prolog

1.5K 110 1
                                        

Hujan deras tak membuatnya berhenti bekerja. Justru hujan itulah yang membuatnya semakin bersemangat untuk memindahkan karung demi karung beras ke dalam gudang. Panas tubuhnya sudah tertutupi oleh dinginnya air hujan.

Istirahat, akhirnya pekerjaan Sam untuk hari ini telah selesai.

Mengambil sebotol air dan langsung meneguknya dalam beberapa detik sangking hausnya. Menyugar rambut panjangnya, yang kemudian mendudukkan diri setelah seharian penuh bekerja demi kelangsungan hidupnya.

Semua pekerjaan Sam handle dengan baik. Bisa dibilang ia adalah seorang pekerja serba bisa. Bagaimana tidak, dia bisa bekerja di empat tempat dalam satu hari. Tidak jauh-jauh dari penjaga cafe, dan kasir toko serba ada.

Mencium badannya yang dialiri dengan derasnya keringat, yang bercampur bersama bekas kotoran oli tadi siang yang masih menempel di kaos putihnya.

Pria itu menghela napas, "Sunwoo sialan." Umpatnya dan melepas pakaian kotor itu, kemudian membersihkannya di bawah derasnya air hujan. Otot perutnya terlihat terbentuk, bukan karena gym, melainkan pekerjaan berat yang ia lakukan setiap hari.

"Terimakasih nak, kau sudah bekerja keras hari ini." Ujar seorang pria tua sembari menepuk pundak Sam, memberi beberapa lembar uang yang begitu berarti baginya.

"Terimakasih, paman." Ujar Sam berdiri, kemudian menunduk 90° menunjukan rasa hormatnya. "Pulanglah, jangan sampai kau sakit." Suruh sang pria tua dibalas anggukan kepala oleh yang lebih muda. Sekali lagi ia menunduk, dan pergi dari sana.

Sampai pada kediamannya, yaitu studio kecil yang ia sewa dengan harga murah.

Tak lama beristirahat, Ia mandi untuk membersihkan hasil jerih payahnya hari ini. Keluar dengan handuk kecil yang diikat di pinggang, dan mulai menyantap ramen yang telah dirinya masak sembari dirinya istirahat.

Sungguh badannya tak kuat menahan suhu air yang sangat dingin. Namun bagaimana lagi, air panas hanya akan membuang-buang uangnya. Maka inilah jalan terbaik, menyantap ramen di tengah derasnya hujan, dan dinginnya malam untuk menghangatkan tubuhnya.

Sam hanya berharap hidupnya bisa lebih baik. Ya Tuhan, mungkin sedikit lebih baik dari kehidupannya yang sekarang.

To by continue

Let's Get MarriedStories to obsess over. Discover now