"Aruuuuuummmmmmm" Teriak bu Anya menggelegar di se antero sekolah.
Guru galak tapi bahenol itu frustasi menghadapi salah satu muridnya. Arum, si tukang bolos lagi-lagi berulah.
Sudah 3 kali ia membolos di mata pelajaran bu Anya. Heran deh cewe tapi kelakuannya kaya anak laki.
"Arum dimana kamu, dasar anak nakal, ketemu ibu pites kamu yaaah".
Ibu Anya terus berjalan ke sana kemari mencari keberadaan Arum.
Sedangkan yang di cari sedang asik memanjat pohon mangga di belakang sekolah, awalnya niat Arum hanya ingin memetik mangga, kan sayang banyar spp mahal tapi mangganya di anggurin.
Saking asiknya makan mangga di atas pohon, arum lupa untuk kembali ke kelas.
Nasi sudah menjadi bubur, pilihannya cuma kabur. Sebelum terkena jeweran maut bu Anya lebih baik sekalian bolos pikir arum.
Susah payah arum memanjat pohon mangga lebih tinggi agar dapat mencapai atas dinding beton belakang sekolahnya.
"Huh, susah bener mau bolos lewat sini, kalo bukan takut sama cerocosan dan tangan mautnya bu Anya itu gak bakalan mau jalan sini. Enakan jalan biasa nih". Monolog arum
"Waduh, ini gimana turunnya?" Arum melihat kebawah dengan perasaan takut.
"Aruum, disitu ternyata kamu yah" Tunjuk bu Anya, dengan langkah cepat bu Anya berjalan menuju tempat Arum.
Karena terlalu lama memikirkan cara untuk turun tak terasa bu Anya semakin dekat. Tanpa pikir panjang Arum lebih memilih melompat untuk turun ke bawah.
Bughhh
Pendaratan Arum tidak semulus yang ia harapkan. Darah segar menetes di area lututnya. Tidak terlalu parah hanya lecet dan luka sedikit namun arum merasa sangat kesakitan.
Menurut Arum lebih baik lecet sedikit dari pada tertangkap bu Anya. Urusan besok kena hukuman di sekolah itu belakangan. Kan bisa ngeles.
Setelah lolos dari bu Anya, Arum kebingungan karna ini bukan bolos yang direncanakan. Biasanya arum membolos bersama teman-teman sedangkan sekarang ia sendirian.
Sambil memikirkan tujuannya arum terus berjalan dengan kakinya yang sedikit pincang, menyisiri jalanan yang tampak sepi karena ini masih area dekat sekolahan. Terlalu fokus dengan rasa nyeri lututnya ia sampai tak sadar ada kendaraan dari arah depan melaju dengan kecepatan tinggi.
Tin tiiiin
Suara klakson yang begitu nyaring membuyarkan pikiran arum. Selain nakal dan ceroboh, arum juga lemot kalo soal beginian. Bukannya menghindar Ia hanya berdiam diri dan menutup mata.
"Woooy minggir, jalan tuh pake mata, hampir aja ketabrak!"
YOU ARE READING
Hai Cinta
RomanceApakah cintaku semulus jalan tol? Arum Manis gadis nakal mendadak alim demi pujaan hati si leeminho kw super Ini novel pertamaku, meskipun masih acak adul mohon sopport, kritik dan sarannya
