Seorang gadis sedang berjalan sendirian di kota besar ini yang dipenuhi dengan bangunan tinggi dan lampu neon. Suasana kota ini ini terasa menyeramkan dan membuat gadis ini merasakan bahwa dia sedang diawasi. Berjalan ke tempat sepi dan sunyi senyap ini dengan hujan yang cukup lebat. Gadis kecil ini tetap berjalan dengan tenang memegang payung yang ia pegang sekarang dengan begitu erat. berpenampilan dengan rambut pendek warna hitam pekat yang bergelombang poni dengan style wispy bangs, bulu mata yang melantik identik dengan matanya yang bewarna ungu lavender yang menyala didalam kegelapan malam kota ini gadis kecil tersebut bernama benedicta evadne. tetap memegang payung nya tersebut dengan erat dan mata tajamnya yang terus melihat sekeliling
Hujan semakin deras, menghantam trotoar dengan suara yang berdebar-debar. Suara tetesan air yang menetes ke dalam payung benedicta hanya terdengar olehnya sendiri, seakan dunia lain telah memudar di tengah badai yang mengamuk.
Jalanan yang biasanya ramai kini terasa kosong. Hanya beberapa mobil yang melintas cepat, meninggalkan lampu rem yang berkedip-kedip di tengah kegelapan. Aroma aspal basah dan air hujan menyatu, menciptakan aroma khas kota malam yang menenangkan, namun juga sedikit menyeramkan.
Benedicta berjalan dengan langkah tenang, tangannya tetap menggenggam payung erat-erat, seperti pegangan terakhirnya di tengah badai. Matanya yang berwarna ungu lavender, yang menyala seperti api di tengah kegelapan malam, terus berputar, menelisik setiap sudut kota.
Di balik bayangan lampu neon yang remang-remang, seakan ada yang mengintai. Benedicta merasakannya. Sebuah firasat yang dingin menusuk tulang punggungnya. Bukan sekadar perasaan, melainkan sebuah kejelasan. Seseorang sedang mengawasinya.
Langkahnya sedikit melambat, perasaannya tegang. Benedicta meningkatkan kewaspadaannya. Dia mengetahui bahwa dia bukan lagi seorang anak kecil yang lulus dari sekolah dan pulang ke rumah.
Dia adalah benedicta gadis dengan masa lalu yang kelam dan kemampuan yang tidak lazim. Dia adalah senjata yang berbahaya dan dia tahu bahwa ada banyak orang yang ingin menggunakannya untuk keuntungan mereka sendiri.
Napasnya menjadi lebih cepat, dada nya berdebar keras. Namun, benedicta mencoba untuk tetap tenang. Dia mengetahui bahwa kepanikan hanya akan membuat dia lebih rentan. Dia harus tetap fokus, tetap waspada.
Benedicta berhenti sejenak di depan sebuah gang sempit yang gelap. Dia merasa bahwa ada sesuatu yang bersembunyi di dalam gang itu.
Hening. Hanya suara deru hujan yang membadai dan deru nafas Anya yang terdengar. Kemudian, sebuah bunyi 'klik' yang sangat halus memecah kesunyian. Bunyi yang hanya bisa didengar oleh telinga yang sangat peka. Bunyi itu berasal dari sebuah senjata api yang sedang disiapkan untuk menembak.
Benedicta tidak berbalik, matanya tetap tertuju pada gang sempit itu. Dia mengetahui bahwa peluru akan datang dari atas.
Sebuah peluru menembus udara dengan kecepatan tinggi, mengarah ke arah benedicta. Namun, benedicta bergerak lebih cepat. Dia menghindar dengan gerakan yang cepat dan tepat, seakan dia mengetahui lintasan peluru itu sejak lama.
YOU ARE READING
the devil equation : This world is full of madness
Mystery / ThrillerDunia ini dihuni oleh pemikir genius, tetapi kejeniusan itu juga merupakan senjata. Mereka berlomba untuk menaklukkan satu sama lain, mencari kekuasaan dan pengakuan, terutama melalui inovasi teknologi yang menyeramkan. Dalam...
