Prolog 🍀

121K 4.3K 166
                                        

Reders saya iseng buat ini, untuk homophobia mending gausah baca, ini khusus BL. Cerita ini hanya fiksi dan karangan asli author, bila banyak kesalahan maklum karena baru belajar menulis bila ada kesamaan maafkan ya gays, happy enjoy gays.

Happy reading......

Bagi vote nya terimakasih..

____________________________

Attala Andrean pemuda tampan dan manis merupakan anak dari pengusaha kaya raya, Regi Andrean.

Anak sulung dari dua bersaudara, Attala merupakan anak pertama dari Regi dan anak kedua nya Rea Andrean.

Attala adalah anak yang kurang kasih sayang keluarga, karena sejak ibunya Alma Andrean meninggal karena penyakit mematikan membuat nya menjadi sosok yang pendiam.

Sang Ayah Regi hanya perhatian kepada putri bungsunya dibanding Attala, Rea yang sering dimanja ayahnya ketika sang ayah berada dirumah, Attala? Dia malas berinteraksi dengan ayahnya karena sebuah kesalahan,dan membuat dia sangat gila kerja karena menuruti kemauan sang adik yang banyak meminta.

Jarang berkumpul dengan sang ayah dan adik Attala lebih memilih membaca dan menjadi kutu buku.

Attala sering sekali bertanya apa pekerjaan ayahnya, namun tidak pernah dia balas karena Attala sangat mengkhawatirkan nya.

Pernah Attala mencoba untuk lebih perhatian dengan membuat kan mereka makanan, namun sang adik yang nyebelin membuat masakan nya berantakan. Sang adik itu bukan hanya manja, namun licik.

Pernah Attala mencoba untuk lebih dekat sang ayah, merendahkan egonya walau hanya menyapa saja, namun belum juga menyapa sang adik caper duluan membuat Attala urung hanya untuk menyapa sang ayah.

"Sialan" dia selalu mengumpat, dan adiknya selalu caper membuat Attala jengah.

Kini Attala bangun pagi pagi karena maid sedang cuti jadi Attala inisiatif untuk memasak untuk ayahnya.

Dia memasak ayam goreng tepung kesukaan sang ayah, resepnya dari sang ibu tentunya.

Setelah memasak makanan Attala menyajikan nya dimeja makan, dia duduk lalu menunggu sang ayah keluar.

Setelah menunggu, sang ayah datang dengan sang adik caper tentunya.

"Ayah, aku sudah buatkan makanan kesukaan ayah" ucap Attala tersenyum.

Mereka pun duduk dengan Attala berada di depan sang ayah dan adiknya.

Saat ingin mencoba makanan, sang adik terlebih dahulu menghentikan sang ayah yang ingin mencoba masakan Attala.

"Ayah, tunggu dulu. Aku tadi mencoba masakan nya terasa sangat asin, aku takut ayah darah tinggi" ucap Rea dengan manja.

"Oh ya, kenapa tidak bilang yasudah nak ambilkan ayah roti saja" jawab Regi tanpa menatap Attala yang hanya diam dengan raut datar mencoba untuk tidak emosi.

Mereka seenggaknya menghargai usaha Attala, bukan malah mencela masakan Attala.

Attala rasanya sia sia dia memasak toh dia juga yang makan, padahal masakan dia enak tapi yasudahlah.

"Ayah ke kantor dulu sayang" ucap sang ayah yang baru selesai sarapan lalu mencium kening putrinya.

"Baik ayah, tapi aku mau uang dong" kata Rea dengan puppy eyesnya.

Regi pun mengambil dompetnya lalu mengambil blackcard dan menyodorkan nya ke Rea, membuat Rea senang tentunya. Attala, dia tidak pernah diperlakukan seperti itu, ayahnya berubah sikap dengan nya hanya karena kesalahan yang bukan salahnya saat sang ibu masih hidup dia yang menjaga ibu nya lalu tak sengaja ada yang menukar obat nya dengan obat kadaluarsa dan membuat ibunya sakit semakin parah dan ayah nya kini membenci nya dan membuat nya ingin menyusul sang ibu.

Setelah ruang makan kosong, Attala segera membereskan piring piring kosong ke wastafel lalu mencucinya dan sisa makanan yang dia masak dia menaruh nya di lemari untuk makan siang nanti.

Kini Attala sudah sampai sekolah nya dia hanya menaiki motor vespa kesayangannya yang dibeli sang ibu, walaupun ayahnya membenci nya tetapi untuk kewajiban untuk nya sekolah dia tidak lupa.

Namun saat sudah sampai sekolah, masih sangat pagi namun Attala lebih suka ke perpustakaan untuk membaca selagi menunggu bel sekolah.

Dia membaca, dari buku sejarah, buku komik, Novel serta majalah yang asik.

Namun saat ingin memilih Novel ada Novel yang terjatuh, Attala penasaran apa yang jatuh tadi.

Ternyata Novel "The Girl Is Mine"

"The Girl Is Mine" menceritakan protagonis wanita bernama Giana Larasati yang menolong seorang pria yang merupakan protagonis pria, bernama Arjuna Jarendra disaat dia dikroyok dan ditolong oleh Gia membuat Juna jatuh cinta pandangan pertama, dan juga ada sosok antagonis pria, Levi Sagara yang berobsesi pada Gia dia yang merupakan sosok pria yang di jodohkan dengan Gia, dan Fio seorang figuran adalah seorang adik dari antagonis wanita bernama jesika Agasta.

"Wah menarik, genre Harem belum pernah gue baca" gumam Attala.

"Dan ah kayanya gue pinjam dan baca nya dirumah, penasaran gue sama isinya " lalu Attala meminjam nya dari perpustakaan. Setelah itu Attala pulang kerumah setelah berganti baju lalu makan setelah itu ke kamar,dia membaca novel yang membuat nya penasaran.

Setelah dia membaca sampai akhir ternyata asik juga, tetapi dia lebih suka sama pemeran antagonis nya daripada protagonis yang suka sekali caper kek adeknya.

Setelah itu ada suara yang cukup kencang terdengar dari luar,Attala mencoba untuk melangkah pelan menuju pintu, suara geraman seseorang ditelpon membuat dirinya mengintip lewat pintu.

Dilihat sang ayah berdiri didepan kamarnya dengan menelpon sesorang.

"Brengsek, senjata yang gue mau belom lo kirim,?

"Lama bangsat, gue butuh senjata itu."

"Yasudah kirim pasukan anggota lainnya, besok kita beraksi " ucap nya dengan senyum mengerikan.

Attala menganga tak percaya, ayahnya ternyata mafia. Orang yang gila kerja berangkat pagi pulang malam. Attala yang masih mengintip dibalik pintu itu berusaha menahan tubuhnya agar tak jatuh, akibat getaran dari meja didekat pintu membuat guci berharga ratusan juta pecah, dan ayahnya yang lagi nelpon pun mendengar suara barang pecah, dan melihat bocah tengah mengintip nya. Membuat Regi geram, karena sulung mengetahui kerjaannya.

"Kau, daritadi menguping?" Ucapnya dengan nada mengintimidasi.

Attala menggeleng gelengkan kepalanya cepat," Ti-dak"

Regi mencengram dagu Attala keras," Kau tau? Guci ini harganya berapa?"

" Kau tahu ini hadiah dari siapa?"

Attala tetap tidak bisa jawab, dia hanya bisa meringis, karena dagunya di cengkram oleh ayahnya.

"Hadiah dari bunda" jawab Attala.

"Dan kau, memecahkan nya. Kesalahan mu bukan ini saja, pertama kau yang mengakibatkan istri saya meninggal, kedua guci ini guci kesayangan istri saya, kesalahan selanjutnya,kau meguping pembicaraan ku tadi dan mengetahui
Pekerjaan ku"

" ini hukuman mu" bisik Regi yang masih mencengram erat dagu Attala lalu mengambil senjata dari saku nya.

Dor

Dor

Dor

Attala ditembak di bagian kepala, perut dan jantung hingga Attala menghembuskan nafas terakhirnya.








TBC

Maklumin orang gabut ya bestie:(

𝐓𝐫𝐚𝐧𝐬𝐦𝐢𝐠𝐫𝐚𝐬𝐢 𝐀𝐭𝐭𝐚𝐥𝐚 [𝐁𝐋] ENDLa tua prossima ossessione. Scoprilo ora