"See, I kept my promise."
Seru seorang pemuda yang berjalan mendekati gadis pujaan hatinya, dengan buket bunga Baby's Breath yang menjadi kesukaan gadis itu.
"Kamu masih ingat soal janji bunga itu?" tanya gadis itu dengan nada gembira, menyambut lelaki itu.
"Tentu, Aeri. Tidak mungkin aku lupa akan janji ku." Gadis itu, Aeri, tersenyum manis mendengar jawaban lelaki itu. "Thanks, Jeno."
"Sudah berapa lama, sih, kita gak bertemu? Rasanya seperti sudah seribu tahun lamanya aku merindukanmu," heran Aeri.
Nyatanya, Aeri baru saja menyelesaikan kuliahnya di Jepang dan baru menyempatkan balik ke negara asalnya hari ini.
"Empat tahun, Ri. Memang bukan waktu yang singkat," jawab Jeno. "Aku hanya senang bisa kembali bertemu kamu," lanjutnya.
Ia menatap lekat Aeri yang berdiri di hadapannya. Ia rindu segala hal tentang gadis itu.
Senyum manisnya, mata indahnya, rambut pirang nya yang halus, tawa yang dapat membangkitkan mood nya, tangan dan jemarinya yang begitu halus, wangi khas yang memabukkan, segala hal tentang gadis itu.
"Ada apa?" Aeri ternyata menyadari kalau sedari tadi, Jeno hanya diam memerhatikannya. "Tidak," balasnya, "Aku hanya rindu."
"Kalau kamu rindu, peluk aku," pinta Aeri.
Jeno terdiam.
"Kenapa? Katanya kamu rindu dengan aku," tanya Aeri kala Jeno tak kunjung memeluk dirinya.
Perlahan tapi pasti, Jeno memeluknya.
Terasa... keras.
Dingin,
Basah,
Aneh.
Ini terasa seperti bukan memeluk Aeri, tetapi nyatanya, ia benar-benar sedang memeluk sang kekasih.
"Aku rindu, sangat rindu. Rindu yang gak akan pernah hilang, Aeri."
Lirihan Jeno disusul oleh air mata yang berlomba-lomba turun dari mata Jeno, yang menjadi satu dengan air hujan.
Jeno melepaskan pelukannya, "Aku kira, setelah empat tahun aku menunggu, aku akan bisa kembali menikmati hari-hari ku bersama mu."
"Tapi nyatanya, akan jauh lebih lama dari empat tahun, ya?"
"Aku sayang sama kamu, Aeri. Tunggu aku, ya?" Jeno tersenyum tipis sembari mengelus batu nisan yang sempat ia peluk tadi.
Ia meletakkan buket bunga yang ia beli. Bunga ini merupakan bunga kesukaan sang kekasih.
"See, I kept my promise."
VOUS LISEZ
Promise | Oneshot
FanfictionTerinspirasi dari konten yang berkata, "Jika kamu sedang menulis suatu buku yang diawali dan diakhiri kalimat yang sama namun dengan arti yang berbeda, apa yang akan kamu tulis?"
