how it start to felt

2 0 0
                                        

8 April 2022

  Aku menulis namanya di pojok bawah kiri pada salah satu lembar diaryku. Senyum aneh ini terus keluar tanpa kuminta. Iringan lagu pada sound asrama benar benar menggambarkan isi hatiku saat ini. Senyumku benar benar tak ingin hilang dan semakin mengembang dengan butterfly effect di perutku membuat bantal didepanku menjadi sasaran pelukanku.

"WOEEE"

Aku tersentak dan segera menyembunyikan bukuku dibawah bantal. Kudapati Indy tertawa dibelakangku.

"Ngapaiinn?? Senyam senyum peluk-peluk bantal lagi" tanya Indy dengan sisa tawa menyebalkannya itu.

Reflek tanganku mencubit lengan kanannya, gadis bertubuh kecil itu hanya meringis sambil mengusap lengan kanannya.

Dia indy teman sekamarku, kami berada di kelas yang sama dengan nomer urut yg cukup dekat. Kita pun juga cukup dekat dengan seringnya kita bertukar cerita tentang apapun itu, bahkan hal tak penting sekali pun. Selera humornya yang sama denganku membuatku cukup nyaman berteman dengan Indy.

"Apasih! Stop senyum gitu ah,ngeselin tau gak!" Ucapnya yang mulai tak nyamab karena aku terus memandangnya dengan senyum.

"Tau ngga dy?" Tanyaku sambil tetap tersenyum.
"Nggak, dan nggak pengen tahu. Soalnya lu jamet,bai" jawabnya dengan mengibaskan rambut sebahunya.

"Ih nyebelin,sini dulu napa ah!" Kutarik tangannya untuk duduk disebelahku.

"Kenapa sih?"

"Kayaknya aku kepincut dy"

"Kepincut gimana?"

" ih itulohh.."

"Apaa??"

"Anu.."

"Ngomong ngga!"

"Anu...suka orang"

"Oh" jawabnya singkat dengan reaksi singkat menyebalkan juga pastinya." Wajar kariiinn kalo lu suka orang,yaelah lagian abis ini lu bakal bilang lu suka kim jongin, ya ngga?"

Aku terkekeh. " kalo Jongin mah udah paten dy, tapi ini beda bukan Jongin."

"Apa? Baekhyun? Halahh dikira gue cewek gampangan,apalah hafal gue ama lu karin" dia terus menyela omonganku tanpa memberiku kesempatan bicara.

"Bukan"

"Chanyeol?" Lagi-lagi Si payah ini terus menyebutkan idola korea favoritku.

"Bukan"

"Halah palingan si kyungs.. "

"Riyan"

Satu kata itu cukup membuat Indy diam sejenak dan terkejut "LU NAKSIR SI RIYAN??" Tanyanya. Aku pun mengangguk antusias.

Awalnya aku cukup senang karena reaksi terkejutnya yang membuatku merasa berhasil memberi surprise kecil untuknya, tapi itu hanya sekejap pula dia terkejut,lalu berkata "udah ketebak"

"HAH??KOK BISA?" Tanyaku heran. Bagaimana anak ini bisa tahu,aku belum memberi tahu siapapun bahkan padanya sekalipun.

Dia mengusap kepalaku sambil berdecak "keliatan tauu karin cantik,manis,jelita,alay,jameett"

Aku yang masih dengan heran menatapnya. " gue udah feeling dari lama cuman gak berani tanya ke elu ajasih"

"Udah yah aku mau lanjut nyuci baju,bai." Dan ia pun beranjak dari kasurku begitu saja.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Sep 14, 2024 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

The PlotWhere stories live. Discover now