"AAAAAAA Park Jongseong BAJINGAN!!!!!!"
Teriak seorang pria begitu frustrasi di bawah pohon besar ia mencabik-cabik rambutnya sembari terus menghubungi seseorang yang sudah lama ia kenal.
Sim Jaeyun seorang pria yang baru menginjak usia 20 tahun dan sudah mendapat ujian hidup yang bertubi-tubi. Dana tabungan yang selama ini ia kumpulkan dengan tetes darah, keringat dan air mata lenyap dalam sekejap karna terbujuk rayu investasi bodong teman sesama kerjanya itu.
Sejak sebulan yang lalu rekan kerjanya yang bajingan bernama Park Jongseong itu terus membujuknya untuk ikut bergabung dalam sebuah bisnis investasi dengan buah hasil yang menggairahkan.
Awalnya dia ragu tapi melihat hasil yang temannya dapatkan dalam semingguan belakangan ini membuatnya sedikit tergiur.
Bagaimana tidak, temannya itu bahkan sudah bisa membeli motor scoopy keluaran terbaru padahal mereka janji akan membelinya sama-sama. Tapi tabungannya bahkan tak cukup hanya untuk membayar DP. Jaeyun hanya buruh pabrik di sebuah perusahaan dengan gaji di bawah rata-rata mana kerjanya harus extra dan upahnya tak sebanding dengan tenaga yang ia berikan.
Merasa tak cukup Jaeyun juga mengambil pekejaan lain apapun akan ia lakukan demi hidup kaya raya. Tapi nasib sial selalu saja mendatanginya, kini tabungan satu-satunya raib di bawa oleh si bajingan itu.
Seolah semesta tak puas merenggut kedua orang tuanya kini ia juga harus kehilangan harta harapannya satu-satunya. Sekarang bagaimana ia harus membayar kontrakannya? Biaya hidup hari-harinya? Ia sudah putus sekolah dan bekerja keras banting tulang bagai kuda tetap saja hasil mengkhianati usahanya.
"Park JONGSEONG!!!! Aku akan MEMBUNUHMU!!!" Teriaknya lagi mencengkram benda persegi di tangannya yang tak bersalah.
"Huffttt,,,, Sim Jeyun kau harus tenang, mari berfikir jernih, kira-kira dimana bedebah kurang ajar itu bersembunyi?" Sim Jaeyun berusaha menenangkan dirinya ia mendudukkan tubuhnya di bawah pohon yang rindang di tengah taman menikmati semilir angin sebelum ia berubah menjadi hulk dan membantai rekan kerjanya itu.
Tiba-tiba saat matanya terpejam mengumpulkan energi, sesuatu terasa mencolek bahunya.
Jaeyun membuka matanya dan melihat anak laki-laki mungil memakai topi dan tas kecil dipunggungnya berdiri dihadapannya.
"Heh lucu sekali... ada apa?" Tanya Jaeyun gemas.
Anak laki-laki itu tidak menjawab dia hanya menunjuk kearah samping dimana ada banyak anak-anak seusianya juga tengah bermain disana.
Jaeyun mengarahkan pandangannya kesana dan semuanya tampak normal, ia menghembuskan nafas kesal karena tampaknya bocah mungil itu hanya mengganggu ketenangan tidurnya seperti semesta yang selalu mengganggu ketentraman hidupnya. Jaeyun kembali menyandarkan kepalanya pada pohon besar itu memejamkan mata.
Tapi ternyata bocah laki-laki itu tak kunjung pergi ia malah mengoyak-ngoyak baju Jaeyun memaksanya untuk kembali bangun. "Ada apa dek?" Tanya Jaeyun yang setengah kesal.
Bocah itu kembali menunjuk kearah yang sama. Tak ingin membuang banyak waktu, dengan perasaan setengah ikhlas Jaeyun bangkit dari duduknya dan menggenggam tangan bocah laki-laki itu, ia menggandengnya sepertinya bocah yang sedang tersesat dan mencari kedua orang tuanya.
Dari kejauhan Jaeyun bisa mendengar mereka bersorak dan mengejek satu sama lain.
"Hahahah lihat dia nggak punya papa wle..."
"Iya dia gak punya papa kalau istirahat cuma makan snack hahahah kasiannn"
"Kalau pulang selalu telat hahaha gak ada yang jemput hahahah"
YOU ARE READING
Papa Baru Untuk Yayah
FanfictionSim Jaeyun baru berusia 20 tahun, tapi hidup sudah berkali-kali menertawakannya. Tabungan lenyap karena investasi bodong, diusir dari rumah kontrakan, kini ia bahkan harus tidur di kolong jembatan. Tapi siapa sangka, dua bocah mungil datang menawark...
