Kumpulan cerita tentang junghwan dan Yoshi
cerita ini hanya fiktif belaka tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan pribadi junghwan dan Yoshi
Gaya bahasa pada tulisan ini khas penulis amatiran yang masih butuh belajar yang banyak dalam penulisan...
'Happy birthday hwanie. Oh tunggu sebentar hyung akan mengantarkan hadiahmu'.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Tulis Yoshi di Weverse, sembari menambahkan foto kado dan selfie dirinya bersama So Junghwan. Hari ini adalah hari spesial bagi Junghwan, salah satu member termuda dari boy group Treasure.
Setelah mengunggah pesan tersebut, Yoshi segera berjalan menuju dorm 3, tempat tinggal para maknae. Jam di ponselnya menunjukkan pukul 23:30, waktu yang sempurna untuk memberikan kado sebelum pesta kejutan tengah malam nanti.
Yoshi menenteng paper bag mewah dari brand YSL brand yang diketahui sangat disukai oleh Junghwan. Ia memasuki dorm 3 dengan hati-hati, suasana di sana terasa sunyi, tak ada tanda-tanda penghuni. 'Mungkin mereka masih di perusahaan' pikir Yoshi sambil berusaha mengabaikan keheningan itu.
Ia harus fokus pada tujuannya untuk memberikan kado pada maknae kesayangannya yang sedang berulang tahun.
Yoshi berjalan mendekati pintu kamar Junghwan, ia berusaha membukanya secara perlahan, berharap kehadirannya tidak akan terdeteksi. Namun, Yoshi tiba-tiba teringat bahwa ia telah mengumumkan kedatangannya di Weverse.
"Yoshi-hyung, kenapa lama sekali? Aku sudah menunggumu dari tadi!"tiba-tiba pintu kamar terbuka dan suara Junghwan yang penuh semangat mengejutkan Yoshi.
Yoshi, yang tak siap dengan kedatangan mendadak itu, hanya berdiri mematung. Ia terkejut dan tak mampu langsung merespons. Junghwan yang melihat reaksi hyung-nya tersenyum manis.
Tanpa ragu, ia menarik tangan Yoshi, membimbingnya masuk ke dalam kamar dan menutup pintu di belakang mereka.
Di dalam kamar, Junghwan langsung menarik Yoshi ke dalam pelukannya, memeluknya erat sambil mengelus punggungnya dengan lembut. "Hyung, maaf kalau aku mengagetkan mu," ucapnya sambil menyelipkan tangannya ke pinggang Yoshi, menambahkan kehangatan pada pelukan mereka.
Yoshi, yang kini mulai sadar dari keterkejutannya, tertawa kecil di dalam pelukan Junghwan. "Aku benar-benar terkejut. Kamu tiba-tiba membuka pintu."
Junghwan tertawa kecil, lalu menjawab dengan nada manja, "Aku minta maaf, Hyung."
Yoshi mengangguk, berusaha sedikit melepaskan diri dari pelukan Junghwan. "Tidak apa-apa. Tapi, bolehkah kita duduk dulu? Apa kamu tidak lelah berdiri terus?"
"Sebentar lagi, Hyung. Aku masih merindukanmu," sahut Junghwan sambil menyandarkan wajahnya di bahu Yoshi, menghirup aroma citrus yang lembut yang melekat di baju dan leher Yoshi.
Yoshi kembali tertawa kecil, merasa geli dengan tingkah manja Junghwan. "Hwan, stop... aku geli," katanya sambil berusaha melepaskan diri.
Kali ini, Junghwan melonggarkan pelukannya, membiarkan Yoshi duduk di atas kasur, yang ukurannya hanya cukup untuk dua orang. Sementara itu, Junghwan memilih duduk di kursi belajarnya, tepat di depan Yoshi, dan menggenggam tangan Yoshi erat.