chapter 1

2 0 0
                                        


Seorang  gadis sedang berjalan sendirian di kota besar ini yang dipenuhi dengan bangunan tinggi dan lampu neon. Suasana kota ini ini terasa menyeramkan dan membuat gadis ini merasakan bahwa dia sedang diawasi. Berjalan ke tempat sepi dan sunyi senyap ini dengan hujan yang cukup lebat. Gadis kecil ini tetap berjalan dengan tenang memegang payung yang ia pegang sekarang dengan begitu erat. berpenampilan dengan rambut pendek warna hitam pekat yang bergelombang poni dengan style wispy bangs, bulu mata yang melantik identik dengan matanya yang bewarna ungu lavender yang menyala didalam kegelapan malam kota ini gadis kecil tersebut bernama benedicta evadne. tetap memegang payung nya tersebut dengan erat dan mata tajamnya yang terus melihat sekeliling

Hujan semakin deras, menghantam trotoar dengan suara yang berdebar-debar. Suara tetesan air yang menetes ke dalam payung benedicta hanya terdengar olehnya sendiri, seakan dunia lain telah memudar di tengah badai yang mengamuk.

Jalanan yang biasanya ramai kini terasa kosong. Hanya beberapa mobil yang melintas cepat, meninggalkan lampu rem yang berkedip-kedip di tengah kegelapan. Aroma aspal basah dan air hujan menyatu, menciptakan aroma khas kota malam yang menenangkan, namun juga sedikit menyeramkan.

Benedicta berjalan dengan langkah tenang, tangannya tetap menggenggam payung erat-erat, seperti pegangan terakhirnya di tengah badai.  Matanya yang berwarna ungu lavender, yang menyala seperti api di tengah kegelapan malam, terus berputar, menelisik setiap sudut kota.

Di balik bayangan lampu neon yang remang-remang, seakan ada yang mengintai.  Benedicta merasakannya.  Sebuah firasat yang dingin menusuk tulang punggungnya.  Bukan sekadar perasaan, melainkan sebuah kejelasan.  Seseorang sedang mengawasinya.

Langkahnya sedikit melambat,  perasaannya tegang.  Benedicta meningkatkan kewaspadaannya.  Dia  mengetahui bahwa  dia  bukan  lagi  seorang anak kecil  yang  lulus  dari  sekolah  dan  pulang  ke  rumah.

Dia  adalah  benedicta  gadis  dengan  masa  lalu  yang  kelam  dan  kemampuan  yang  tidak  lazim.  Dia  adalah  senjata  yang  berbahaya  dan  dia  tahu  bahwa  ada  banyak  orang  yang  ingin  menggunakannya  untuk  keuntungan  mereka  sendiri.

Napasnya menjadi  lebih  cepat,  dada  nya  berdebar  keras.  Namun,  benedicta  mencoba  untuk  tetap  tenang.  Dia  mengetahui  bahwa  kepanikan  hanya  akan  membuat  dia  lebih  rentan.  Dia  harus  tetap  fokus,  tetap  waspada.

Benedicta  berhenti  sejenak  di  depan  sebuah  gang  sempit  yang  gelap.  Dia  merasa  bahwa  ada  sesuatu  yang  bersembunyi  di  dalam  gang  itu.

Hening.  Hanya suara deru hujan yang membadai dan deru nafas Anya yang terdengar.  Kemudian,  sebuah bunyi 'klik'  yang sangat halus memecah kesunyian.  Bunyi  yang  hanya  bisa  didengar  oleh  telinga  yang  sangat  peka.  Bunyi  itu  berasal  dari  sebuah  senjata  api  yang  sedang  disiapkan  untuk  menembak.

Benedicta tidak  berbalik,  matanya  tetap  tertuju  pada  gang  sempit  itu.  Dia  mengetahui  bahwa  peluru  akan  datang  dari  atas.

Sebuah peluru  menembus  udara  dengan  kecepatan  tinggi,  mengarah  ke  arah  benedicta. Namun,  benedicta  bergerak  lebih  cepat.  Dia  menghindar  dengan  gerakan  yang  cepat  dan  tepat,  seakan  dia  mengetahui  lintasan  peluru  itu  sejak  lama.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Sep 14, 2024 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

the devil equation : This world is full of madnessStories to obsess over. Discover now