01 Pregnancy news

3.3K 197 4
                                        

NOTE: Cerita ini bertema ringan dan kemungkinan kecil bisa memiliki konflik.
WARNING: Typo, mature (untuk berjaga-jaga)

Dibiasakan vote terlebih dahulu sebelum membaca ya

.
.
.

HAPPY READING!

Sinar matahari pagi menyinari kamar tidur kalian, menciptakan nuansa hangat yang menyenangkan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Sinar matahari pagi menyinari kamar tidur kalian, menciptakan nuansa hangat yang menyenangkan. Kau terbangun dengan rasa tenang, namun ada sesuatu yang membuatmu merasa berbeda. Kelelahan yang biasanya menghinggapi setiap pagi kini digantikan oleh perasaan ringan. Kau meraih ponsel di sampingmu dan melihat jam menunjukkan pukul 7 pagi. Suamimu Zayne, sudah pergi ke rumah sakit untuk menjalani tugasnya sebagai dokter jantung yang terkenal. Meskipun kau merindukannya, kau tahu bahwa pekerjaan itu adalah panggilan hidupnya.

Setelah beberapa menit, rasa penasaran membuatmu melangkah ke kamar mandi. Ketika melihat refleksi dirimu di cermin, kau merasa aneh. Mungkin ini saatnya untuk mengetahui sesuatu yang sudah lama mengganggumu. Dengan penuh harapan dan sedikit rasa cemas, kau mengambil alat tes kehamilan yang sudah kau persiapkan. Kau merasakan tangan mu bergetar saat membaca instruksi di kemasan, dan kau tahu bahwa momen ini sangat penting.

Setelah beberapa menit menunggu, kau melihat dua garis biru yang sedikit transparan muncul di layar. Jantungmu berdegup kencang, dan perasaanmu campur aduk antara kebahagiaan dan ketidakpastian.

"Apakah ini benar?" gumam mu pada diri sendiri. Tak bisa di pungkiri, kau merasa senang. Bayi ini adalah impian yang telah kalian bicarakan dalam banyak kesempatan, tetapi saat kenyataan itu datang, rasanya begitu menakjubkan.

Kau segera bergegas bersiap-siap, membayangkan bagaimana cara terbaik untuk menyampaikan berita ini kepada Zayne. Dia selalu menginginkan seorang anak, dan saat ini, impian itu akan menjadi kenyataan. Rasa gembira dan cemas bersatu dalam hatimu saat memikirkan bagaimana reaksinya.

Setelah menyiapkan makan malam sederhana, kau duduk di meja makan dan menunggu Zayne pulang. Waktu terasa berjalan lambat. Setiap detik menjadi lebih panjang ketika kau membayangkan wajahnya saat mendengar kabar ini. Dalam pikiranmu, kau membayangkan berbagai reaksi-mulai dari terkejut hingga bahagia.

Akhirnya, pintu rumah terbuka, dan Zayne masuk dengan jas putih yang dikenakannya, aroma antiseptik mengikuti langkahnya. Senyum tipisnya yang khas menyapa, tetapi kau bisa melihat kelelahan di wajahnya.

"Selamat malam, [name]" sapanya, mencium keningmu dengan lembut.

"Selamat malam, Zayne. Bagaimana harimu?" tanyamu, berusaha terdengar santai meskipun hatimu berdebar-debar.

"Cukup padat, tapi semuanya berjalan lancar" jawabnya, duduk di sampingmu, sebelum melanjutkan ucapanya.

"Ada yang ingin kau bicarakan?" Sepertinya Zayne menyadari jika sedari tadi kau menatapnya dan terlihat berfikir.

"Zayne, ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan padamu." Dengan napas dalam, kau menatap matanya. Kau mengambil alat tes kehamilan dari saku dan meletakkannya di hadapannya.

Zayne mengerutkan dahi, lalu melihat alat itu dengan seksama. Sepertinya dia tidak mengerti pada awalnya. Namun, ketika garis-garis itu terlintas di matanya kau melihat ekspresi yang tidak bisa dijelaskan.

"Apa... ini? Apa maksudnya?" tanyanya, suaranya bergetar antara kebingungan dan harapan.

"Itu artinya kita akan menjadi orangtua, Zayne. Aku hamil!" Katamu, tidak bisa menahan senyuman yang muncul di wajahmu.

Wajahnya seketika berubah. Matanya melebar, dan senyum lembut yang jarang terlihat muncul di bibirnya.

"Kau serius? Ini luar biasa!" Dia berdiri dan mengangkatmu ke dalam pelukannya, menggoyangkan tubuhmu dengan bahagia.

Kau tertawa geli saat melihat semangatnya. Zayne selalu memiliki cara untuk membuatmu merasa spesial, dan hari ini, kau merasa lebih dicintai dari sebelumnya.

"Tapi ini baru permulaan, Zayne. Kita harus mempersiapkan semuanya," Ucapmu, menyadari bahwa perjalanan kami masih panjang.

"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kita akan melakukannya bersama. Aku akan berada di sisimu setiap langkah," Zayne menatapmu dengan serius.

"Bayi ini adalah anugerah terindah yang pernah kita impikan."

Kalian berbicara tentang rencana masa depan dan segala sesuatu yang harus dipersiapkan. Setiap detik berlalu terasa seperti mimpi yang menjadi kenyataan. Berita ini tidak hanya mengubah hidup kalian, tetapi juga memperkuat ikatan di antara kalian. Dalam pelukan Zayne, kau merasakan betapa berartinya momen ini.

Hari itu ditutup dengan penuh kebahagiaan, dan kau tahu bahwa meskipun ada tantangan di depan, kalian akan menghadapinya bersama. Kalian sudah siap menyambut anggota baru dalam keluarga kecil kalian, dan perjalanan ini baru saja dimulai.

TBC •

.
.
.

THANK YOU FOR READING!

Kalau mau lanjut tinggalkan komen sama vote juga ya, aku lanjut lagi kalau semisal vote nya udah memenuhi targetku. Jangan lupa follow akun ku juga biar aku tambah semangat nulisnya :3

Kalau mau req cerita ml yang lain juga bisa tapi follow dulu ya <3

01 Oktober 2024

EMBRACE - Zayne x ReaderCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang