Pagi itu seorang gadis berdiri didepan gedung pondok pesantren Al-ibtidai. Dia bediri bersama kedua orang tuanya. Dia bersiap ingin memasuki kediaman pemilik pondok tersebut kyai Akbar dengan Uni Aisyah pengasuh pondok pesantren tersebut.
Dan gadis bergamis hitam bergari putih dengan hijab hitamnya dengan cadar yang mengehiasinya
"Assalamualaikum" Ucab Irsyad "waalaikumsalam, silahkan masuk, monggo lenggah rumien" Ucab Aisyah mempersilahkan duduk "wonten keperluan nopo pak" Ucab Aisyah bertanya "niku bunyai kulo bande ndaftar raken anak kulo mondok mriki" Ucab Irsyad "njeh pak kulo timballaken krien mbk-mbk yang urus pendaftaran nya" Ucab Aisyah "mbk Clara" Panggil Aisyah "njeh umik lanopo" Sahut Clara "itu ada wali santri yang ingin mendaftar tolong kamu urus" Ucab Aisyah "njeh umik kulo pendet rien folumirnya" Ucab Clara Aisyah pun kembali untuk menemui keluarga tersebut. Lalu tidak lama kemudian Clara pun datang membawa formulir.
"Assalamualaikum, buk pak niki formulirnya monggo diisi buk pak" Ucab Clara "iya mbk terimakasih" Sahut Alia "buk kulo bandhe tangglet" Ucab Clara "iya mbk mau tanya apa" Sahut Alia "niki kelas berapa putrinya ibu semisal kalau masih sekolah bisa saya kasih juga Formulir sekolahnya juga" Ucab Clara "kelas 11 dia mbk" Ucab Alia "oh, njeh sekolah disini nopo mboten" Ucab Clara "iya mvk sekolah disini tapi sudah saya daftarkan mbk" Ucab Alia "nggh pon buk kalau sudah ibu daftarkan" Ucab Clara "ini mbk formulirnya sudah saya isi" Ucab Alia "nggh pon buk kulo pamit rien umik kulo bangsul rumien Assalamualaikum" Ucab Clara sambil mencium punggung tangan Aisyah "umi bandhe tangglet abah yai tenpundi" Tanya Irsyad "abah masih keluar ada acara hajatan pernikahan disekitar sini lalu mengundang santri putra mungkin sebentar lagi datang" Ucab Aisyah "ya sudah umik, kapan-kapan saja pastinya abah juga capek kami pamit pulang dulu umik" Ucab Irsyad "Assalamualaikum "ucab Irsyad "Waalaikumsalam "sahut Aisyah mereka pun kelur dari kediaman pengasuh pondok tersebut dan pergi menuju warung sekitar untuk mengobrol sebentar. " Umi, nasya ingin menelfon kak akmal"ucab Nasya lalu Alia pun memberikan ponselnya kepada Nasya agar menelfon sang kakak.
"Assalamualaikum, kak akmal" Ucab Nasya "waalaikumsalam,ada apa adik ku yang paling cantik, tumben telfon jam segini" Ucab Akmal "tidak apa-apa cuman mau bilang kalau kak akmal di kampus sedang tidak sibuk kak akmal sambang aku ya" Ucab Nasya "hah, sambang emang kamu dimana dek" Tanya akmal heran "aku sudah pindah pondok, trus pondok ini dekat sama kampu kak akmal" Ucab Nasya "hm, Iya-iya kalau kakak ada waktu luang kakak pasti akan sambangin kamu tenang saja" Ucab Akmal "adek telfon kakak matikan ya kakak masih ada matkul jadi kakak tutup Assalamualaikum" Ucab Akmal lalu mematikan ponselnya tersebut, Nasya pun masih berbincang-bincang dengan orang tuanya karna belum siap orang tuanya pulang.
Karna sekarang dia akan jarang sekali bertemu dengan orang tuanya dikarenakan jarak rumah dan pondoknya jauh berbeda kota dan mungkin dia cuma ditransfer orang tuanya tapi disambangi oleh kakak laki-lakinya. Nasya pun sekilas melirik ke arah tangan kanannya untuk melihat jam tangannya dan ternyata jam sudah menunjukkan pukul 16:20 sore.
"Nasya umi sama abi pulang dulu ya soanya sudah mau malam" Ucab Alia "apakah umi tidak jadi menunggu abah akbar?" Tanya Nasya "tidak jadi sayang sudah mau malam juga kasihan abi mu nanti kecapean" Ucab Alia "ya sudah umi sama abi hati-hati dijalan ya" Ucab Nasya lalu mancium punggung tangan Irsyad dan Alia, lalu mereka pun memasuki mobil lalu pergi meninggalkan Nasya didepan gerbang pondok tersebut.
N&Z
Nasya pun memasuki asrama dan membawa barang-barangnya lalu kemudian dia bertu dengan Clara dan Clara pun Mengajaknya untuk masuk kedalam kamar barunyaa.
"Assalamualaikum" Ucab Nasya dan Clara bersama "wa'alaikumsalam" Sahut seluruh anggota kamar secara bersamaan.
"Semuanya kenalin ini ada teman baru" Ucab Clara "Hallo semuanya kenalin nama ku Nasya Aqeela Al-anam aku dari Surabaya kalian bisa panggil aku nasya salam kenal yaa" Ucab nasya memperkenalkan diri "Hallo nasya salam kenal yaa semoga betah ya" Ucab salah satu teman barunya itu.
"Yasudah nasya kamu boleh manata-nata barang-barang kamu dialmari" Ucab Clara "iya kak" Sahut nasya "tidak usah panggil kakak kita masih seumuran kok" Ucab Clara memberi tahu "hm, iy Clara" Sahut nasya "yasudah kalau begitu aku pergi dulu assalamualaikum" Ucab Clara lalu keluar dari kamar tersebut. Lalu nasya pun menata barang bawaannya tersebut dan setelah dia selesai dia pun diajak berkenalan oleh anggota kamar itu satu petsatu.
Lalu diperjalanan setelah dari acara hajatan tersebut Zaid, dan para santri yang ikut di acara tersebut terutama abah akbar pun langsung kembali menuju pondok tetapi ada sedikit masalah ditengah perjalanan mereka ternyata oh ternyata ban mobil yang mereka tumpangi itu meletus tidak ada yang tau kenapa mereka pun mencari bengkel di dekat situ, ternyata tidak ada satu pun bengkel disekitar mereka pun bertanya kepada warga sekitar apakah ada bengkel dan salah satu dari warga yang mereka tanya menjawab ada tetapi begitu jauh jarak dari mereka adalah 10 meter.
Mereka pun sekuat tenaga mendorong mobil tersebut yang berisikan abah akbar yang tidak lain adalah guru mereka, mereka menyuruh beliau untuk duduk didalam mobil saja karena jarak yang terbilang jauh, dan akhirnya mereka pun menemukan bengkel tersebut. "Id itu ada bengkel" Ucab salah satu teman Zaid "alhamdulillah iy, ayo kita harus semangat sedikit lagi" Sahut Zaid "bener kata kamu id" Ucab reno "tentu kan aku sudah bilang orang yang mau berusaha akan mendapatkan apa yang dia ingin kan" Ucab Zaid sambil melirik jam tangan yang berada di tangan kanannya.
Dikamar Nasya sedang asik berbincang-bincang dengan teman-teman barunya tersebut.
"Eh Nasya udah makan apa belom kamu " Tanya zia "udah kok zia kenapa emangnya" Ucab nasya "hm tidak apa-apa kok ku kira belum" Sahut zia lalu terdengar suara mobil sedang memasuki asrama.
Semua santri putri pun langsung menuju ke jendela kamar mereka. "Masyaallah ganteng banget sih jodohnya orang tapi" Ucab salah satu santriwati. Nasya pun lalu juga pergi karna dia juga ingin tau siapakah yang mereka bicarakan. "Siapa mereka? " Ucab nasya dengan penuh tanya "oh mereka, pantes saja semua anak-anak pada lari ke jendela" Ucab zia "hm iy siapa sih mereka" Tanya nasya kembali "mereka itu tim hadroh disini trus ada salah satu dari mereka yang jadi inceran para santriwati disini" Ucab bilqis "hm siapakah itu" Sahut nasya "kak Zaid dia itu kakak kelas kita disekolah dan dia juga idaman para santriwati dan para murid kalau di sekolah karna sikap cueknya yang bikin orang penasaran dia juga agak dingin sama perempuan dia itu cowok cool, vokal trus dia itu abdi ndalem
Trus ada temen-temennya kak Zaid juga ada kak Andra, reno, farel, Rohman, zainal trus banyak lagi deh "ucab bilqis menjelaskan " Owh"sahut nasya lalu berbalik ingin kembali menuju tempat tidurnya "cuman itu saja jawaban kamu sya" Ucab zia heran "lalu aku harus jawab apa dong" Sahut nasya "kamu ndak ingin tanya-tanya dulu gitu soal kak Zaid atau temenya" Ucab zia "hm nggk dulu deh" Sahut nasya "heran deh gue sama si nasya ini, biasanya kalau ada anak baru trus tau tentang kak Zaid atau yang lain pasti langsung tanya-tanya dulu peh nasya ini berbeda" Ucab zia heran "udah ih dari pada urusin itu mendingan kita istirahat aja besok kita sekolah takutnya kesiangan" Ucab nasya lalu mereka pun pergi menuju tempat tidur mereka masing-masing lalu mereka pun beristirahat.
YOU ARE READING
Zasya
Teen FictionPertemuan Yang Sejak Dulu Sudah Ditakdirkan Tapi Tidak Kunjung Dipersatukan
