Bab 16 - Hari Kesialan Dendy

26.9K 1.2K 9
                                    

Warning: typo bertebaran! Dan ada bahasa yang sedikit vulfar.

Aku balik... wkwkwk... aku nepati janjiku kan?

Sorry kalau gantung, kurang bagus dan lain - lain.

Next nya bakal aku usahain ya. Kalau ada waktu sengang aku next.

Pasti aku next sampek end. Banyak yang pengen happy ending ya. Padahal aku udh mau rencana salah satu dari *before for after sama *the Struggle of love bakal sad ending.

Hahaha... sekali kali bikin cerita sad ending. Tapi kalau bayak yang suka happy ending ya. Nanti deh ya jawabannya bakal sad atau happy ending. Aku mau kasih kaliam kejutan.

Ini updated terakhir ya. Hari ini gak bisa updated lagi tapi tanggal 17 atau 18 kalau ada waktu bakal aku updated lagi. Bye bye... sampek ketemu tanggal 17 / 18 Juli..

Jangan lupa vote dan comment ya.

Aku harap kalian suka sama bab ini.

*enjoy

***

"Dan kehidupan baru" ucap Nisfa misterius.

"Maksud dari kehidupan baru itu Apa aku gak ngerti" tanya Salsa yang masih bingung apa maksud dari perkataan Nisfa.

"Ya kehidupan baru. Contohnya kayak aku sama Dendy sedangkan kamu nanti sama kita, bang Deva dan anak kamu. Sebenernya gak jauh beda sih tapi aku mau kamu gak kepikiran sama lelaki brengsek itu" ucap Nisfa menjelaskan dengan ketus ketika ia menjelaskan tentang sosok lelaki menjengkelkan baginya. Ia ingin sahabatnya ini hidup bahagia seperti dirinya bukan hidup penuh kesedihan. Sudah cukup rasa sakit yang diberika oleh orang tuanya membuat sahabatnya terpuruk dan juga lelaki yang tidak bertanggung jawab itu.

"Tenang Sal kamu akan kami lindungi dan kami beri kebahagiaan. Karena kami, aku dan Dendy menganggapmu sebagai saudara sendiri"

Tiba - tiba Salsa berjalan mendekati Nisfa memeluk erat sahabatnya.

"Makasih banget kamu masih mau bantu aku pergi dari keterpurukanku. Padahal aku dulu udah jahat sama kamu"

"Udahlah itukan masa lalu. Masa lalu hanya bisa dikenang. Sekarang kita jalani masa depan kita" ucap Nisfa dengan bijak.

"Ada apa nih kok peluk - pelukan. Kayak teletabis" ejek Dendy menyegaja. Para bumil yang merasa diejak itu saling menatap lalu menyeringai licik.

Salsa dan Nisfa mendekati Dendy yang cengar cengir. Salsa memberi aba - aba dengan tangannya. Menghitung dari angkah 1 - 3. Dan ketika angka 3 tangan para bumil itu memegang telinga Dendy dan menjewernya.

"Aw...aw... aduh sakit. Lepas dong" ringis Dendy kesakitan.

"Gak, kami tidak akan melepaskan karena kamu udah mengejek kami, sayang" seringai jahil muncul dari Nisfa.
***

Tak terasa malam hari tiba dengan cepat. Mereka bertiga sedang berada di ruang makan. Menikmati makanan yang tadi Dendy pesan.

Hanya keheningan yang menemani makan malam mereka. Dentingan suara garpu, sendok dan piring yang beradu membuat suasana hening perlahan - lahan hilang.

"Kalian masih marah sama aku" tanya Dendy dengan raut wajah melasnya.

"Iya" jawab Salsa dan Nisfa berbarengan. Rencana mereka sepertinya berhasil.

"Kan aku udah minta maaf. Sayang, Salsa maafin aku dong. Gak enak tau kalau sepi kayak gini. Serasa hidup sama hantu. Upss" dengan cepat Dendy menghentikan kalimatnya. Tak sengaja ia meledek para bumil lagi. Nisfa dan Salsa semakin ingin menjaili sampai esok hari.

"Masa istri cantiknya ini dikatain hantu, tadi teletubis sekarang hantu. Ah... Dendy awas kmu. Gak bakal aku kasih jatah nanti malam sampek akhir bulan"

"Dasar sahabat tidak berperi kesahabatan. Masa sahabatnya yang cantik kece badai ini disamain sama hantu, sudah cukup tadi dikatain teletubis sekarang disamain sama hantum awas kamu bakal aku balas nanti"

Tatapan garang para bumil membuat Dendy ketakutan setegah mati.

"Aduh gawat. Dendy... Dendy mulut itu yo mbok dijaga. Jangan asal jemplak aja. Sekarang kamu bakal diserang sama bumil. Terancam gak bakal dapet jatah nih kayaknya"

Salsa dan Nisfa beranjak dari duduknya berjalan bersamaan kelantai atas. Sekilas Dendy mendengar pembicaraan mereka.

"Sal, aku tidur sama kamu ya"

"Iya"

"Lho kan bener aku gak dapet jatah. Ah... Arum sayang kau membuatku gila"

***

Tok... tok... tok...

Sudah ke - 5 kalinya Dendy mengetuk pintu kamar Salsa. Dan selalu sama hasilnya tidak ada jawaban sama sekali.

Tok... tok... tok...

Ia mengetuk pintu kamar Salsa sekali lagi. Dan kali ini pintu coklat itu terbuka tampak istrinya yang terbalut dengan baju tidur berwarna soft pink. Baju tidur yang digunakan istrinya itu berbahan tipis sehingga tampak terlihat samar - samar warna bra yang dikenakan istrinya. Bra berwarna merah yang dapat membangunkan Dendy junior.

"Ada apa kamu kesini. Ganggu aku sama Salsa yang lagi ngobrol aja. sana balik kekamar kamu" ketus Nisfa. Mengusir suaminya yang sedang menahan gairah yang sudah ada diujung.

"Yang" panggil Dendy dengan suara seraknya.

Nisfa tidak menjawab. Ia hanya diam menunggu kelanjutan kalimat apa yang akan diucapkan Dendy.

"Tidur dikamar kita aja yuk" ajak Dendy dan langsung dibalas dengan gelengan kepala. Tanda Nisfa tidak mau.

"Tapi kamu udah bangunin adikku. Kamu harus tanggung jawab" lagi - lagi Nisfa menolak. Dan langsung menutup pintu kamar Salsa. Tanpa menghiraukan Dendy yang sudah tidak tahan ingin menerkan istri montoknya itu.

"Agh... masa baru pindah udah ada masalah baru. Pake adik gue bangun lagi. Terpaksa mandi air dingin malam - malam. Sabar ya dek mungkin bukan rejeki kita malam ini. Tapi aku bakal pastikan besok kita akan menerobos lubang surga itu. Lubang kenikmatan"

=The Struggle of Love (Accidental 1)=

Updated: 15 Juli 2015

Next? Vote dan comment ya.

Aku sangat membutuhkan itu dari kalian.

Makasih.

The Struggle of LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang