasiun besok sore. Aku akan menunggumu,” ucap Andi sebelum telepon diputus.

Alia terdiam lama, memandang gagang telepon di tangannya. Pikirannya penuh dengan ketakutan dan tanya. Andi tahu sesuatu tentang malam itu—malam yang ia habiskan bertahun-tahun mencoba melupakannya.

Hujan terus mengguyur di luar, tapi di dalam hati Alia, badai yang lebih besar tengah bergemuruh. Akankah ia berani menghadapi masa lalunya? Atau ia akan terus hidup dalam bayangan trauma yang menghantuinya?

bayangan traumaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang