Pada zaman dahulu kala
Ada 2 kucing kecil yang selalu bersama. Mereka juga saling berbagi, melindungi, menyayangi dan memahami satu sama lain. Kucing kecil itu bernama Lulu dan Tata
Hingga suatu hari, Lulu jatuh sakit. Melihat kondisi sahabatnya itu membuat hati Tata sangat sedih. Ia pun berinisiatif untuk mencarikan obat untuknya. Dengan berat hati, ia pun pergi meninggalkan Lulu sendirian.
Tapi ternyata, pencarian obat itu ga gampang!
Tata menghadapi banyak rintangan hanya untuk sebotol obat. Ia melewati siang dan malam dengan sangatt letihnya. Hingga akhirnya, Tata yang putus asa kemudian terhenti. Ia bersedih dan menangis. Lalu terlintas dibenak nya,
"Bagaimana jika usahaku sia-sia? "
Keputusasaannya semakin menjadi-jadi, ia sangat ingin menyerah. Namun, karena kenangan dan kasih sayangnya yang amat mendalam kepada Lulu, ia pun berusaha bangun dan kembali bangkit untuk sahabatnya itu. Hingga akhirnya
Boom!
Ternyata obat itu ada didalam pohon besar!
Tata sangatt senang, ia pun kembali dengan membawa obat diranselnya. Lulu yang menyaksikan pengorbanan sahabatnya membuat ia sangat terharu. Ia pun berterimakasih dan bergegas meminum obat tersebut. Setelahnya Lulu kembali sehat dan mereka pun kembali bersama dan bahagia selamanya.
✿ ✿ ✿
Dibalik sebuah pintu, kini terdengar suara buku yang terkatup. Sinar Sang Surya mendapati 2 wajah anak kecil yang terduduk di antara sofa yang empuk. Salah satu diantara mereka memaut buku tipis berisi dongeng yang cukup menarik bagi mereka. "Kucing kecil" Begitulah buku itu dinamakan.
"Serukan ceritanya?," ujar Naya dengan mata membinar. "Ih iya!, kok kamu bisa sih ceritanya seseru inii??, kamuu dapet buku ini dari mana Nay?"
"Dari Bu guru Yola tercinta!~"
"Tapi-tapi, kamu udah izin?"
"Udah donggg!, eh, ngomong-ngomong, liat deh!, Kio pasti suka sama tulisannya!"
Kio kebingungan mendengar apa yang dikatakan Naya, Ia mulai memikirkan apa yang hendak Naya ucapkan. Satu persatu pemikiran pun muncul.
"Emang kamu ngapain?"
"Hm hm~!"
Perlahan, Naya membuka tas nya dengan lembut. Ia mengambil selembar kertas yang berisi tulisan-tulisan yang amat rapi. Gadis kecil itu terkekeh-kekeh.
"Ta-da!, keren kaaann?"
~"~
Tiada hari tanpa tersedu
Jika kau pergi meninggalkan ku
Duduk diam diantara langit malam
Diam terpikul dalam kelam
Alangkah sepi dalam hati
Melihat ia telah beranjak pergi
Susah payah untuk berdiri
Dari rasa yang menyiksa diri
~"~
Isi puisi yang Naya berikan kepadanya, sontak membuat Kio terkejut. Bagaimana tidak? Gadis berambut cokelat kehitaman itu anak yang sangatlah polos. Naluri Kio untuk menjaganya dari hal 'percintaan' kini memuncak. Gadis itu masih terlalu dini untuk hal ini.
YOU ARE READING
LIKE A SIBLINGS
Teen FictionBila ada seseorang yang mengatakan, "tak ada persahabatan yang akan bertahan selamanya". Layaknya bunga yang bermekar indah sesaat, kemudian berujung layu hingga lenyap. Namun dibalik bayangan, pasti akan ada secercah cahaya. Yang melambangkan hara...
