"Tuan!! Berikan saya waktu lagi untuk melunasi hutang saya tuan!!"Mohon seorang pria paruh baya hingga berlutut di kaki seorang Jackson Smith.
Jackson Smith menendang pria itu hingga membuat pria paruh baya itu terjatuh. Sang istri yang melihat nya langsung menghampiri sang suami dan memeluknya.
"Tuan. Saya janji akan melunasi hutang nya, saya mohon jangan sita perusahaan saya"Ujar si pria paruh baya lagi.
Brak
Jackson memukul meja yang berada di depannya. "Saya sudah memberi kalian waktu hingga lima bulan!! Apa itu kurang cukup melunasi hutang-hutangnya??!!"Ujar Jackson dengan suara tegas dan lantang nya.
Sekarang sang istri yang bersimpuh di kaki Jackson. "Saya mohon berikan suami saya waktu satu bulan lagi untuk melunasi hutang-hutangnya tuan"
Jackson memutar bola matanya malas. Setiap di tagih hutang pasti selalu begini,dan Jackson benar-benar muak dengan semua sandiwara yang di lakukan oleh para penghutang.
"Tidak ada waktu lagi!! Jika ingin terus merasa hidup mewah maka bayar hutang-hutang kalian!!"Ujar Jackson dengan mutlak dan tidak bisa di bantah.
"Saya akan tetap menyita perusahaan dan semua aset kalian!!"Ujar Jackson lagi.
Jackson lantas pergi keluar rumah si penghutang,yang tentunya diikuti oleh para anak buahnya di belakang nya. Saat akan keluar dari pintu besar itu, Jackson tidak sengaja berpapasan dengan seorang pemuda yang seperti nya baru pulang dari latihan basket. Terlihat dari baju nya,ikat kepalanya dan yang paling mencolok adalah bola basket yang dia bawa.
Jackson tersenyum melihat pemuda itu. Jackson ingin menyentuh wajah si pemuda tetapi si pemuda langsung masuk begitu saja saat melihat orangtuanya terduduk lemas di lantai dengan sang ibu yang menangis.
"Ibu! Ayah! Kalian kenapa?!!"Tanya si pemuda dengan khawatir.
"Ibu tidak apa-apa kok sayang"Ujar si ibu dengan lembut ke putra nya.
Jackson yang melihat itu memutuskan untuk kembali ke dalam ruangan yang membuat para anak buah nya keheranan.
"Gak jadi balik?"Bisik salah satu anak buah Jackson.
"Sstt diem!!"ucap pelan anak buah Jackson yang lain.
Si anak buah yang pertama akhirnya diam dengan menundukkan kepalanya, seperti merasa bersalah. Sementara temannya tadi hanya memutar bola matanya malas melihat tingkah laku rekannya.
Kembali ke Jackson yang kini telah berada di belakang si pemuda dengan melihat intens si pemuda. Sang ibu yang menyadari itu menggeleng pelan.
"Ah! Nyonya seperti nya tau apa maksud dari saya!"Ujar Jackson dengan senyuman mengerikan di bibirnya.
"TIDAK!! Putra ku tidak akan menjadi alat pelunas hutang!!"Ujar sang ibu dengan lantang.
"Hutang kalian akan lunas hingga kebunga nya. Tapi tentu saja berikan dia pada ku maka kalian akan terbebas dari hutang-hutang ku"Tawar Jackson.
Sang Ayah yang tergiur dengan semua itu akhirnya mengangguk menyetujui jika anaknya akan dijadikan alat pembayaran hutang.
"Saya setuju tuan"Ujar sang ayah yang tentu nya membuat sang ibu dan si pemuda kaget.
"Ayah?!!"Lirih sang ibu dengan mata yang berkaca-kaca.
Sementara si pemuda yang mendengar itu menggeleng. "Tidak!! Ayah pasti bercanda kan?!!"
"Besok saya akan kembali,tentu dengan persyaratan yang harus kalian tanda tangani"Ujar Jackson.
Jackson melihat sekilas ke si pemuda yang kini matanya yang berkaca-kaca. "Besok saya akan jemput kamu! Jadi bersiap-siap lah mulai sekarang untuk besok"Setelah mengatakan itu, Jackson akhirnya benar-benar pergi dari rumah itu.
Note:
Baru pertama kali bikin cerita bl ni hehe.
YOU ARE READING
I'm not gay! But.. [B×B]
Romance"Pengen beli kondom buat anboksing pacar"-Alvaro Wijaya. "Kamu itu punya saya!!"-Jackson Smith
![I'm not gay! But.. [B×B]](https://img.wattpad.com/cover/376583919-64-k300957.jpg)