2. Meet

1.6K 145 1
                                        

Malam pun tiba terdapat mobil yang dibawa oleh keluarga Chana menuju mansion seseorang

Setibanya disana Caine dan Elya tercengang dengan mansionnya, sebab mansion itu terlalu besar sehingga bisa menganggap itu istana

Dengan banyak bodyguard disana dan para tamu yang ingin memasuki mansion tersebut

Mobil Chana pun berhenti di depan mansion dan pintu mobil itu dibuka oleh bodyguard, Caine dan Elya terkejut lalu mereka berempat keluar dari mobil, mobil nya papa Caine dibawa pergi entah kemana

"Besar bet besar mansion tuh orang." Ucap Elya yang masih menganga

"Melebihi rumah orkay ini mah." Sahut Caine

Setibanya masuk mansion yang dipenuhi orang orang yang berpakaian elegan dan lainnya, mungkin semua orang ini pasti kebanyakan orang penting

"Mr. Kenzo." Panggil papa Caine dan pria tua itu menoleh

" Chana, gimana kabar mu dan istri mu."

"Aku baik-baik saja, kabar anda gimana?"

"Hahaha, aku baik juga hanya saja aku selalu dilarang ikut transaksi oleh anakku."

"Hahaha anda juga harus banyak istirahat karena anda sudah menginjak umur tua." Sahut mama Caine

Mereka pun tertawa, sedangkan yang belakang hanya diam tidak mengerti apa yang mereka obrolkan

"Ohiya, aku mau ngenalin anak anakku kepadamu." Papa Caine menggeserkan badan nya agar bisa dilihat anak nya kepada orang itu "ini Caine Chana dan ini Elya Rosa Chana."

Pria tua itu tertawa "Astaga, kalian berdua sangat cantik."

'Anjir, jelas jelas gua ganteng cok' Batin Caine

"Terimakasih Mr." Mereka berdua membungkuk

"Panggil saja father nak."

"Baik father." Sahut mereka berdua

Akhirnya acara pun dimulai dengan pengumuman, candaan dan dansa bersama

Caine yang merasa bosan sedangkan Elya sedang mengobrol asik yang ternyata itu teman sekelas Elya yang juga hadir pada acara malam ini. Caine pun pergi dari rombongan tersebut dan memilih untuk jalan jalan ingin tau seisi mansion ini

Melihat ada taman yang sangat indah, ia pergi ke taman itu dan betapa tercengang nya ada sebuah danau ditaman itu

'Seberapa kaya nya pak tua tu' pikir Caine

Sibuk dengan pikiran sendiri tiba tiba ada sesosok berbadan kekar memegang pundak pria mungil itu, Caine terkejut dan menoleh membuat dia terkejut lagi karena orang itu sangat tinggi dan berbadan besar

"Sedang apa disini dan siapa kau." Tanya pria kekar itu

"A-ah maaf, aku hanya bosan dan ngelilingi taman saja heuk." Caine cegukan karena merasa takut

"minum ini." Pria itu menyodorkan botol air putih ke Caine "Kau cegukan." Lanjut nya

"i-iya, terimakasih." Ia meminum botol itu

Beberapa menit lama nya mereka hanya terdiam dan Caine melirik pria tersebut lalu ia membuka pembicaraan, mengajak ngobrol hanya sekedar basa basi untuk mencairkan suasana canggung mereka di malam hari

"Apa kamu juga diundang diacara ini?' Tanya Caine

" Tidak."

"Maksudnya? " Caine bingung

"Aku anaknya." Pria bersurai merah pun terkejut

"O-oh jadi kamu anaknya pak Kenzo." Pria itu hanya berdehem

"Btw, aku Caine Chana nama kamu siapa?" Tanya Caine

"Rion." Singkatnya lagi yang membuat Caine menjadi canggung

"Umm, Kamu ga ikut dansa didalam?"

"Tidak minat, kau?."

"Aku suka dansa, tapi itu terlalu bising dan ramai"

"Oh"

'OH DOANG JING, GUA UDAH BERUSAHA BUAT NYARI TOPIK LOH' Batin Caine

Setelah Caine berusaha mencari topik jam sudah menunjukkan tengah malam membuat Caine seketika sadar dan ingin pamit ke pria itu

"Eumm, aku harus pergi karena sudah tengah malam nanti aku dicari orang tua ku, sampai jumpa lagi Rion."

Pria itu hanya diam dan terkekeh dan memberi kode kepada bodyguard untuk menghadapnya

"Panggil Asistenku kemari."

"Baik tuan."

Tanpa menunggu lama akhirnya asisten Rion datang

"Ada apa pak?"

"Cari informasi tentang Caine Chana."

"Baik pak, saya izin undur diri." Pria berambut abu-abu membungkuk lalu pergi dari pria tersebut

_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-

Di mansion Kenzo terdapat keluarga Chana yang ingin berpamitan dengan keluaga Kenzo dan kolega lainnya

"Aku pulang dulu Sam, titip salam kepada father mu jangan terlalu banyak minum." Papa Caine menitip salam keada pria berambut panjang hitam bernama Sam Kenzo

"Baiklah akan saya sampaikan kepada father."

Keluarga Chana melengung pergi dari mansion Kenzo, tak selang berapa lama Rion baru datang dan menghampiri kakaknya

"Kau telat, ada keluarga Chana datang ngenalin anaknya." Ucap Sam

"I know, kak key dimana?"

"Dia sedang merokok di luar." Rion hanya berkata 'oh' lalu melengung pergi

"Sudah larut malam, sebaiknya kau jangan pulang dulu dan nginap lah disini." Tahan Sam

"Ya."

Rion pergi keatas menuju kamarnya, ia membuka pakaian atas lalu berjalan ke balkon untuk menikmati nikotin yang ia hisap

Tiba-tiba pintu kamarnya di ketuk lalu dibuka ternyata itu asisten pribadi nya Rion

Pria itu menghampiri Rion lalu membungkuk "Permisi pak, ini berkas informasinya." Rion mengambil dan membacanya

"Suruh Ceres untuk masuk sekolah dia dan laporkan pergerakannya." Suruh Rion dan asisten pribadi mengangguk dan pergi dari kamar tersebut

Tersenyum terukir di bibirnya pria kekar lalu tertawa kecil

"Bermain sedikit mungkin menyenangkan."

_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-

.
.
.
.
.
.

TBC

Sorry kalau typo or something

Kemungkinan berjalannya waktu ada perubahan atau menambahkan kata karena aku suka ngoreksi kata kata aku sendiri untuk membenarkan perkataan yang salah;)

Thankyou sudah membaca!!

Only Mine.Where stories live. Discover now