Bukti Yang Hilang

650 68 33
                                    

Kedua pria itu berada di ruangan kerja Mrs. Despard lagi. Mayat Maria Beresford telah difoto dan dipindahkan, petugas sidik jari telah menjalani tugasnya dan sudah pergi.

Petugas Scotland Yard tersebut masuk dengan percaya diri. Mereka menyapa Mrs. Despard. Inspektur Cruizzes dan Opsir Robert duduk. Mrs. Despard memandangi mereka berdua bergantian sambil memperbaiki letak jepit rambutnya. Akhirnya ditanggalkannya jepit rambut itu di sampingnya dengan tak sabar.

"Saya rasa Anda harus menceritakan kembali hal-hal yang terpenting, Madame." Kata Inspektur Cruizzes.

Mrs. Despard menghela napas dan mulai bercerita.
"Mayat itu bernama Maria Beresford. Kedua orang tuanya sudah meninggal dan ia tinggal di South Kensington bersama neneknya. Lalu neneknya menitipkannya di sini karena merasa tidak mampu merawatnya lagi."

"Pardon Madame, untuk yang kedua kalinya saya menanyakan ini kepada Anda. Pernahkah Anda melihat ini?" Tanya Inspektur Cruizzes sambil menunjukkan kemasan racun Kalium Sianida.

"Sebenarnya, ya. Saya tidak asing lagi dengan benda itu. Bahkan saya yakin kalau itu milik saya. Oh maksud saya dulu saat saya masih bekerja sebagai apoteker di St. Thomas' Hospital, saya menyimpan sample obat, pil, vitamin atau serbuk untuk saya pelajari di rumah. Tentu saja atas izin tertulis dari kepala bagian rumah sakit. Jadi Anda dapat membuktikan kebenarannya."

"Tetapi saya berani bersumpah, Inspektur, kalau saya bukan pembunuhnya." Kini Mrs. Despard berkata setengah merajuk.

"Nah Madame Despard, apakah Anda tahu akibat yang ditimbulkan dari Kalium Sianida?"

"Tentu saja, sir. Saya 'kan pernah mempelajarinya. Kalium Sianida sebenarnya biasa digunakan dalam
pertambangan, electroplating, dan fotografi. Sering juga digunakan sebagai insektisida. Namun disalah gunakan oleh kebanyakan orang untuk membunuh dan gejala yang ditimbulkan adalah pusing,
mual, muntah, kehilangan kesadaran dan kesulitan bernapas. 200 mg sudah cukup untuk membunuh seseorang dengan berat
badan rata-rata, ditambah reaksinya yang sangat cepat. Pemakaian akan lebih efektif jika serbuk Sianida dilarutkan ke dalam suatu cairan."

"Lalu, kenapa Anda membawanya?"

"Ya Tuhan, tidak. Tidak pernah saya membawanya. Saya selalu menyimpannya di rumah. Demi Tuhan, saya juga tidak mengerti, sir!" Mrs. Despard berteriak dengan histeris.

"Siapa saja yang tahu kalau Anda menyimpan sample obat dan semacamnya?"

"Semua pelayan dan juru masak disini tahu, anak saya tentunya dan Rosemary."

Inspektur Cruizzes bangkit setelah mengucapkan terima kasih. Kedua pria itu berjalan mengelilingi bangunan panti asuhan.

"Tentang Mrs. Despard itu." Kata Opsir Robert.

"Ya?"

"Anda pikir diakah yang melakukannya, sir?" Tanya Opsir Robert dengan sedikit harapan.
"Soalnya bisa saja. Alibi Mrs. Despard juga tidak jelas. Di kasus pertama dan kedua ia mengaku sedang tidur. Ya, kita harus mencari tahu tentang alibinya. Rasanya ada yang tidak beres, tetapi saya tidak ingat apa itu."

"Mungkin keju." Sahut Inspektur Cruizzes.

Opsir Robert menoleh cepat kepadanya. "Ya, itu dia! Sesuatu yang janggal!"

"Kurasa pelakunya bukan Mrs. Despard. Racun Kalium Sianida akan lebih efektif jika pemakaiannya dilarutkan ke dalam air, ketimbang dioleskan di permukaan makanan yang bertekstur padat seperti keju. Bahkan Mrs. Despard tahu, berarti bukan dia pelakunya."

Opsir Robert berkata pelan-pelan, "Mungkin ia sengaja melakukannya supaya kita berpikir begitu."

"Kurasa, tidak mungkin." Inspektur Cruizzes menggelengkan kepala dengan tidak sabar.

"Bukankah racun juga ada di air yang diminum korban? Kalau tahu korban akan minum air itu, kenapa pelaku sampai repot-repot mengolesi keju dengan racun?"

"Karena sebenarnya target pelaku ada dua orang."

Di sebelahnya, Opsir Robert membisu. Kemudian ia mengangguk sambil merenung.

"Anda sudah tahu siapa pelakunya?"

"Ya, beserta motifnya. Tapi masih belum ada buktinya. Aku baru sadar saat Mrs. Despard mengatakannya."

"Berarti pelakunya memang bukan Mrs. Despard?" Tanya Opsir Robert. Tetapi dalam hati kecilnya ia menyimpan harapan miring bahwa Mrs. Despard adalah pelakunya.

Inspektur Cruizzes terdiam, lalu melihat arlojinya dan menggelengkan kepalanya.

"Bukan. Pelakunya adalah orang yang tidak pernah kita duga sebelumnya, Robert."

~ Murder In St. Greal ~
W. S.

P. S. Happy 34th Birthday, Synyster fuckin' Gates! Keep rockin' with Avenged Sevenfold!

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jul 07, 2015 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Murder In St. GrealTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang