Lia dan Lea

12 0 0
                                        

Pada suatu hari, di dalam hutan yang memiliki pohon-pohon tinggi, salah satu pohon itu terdapat rumah kecil dari seorang peri cantik bernama Lia. Lia sedang duduk di teras rumahnya sambil memikirkan sesuatu.

"Seandainya, Aku bisa berenang bersama ikan-ikan di laut dan melihat berbagai batu karang, pasti menyenangkan sekali rasanya.." gumam Lia sambil menatap langit, lalu kembali menutup mata dan membayangkannya.

"Apalagi bisa bertemu putri duyung yang kata orang ekor mereka memiliki warna yang indah,"Sambung Lia, lalu tiba-tiba membuka matanya dan beranjak dari tempat duduknya.

Lia langsung mengepakkan sayap dan terbang pergi ke daerah pantai, Lia sungguh penasaran dari apa yang telah ia bayangkan.

Selama perjalanan, Lia tak berhenti memikirkan tentang keindahan laut dan ikan-ikan di dalamnya, perjalanan ke daerah pantai itu sedikit jauh, tapi Lia tidak berhenti beristirahat saking semangatnya untuk pergi ke sana.

"Wah luar biasa, Pantai dan laut sangat indah, tak sia-sia aku pergi ke sini"

Ketika tiba di pantai, tatapan Lia berbinar-binar melihat pemandangan pantai di depannya.

Lalu, Lia tiba-tiba melihat seseorang yang sedang duduk di tepi pantai, orang itu memiliki rupa yang cantik dan anggun, juga ekor yang memiliki warna yang indah.
Tak salah lagi, itu adalah putri duyung, kan? Wah benar-benar seperti kata orang selama ini. Batin Lia

Lia langsung mendekati putri duyung itu dan berkata, "Halo, Apakah kita bisa berbicara? Aku Lia, salam kenal kawan!" Sambil menyodorkan tangannya kepada putri duyung tersebut.

Perkenalan dari Lia, disambut senyum manis oleh putri duyung itu, putri duyung itu juga langsung menjabat tangan Lia.

"Hai Lia, tentu. Kau bisa memanggilku Lea, senang berkenalan denganmu." Balas Lea si Putri Duyung.

Lia pun langsung duduk di samping Lea, ia sangat senang karena Lea mau berbicara dengannya.

"Lea aku ingin bertanya padamu, bagaimana rasanya memiliki ekor dan bisa berenang bersama kawan-kawan di laut? Jujur saja, aku iri dan ingin melakukannya seperti mu," tanya Lia kepada Lea.

Pertanyaan Lia disambut tawa kecil oleh Lea, Lea pun berkata "rasanya menyenangkan Lia, tapi ternyata kita memiliki keinginan yang sama ya? Aku juga ingin seperti terbang sepertimu, rasanya menyenangkan kalau bisa terbang, "

"Walaupun pasti tidak mungkin untuk kita berdua, karena kita berdua diciptakan dalam ras yang memiliki ciri khas yang berbeda. " Sambung Lea, Lia terlihat sedih mendengarnya karena tidak ada cara untuk dapat merasakan hal tersebut.

"Apakah benar-benar tidak ada cara atau sihir yang dapat membuat aku bisa berenang dan kamu bisa terbang? " tanya Lia kepada Lea.

"Hey, kawan jangan terlihat sedih begitu. Sekarang aku tanya, apakah terbang tidak menyenangkan? Pasti menyenangkan rasanya, kita harus bersyukur dengan apa yang telah kita didapatkan" balas Lea kepada Lia, Lea langsung mendekati Lia dan memeluknya.

"Begini saja, bagaimana kita bertemu di sini dan saling menceritakan hal-hal menyenangkan saat kau tetbang dan aku berenang? Aku juga akan membawa benda-benda laut, dan kita bisa saling menukar benda-benda tersebut?" tawar Lea kepada Lia, agar Lia tidak berlarut-larut dalam kesedihan.

"Boleh juga ide mu, aku akang datang setiap hari dengan waktu yang sama bagaimana? Kau bisa tidak?" kata Lia.

"Tentu, aku juga senang tentang itu. Jadi, jangan berlarut dalam kesedihan ya Lia." Ucap Lea dengan menyodorkan jari kelingking nya kepada Lia.

"Baik, terimakasih Lea. Kau adalah kawan terbaikku!" Jari kelingking Lia langsung mengikat kelingking Lea.

Seperti cerita di atas, kita tidak boleh iri terhadap apapun itu. Kita harus belajar untuk bersyukur dengan apa yang kita punya.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Oct 22, 2024 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

cerpenWhere stories live. Discover now