Chapter 1 Kehancuran Waktu

63 5 0
                                        

Theo berdiri di atas reruntuhan gedung yang hancur, tubuhnya kaku, tatapannya kosong menatap horizon yang suram. Angin dingin menggulung di antara celah-celah bangunan yang rusak, membawa aroma logam dan tanah yang pecah. Dunia di bawahnya seakan terhenti, tenggelam dalam kebisuan yang aneh, seolah-olah waktu sendiri sedang ragu untuk bergerak lebih jauh.

Dia mengalihkan pandangan ke alat pemantau waktu di tangannya, yang bergetar pelan. Suara desisan halus terdengar dari perangkat itu, memberi peringatan bahwa sesuatu yang besar sedang terjadi. Waktu—sesuatu yang selama ini dia lindungi—mulai bergerak tidak sesuai dengan jalurnya.

Rasa cemas mulai merayap ke dalam dirinya.

"Ada yang tidak beres," pikirnya.

Ia sudah menjadi Penjaga Waktu selama bertahun-tahun, melacak dan menjaga aliran waktu dari distorsi, mengatur perjalanan antar dimensi dengan ketelitian yang tak tergoyahkan. Tapi kali ini, dia merasakan sesuatu yang jauh lebih besar dan berbahaya sedang terjadi.

Perasaan itu datang dengan perlahan, sebuah sensasi yang tidak bisa dia definisikan, tetapi pasti ada. Seperti tekanan yang menghimpit dadanya, sebuah peringatan yang tak bisa diabaikan. Ada sesuatu yang mengancam, sesuatu yang bahkan dia sendiri tidak bisa prediksi.

"Siapa yang melakukannya?" gumamnya.

Di dalam pikirannya, hanya satu jawaban yang mungkin 'Eclipse Archive'. Hanya artefak yang dapat mengubah garis waktu secara drastis, dan hanya orang-orang tertentu yang bisa mengaksesnya.

Tapi bagaimana bisa artefak yang seharusnya tersegel bertindak begitu mudah? Hati Theo semakin gelisah.

Dia menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan diri.

"Ayo tetap fokus, Theo,"ia mengingatkan dirinya sendiri. Pengalaman mengajarinya untuk tetap tenang di tengah krisis, untuk tidak membiarkan rasa takut mengambil alih. Tapi kali ini berbeda.

Sebagai Penjaga Waktu, dia tahu lebih dari siapa pun betapa berharganya dan rapuhnya waktu. Mengubahnya hanya sedikit saja bisa menghapus seluruh eksistensi. Bahkan kesalahan kecil dapat menghancurkan banyak dunia.

Dan saat ini, semua tanda menunjuk pada satu hal—ada seseorang yang telah membuka portal waktu.

Keringat dingin mulai menetes di dahinya saat sinyal dari perangkat pemantau itu semakin sering berbunyi.

"Tidak," pikirnya, mata menajam.

"Ini tidak bisa terjadi."

Tapi semakin lama dia menatap layar itu, semakin jelas apa yang harus dia lakukan. Ini bukan lagi soal peringatan. Ini adalah ancaman nyata yang harus segera dihentikan.

Tanpa ada waktu untuk ragu, Theo menarik senjatanya dan menyesuaikan ikat pinggangnya. Dia tahu harus segera bertindak, sebelum semuanya terlambat.

"Jika aku tidak menghentikannya di sini," pikirnya, "semuanya akan berakhir."

Satu langkah besar, dan tubuhnya melompat ke dalam kekosongan yang menunggu. Waktu berputar dengan kecepatan yang tak terduga, seperti sebuah pusaran yang menariknya tanpa ampun. Seluruh tubuhnya seakan ditarik menuju pusat, dan rasa takut yang sempat ada berubah menjadi tekad yang membara.

Sesaat sebelum semuanya menjadi gelap, dia hanya sempat berpikir:

"Apa yang akan aku temui di sisi lain?"

---

Sebagai Penjaga Waktu, Theo sudah terbiasa dengan tanggung jawab besar, tetapi ancaman kali ini terasa sangat berbeda. Emosi yang dialaminya menggambarkan kedalaman keterikatan dan rasa takut akan kehancuran yang lebih besar.

Eclipse ArchiveWhere stories live. Discover now