Chapter 50

56 7 2
                                        

Toey terkejut saat membuka pintu dia mendapati ibunya sedang berdiri dihadapannya.

"Ma...mama?" kaget Toey. "Bagaimana bisa ada disini?"

"Cepat berkemas" perintah Um cepatm "Kita harus segera pergi"

"Tapi ma..." Toey menatap Um tidak mengerti. "Kenapa kita harus pergi ma?" tanya Toey bingung. Jika kita pergi kakak bagaimana?" Walau bagaimanapun Plustor adalah kakak kandungnya

"Jangan pikirkan dia" Um mencengkram tangan Toey. "Cepat bereskan pakaianmu Toey! Jangan membantah mama lagi!" bentak Um tidak sabar

"I...iya ma" Toey masuk ke kamarnya untuk membereskan semua barang-barangnya. Dia tidak tahu ada sebenarnya. Tapi mamanya terlihat sangat panik. Jadi lebih baik dia menurut saja.

Toey keluar dengan tas yang lumayan besar.

"Sudah ma"

"Sudah semua?" tanya Um saat melihat tas yang dibawa Toey. "Jangan ada yang tertinggal"

"Kita mau kemana ma?" tanya Toey bingung

"Mama akan bekerja diluar negri jadi kau ikut mama" kata Um tenang.

"Luar negeri?!!" kaget Toey. "Sekolahku gimana ma?"

"Kau akan pindah sekolah" Um menarik tangan Toey. "Mama akan urus kepindahannya"

"Tapi ma..." protes Toey. Dia tidak mau pindah. Dia masih ingin mengejar Ohm.

"Tidak ada tapi. Setelah ini lupakan semua yang ada disini"

Setelah mereka sampai di luar gedung apartemen Um mendorong Toey untuk masuk ke mobil yang sudah disiapkan.

Bukan tanpa alasan Um membawa pergi Toey hari ini. Semua sudah disiapkan oleh Pluem. Entah apa yang sudah dilakukan putranya pada putra bungsu Vihokratana. Tapi Pluem memerintahkannya untuk membawa putranya pergi jauh dari kota ini. Dia masih ingat tatapan tajam Pluem kemarin.

Flashback on:

Pluem menemui Um ditempat kerjanya kemarin siang.

"Besok orangku akan menangkap Plusthor" beritahu Pluem. "Begitu ada yang meneleponmu cepat jemput putramu dan bawa pergi sejauh mungkin dari kota ini"

"Apa salah putraku?" tanya Um takut.

"Putramu sudah bermasalah dengan adik bungsuku"

"Tapi kemana kami harus pergi?" tanya Um bingung. "Aku tidak punya cukup uang untuk..."

Pluem menyerahkan selembar cek dengan nilai yang cukup besar. Dia yakin dengan uang itu dia bisa memulai hidupnya lagi

"Ambil uang ini dan pergilah keluar negeri" perintah Pluem. "Orangku akan menyiapkan tiket pesawat untuk kalian."

"Bos ini yang anda butuhkan" Mike datang dan menyerahkan map pada Pluem.

"Kalian akan pergi ke Singapura. Aku sudah menghubungi kenalanku. Dia akan menerimamu kerja disana"

"Tapi..."

"Syarat dariku cuma 1 jangan biarkan putramu kembali kemari lagi"

"Tidak boleh kembali?" tanya Um bingung.

"Jika sampai dia kembali dan Plustor menemukannya aku tidak akan memberikan bantuan apapun"

"Baik. Aku terima!" lebih baik Um menerima penawaran Pluem daripada dia harus berurusan dengan Plustor lagi.

"Pilihan yang bagus" Pluem menyerahkan map itu pada Um. "Disana ada tiket pesawat untuk penerbangan besok. Ada juga alamat kenalanku dan aku juga sudah menyiapkan rumah kecil untuk kalian tinggal"

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Aug 28 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Secret LoveStories to obsess over. Discover now